JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 56


__ADS_3

Hari ini Runa sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah setalh dua hari ia di rawat di rumah sakit. Nabila dengan setia mendampingi kepulangannya. Sementara Mawar, mamanya Runa hanya menunggu di rumah sebab ia sedang tidak sehat.


"Alhamdulillah, kamu udah boleh pulang. Kamu harus janji gak boleh melakukan hal bodoh seperti ini lagi."


"Iya bawel" Dengan gemas dia mencubit pipi Nabila.


"Kamu hobi banget sih cubitin aku, gak berubah dari dulu dengan kesal Nabila mengusap pipinya."


"Siapa suruh jadi orang ngegemesin, mana tahan aku lihatnya" Runa mencium tangan Nabila sedangkan suster yang tengah membukakan selang infus hanya tersenyum sendiri merasa seperti obat nyamuk untuk Nabila dan Runa.


Termasuk di jalan menuju rumah Runa tak henti - hentinya mencium tangan Nabila. "Menurut kamu sekarang status kita apa ya, udah resmi apa belum?"

__ADS_1


"Kamu kira pembukaan gedung, harus di resmikan dulu"


"Iya aku kan takut kamunya nanti di ambil orang karena kamu fikir aku gak serius, udah aku siapan moment untuk melamar kamu, eh malah batal."


Nabila terkekeh mengingat usaha Runa yang gagal, dirinya di paksa ikut pulang Rama hanya kerena bertemu Dafa. "Kita udah dewasa jadi gak mesti harus di ungkapkan, cukup dengan perlakuan."


Runa kembali mencium tangan Nabila hingga memasuki kompleks perumahannya. Mereka terdiam melihat Jessi yang sudah sudah duduk manis di teras rumahnya.


"Kamu percayakan sama aku? Meski Jessi selalu mengejar ngejar, tapi aku tetap tak bisa berpaling darimu, forever!"


"Kamu tenang aja aku bisa jaga diri" Lagi - lagi Runa mencium tangan Nabila. Runa turun dari mobil di bantu oleh Dafa, Jessi yang sibuk memegangi tangan Runa seolah tak memperdulikan keberadaan Nabila.

__ADS_1


Nabila merasa seperti orang asing, jika bukan karena cintanya pada Runa maka ia akan malas berurusan dengan perempuan seperti Jessi.


"Sayang, apa kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya Mawar mengusap wajah anaknya dengan perasaan sedih.


"Mama jangan sedih, aku jauh merasa lebih baik. Karena aku di rawat sama suster cantik" Runa menatap Nabila dengan tatapan memuja.


Jessi jengah mendengarnya, ia segera mengalihkan suasana agar tidak besar kepala Nabila mendegar pujian Runa. "Ini sudah aku potongkan buah untukmu, aku membeli nya langsung dari kebunnya, supaya terjamin kesegarannya, Aku ingin kamu cepat sembuh dan cepat masuk kuliah lagi, saat kamu sakit aku merasa hambar" Senyum Jessi semanis mungkin.


Mawar, Dafa dan Nabila sama sekali tidak memperdulikan ocehan Jessi, mereka justru sibuk dengan pemikiran Mereka masing - masing. Melihat keagresifan Jessi menjadi nilai minus di mata mereka namun apa daya Runa tidak ada penegasan.


Runa menerima suapan buah dari Jessi, ia merasa tak enak jika menolak bagaimanapun mereka berteman sudah cukup lama. Melihat wajah Nabila yang masam langsung Runa beralasan ingin istirahat agar Jessi bisa pulang.

__ADS_1


"Jessi, aku ingin istirahat bisa tidak datangnya besok lagi"


Jessi sedikit terkejut dengan pengusiran Runa yang secara halus, tapi segera ia menetralisirnya. "Nabila kita pulang yuk seperti yang di katakan Runa, ia ingin istirahat" Ucap Jessi karena ia juga tidak mau pulang sendirian dan membiarkan Nabila mendekati Runa secara leluasa tanpa ada dirinya.


__ADS_2