JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 14


__ADS_3

Runa menatap sendu kepergian Nadya. Jauh di dalam hati sebenarnya Runa ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Namun ia tidak punya cukup keberanian. Runa menarik nafas panjang kemudian berkumpul kembali bersama teman - temannya.


"Temennya Nabila ya Run," Runa hanya mengangguk.


Harusnya kamu jelaskan biar tidak salah faham. Kamu juga harus berani mengungkapkan kebenaran, tidak semua orang paham posisi kamu.


"Kayak mana mau jelasin, sampai sekarang aja tidak ada kata suka atau sayang keluar dari mulut Runa. Buat ungkapan perasaan aja gak bisa, apa lagi mau ngejelasin. Beeh tunggu kiamat baru sumua orang tau kebenarannya" Evan menyerobot perkataan Rian.


Runa hanya diam. "Diam gak menyelesaikan masalah bro" Evan bangun dan menghidupkan mesin sepeda motornya.Tunggu Van aku ikut sekalian. Sekarang Runa sendirian memijit kening dan kepalanya yang terasa pusing.


~


Hampir sebulan sudah namun Runa juga belum memberikan penjelasan. Membuat Nabila juga bersikap acuh setiap kali mereka bertemu. Hingga tak terasa ujian akhir pun telah selesai. Sampai acara perpisahan pun berlangsung di mana para wali juga turut hadir.


"Selamat siang Om". Runa menyapa saat bertemu ayah Runa.

__ADS_1


"Siang Runa, bagaimana kabar keluargamu" tanya Radji, ayah Nabila.


Kalau Mama sehat. Hanya saja papa Sekarang sudah meninggal setahun yang lalu. "Om turut berduka. Maaf tidak datang Om juga baru tahu ini."


"Gak apa Om, Runa juga ngerti."


Jadilah anak yang baik, berbakti sama orang tuamu. Pantaskan dirimu jika mau bersanding dengan Nabila. Radji menepuk bahu Runa. Runa hanya mengangguk dan tersenyum kaku.


"Om ke sana dulu ya tante mu sudah menunggu." Runa hanya mennggukkan kepalanya sambil menatap punggung Radji.


Keluargaku sudah di cap jelek bangkrut pula. Mama juga sekarang sering sakit - sakitan, bagaimana aku bisa membalikkan keadaan seperti dulu.


Runa terduduk lemas di salah satu kursi tunggu hingga ada sebuah tangan menepuk bahunya. "Kalau kau tak bisa perjuangankan cintamu izinkan aku yang berjuang, meski sulit" . Mendengar kata - kata itu membuat Runa tersentak dan mengangkat wajahnya.


Kau terlalu pengecut jadi laki - laki harusnya kau jadi banci saja. Kau terlalu beruntung bisa di cintai Nabila. Tapi kau menyia - nyiakannya, tidak bisakah kau berjuang untuknya?.

__ADS_1


Aku benci laki - laki sepertimu. James pergi meninggalkan Runa dalam keadaan kesal.


Ia tidak habis fikir mengapa Nabila bisa suka laki - laki tipe Runa. Seorang pengecut yang takut perjuangkan cintanya sendiri.


~


"Kita foto bareng yuk, buat kenang kenangan. ucap James." Mereka berfoto ria dengan berbagai pose, mungkin setelah ini aku akan merindukan kalian, ucap james sendu.


Kita bisa masuk dalam satu universitas yang sama meski beda jurusan, gitu aja kog susah, Karin sebal melihat wajah James yang sok - sokan sedih.


"Aku akan kuliah di Singapura, Ayahku memintanya dan aku tak bisa menolak."


Benarkah? Berarti kita gak bisa ketemu lagi, Nabila bersuara setelah dari tadi diam.


Bisa saja, kamu juga jangan melow seperti dia Karin menunjuk James, sekarang sudah modren, kita bisa vidio call atau sekalian ke sana hitung - hitung liburan, jadi jangan di buat pusing sekarang semua serba canggih.

__ADS_1


__ADS_2