JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 58


__ADS_3

Itu yang mama takut kan juga, bagaiman jika sampai usia mereka memasuki usia pernikahan Runa juga belum bisa membuktikan kesuksesannya. Mana mungkin ayah kalian merestui hubungan mereka. Mama takut hal ini terjadi


Baik Ratna, Rama dan juga Nindy saling diam, mereka menyelam ke dalam fikiran mereka masing - masing.


"Tapi aku rasa itu tidak akan terjadi" tiba - tiba Nindy memecah keheningan. Kalian tahu kafe Big Family? itu salah satu usahanya Runa.


Ratna dan Rama saling pandang, mereka sama sekali tidak tahu berita ini. "Kamu serius sayang?" Tanya Rama sedekit ragu.


Nindy sedikit merasa malu kepada sang mertua saat Rama memanggilnya dengan kata sayang. Ia masih belum terbiasa dengan hal seperti ini. Sedangkan Ratna tersenyum senang saat melihat kemajuan hubungan Rama dan juga Nindy.


"Aku serius. Runa lah owner dari kafe Big Family"


"Kalau seperti itu bagus deh, mama gak perlu mikirin lagi nasib Nabila. setidaknya sudah ada jaminan untuk hubungan mereka" Rama juga mengangguk sepaham dengan ucapan ibunya.

__ADS_1


"Kalian tidak menunda mempunyai anak kan? Mama sangat ingin menimang cucu" ucap Ratna penuh harap.


"Tidak ma, ini juga masih dalam proses" Rama mengusap rambut sang istri. Tentu saja Nindy semakin merasa malu dengan perlakuan Rama.


Jangan merasa malu seperti itu, justru mama semakin bahagia dengan perubahan hubungan kalian. Mama doa kan hubungan kalian berdua semakin bahagia dan langgeng sampai ajal memisahkan.


Rama dan Nindy kompak mengaminkan ucapan Orang tua mereka. " Oh iya jangan lupa lusa kita kerumah Oma Sofia, dia mengundang kita sekeluarga ke rumahnya.


"Memang ada acara apa ma? tumben Oma Sofia mengundang kita semua."


"Assalamualaikum, pada ngumpul, kamu gak kerja Rama? tanya Radji yang baru saja pulang dari rumah sahabatnya.


"Aku sudah pulang, kebetulan izin mau menemani Nindy ke rumah orang tuanya, ayah sendiri namun tidak kerja?"

__ADS_1


"Gak, lagi pingin nyantai, barusan dari rumah Ramen, ayah dari temannya Nabila"


"Temennya yang mana?..."


"Itu teman semasa SMA, kalau tidak salah nama anaknya James"


"Oh si Jemes, ayah kenal dengan ayahnya? setau mama James kan lagi kuliah di Singapura"


"Iya katanya sih begitu, ayah juga baru kenal setahun belakangan ini, kami sedang berencana ingin kerja sama, lumayan keuntungan yang di tawarkan mereka, ya ayah mau aja. Ayo ma kita ke kamar kusukin ayah, badan ayah pegel banget ". Ucap Radji sembari mengulurkan tangan ke arah sang istri dan mereka melenggang menuju kamar dan tinggallah Rama dan Nindy.


"Enak ya walau sudah tua tapi tetap harmonis, aku juga mau seperti itu mas, Nindy bergelayut manja di tangan Rama"


"Bahkan kita bisa lebih dari mama dan ayah asal kamu mau sabar dan menerima aku yang sedang proses mencintai kamu karena Allah" Rama mincium bibir Nindy. "Kita lanjutkan ke kamar yuk, sepertinya aku kecanduan tubuh kamu" Rama menggendong Nindy ala bridge style. Sedangkan Nindy tersipu malu atas kelakuan suaminya.

__ADS_1


Nabila yang tidak langsung masuk ke dalam kamar namun menguping dari lantai atas menarik nafas melihat kejadian panas yang menodai matanya. "James... apa kabarnya sekarang" Semenjak kejadian itu ia hilang tanpa kabar Ia terkenang dimana saat James baru beberapa hari tinggal di Singapura dan mengungkapkan perasaannya dan menghilang sampai saat ini. Ada rasa sedih menyelimuti perasaan Nabila dimana dulu mereka sangat akrab namun karebq salah satu dari mereka memiliki perasaan lebih dari teman menyebabkan persahabatan mereka berubah.


__ADS_2