
Lama menunggu akhirnya Dafa pulang juga, segera Rama merunduk agar tidak terlihat oleh mantan sahabat sekaligus mantan pacar dari istrinya. Mobil Dafa lewat begitu saja setelah merasa aman Rama menjalankan mobil dan memasuki halaman rumah orang tua istrinya.
Nindy yang masih duduk di depan teras rumahnya terkejut melihat mobil Rama yang berhenti, segera ia cepat - cepat mengelap air mata dan berdiri menyambut sang suami.
Rama turun dari mobil segera Nindy menyalin tangannya. "Kamu sudah makan" tanya Nindy dengan lembut.
"Sudah, Kamu ngapain di luar begini, angin malam tidak baik untuk kesehatan" Ucap Rama pura pura tidak tahu bahwa Dafa baru saja pulang, ia hanya ingin melihat Nindy jujur tidak kepadanya mengenai kedatangan Dafa.
Nindy hanya tersenyum. Ia tampak enggan untuk bercerita tentang kedatangan Dafa. "Masuk yuk mas, aku buat kan kopi. Kalau kamu makan lagi sekalian kita makan bersama."
Rama tersenyum kecut melihat istrinya yang tak jujur, mungkin Nindy malas kembali ribut dengan dirinya jika menyinggung Dafa. Rama berusaha memahami perasaan Nindy.
__ADS_1
Rama dan Nindy melenggang masuk ke dalam rumah, Saat ini kondisi rumah sedang sepi di karenakan orang tua Nindy berangkat ke kota Palu sedang ada acara keluarga di sana.
"Kamu tidak takut sendirian di rumah?" Tanya Rama membuka percakapan.
"Tidak, aku sudah biasa di tinggal sendiran seperti ini jadi sama sekali tidak takut" Jawab Nindy sembil membuatkan kopi.
Aku minta maaf untuk pertengkaran rumah tangga kita, mungkin aku belum bisa berdamai dengan kenyataan untuk itu aku minta maaf kepada dirimu dan keluargamu. Aku ingin kita memulai dari awal rumah tangga kita.
Mendengar perkataan Rama membuat mata Nindy berkaca -kaca. Ini yang di di harapkan ya selama ini bisa memulai rumah tangga bahagia meski tidak saling mencintai.
Nindy mengangguk, ia tampak bahagia terlihat jelas dari raut wajahnya.
__ADS_1
Rama berdiri dan mendekati sang istri dan mengecup kening serta memeluknya, meski perasaan cinta belum tumbuh di hatinya tapi ia bertekad memperbaiki semuanya. Ia tidak ingin mengecewakan keluarga yang ia sayangi.
Untuk pertama kalinya Nindy merasakan kehangatan antara dirinya dan Rama. Ia bersyukur kesabarannya selama ini membuatkan hasil.
"Bagaimana kalau kita makan di luar? selama kita menikah kita tidak pernah makan berdua secara romantis. Anggaplah ini permulaan untuk hubungan kita."
"Kalau begitu aku ganti pakaian dahulu, kamu minum dulu kopi yang baru aku buat" Nindy berkata dengan terbata - bata, saking senangnya ia merasa sesak sedikit gugup.
Rama merasa geli melihat ekspresi istrinya. Baru kali ini ia memperhatikan setelah Sampir dua tahun menikah. Sepuluh menit kemudian Nindy turun dengan cantik dan anggun, Rama yang melihat sampai tak berkedip, "Kemana saja aku dua tahun ini? mengapa aku sibuk mengejar wanita yang aku cintai sementara wanita yang sabar dan spesial serta tak banyak menuntut aku lewatkan begitu saja" Rama mengerutuki kebodohannya.
"Harusnya ini berkah untukku di balik semua penghianatan Dafa tapi secara tidak langsung ia menyerahkan berlian untukku" Rama kembali menyesali perbuatannya selama menikahi Nindy.
__ADS_1
"Kita jalan sekarang? Kata Nindy setelah melihat Rama hanya diam tertegun.
"Tentu" Mendengar suara Nindy membuat lamunan Rama terbuyar. Mereka berjalan menuju mobil dengan bergandengan tangan. Rama mengambil tangan Nindy dan menggenggamnya sementara Nindy hatinya sangat berbunga - bunga karena lagi - lagi ini perlakuan manis Rama semenjak mereka menikah.