
"Kau lihat bahkan bertanding di sekolahmu saja aku bisa menang" ejek Radit. Itu menandakan kau lemah. Mempertahankan cintamu saja tak bisa apa lagi bermain voli dan melawanku. "Untuk Nabila aku akan mendapatkannya kau lihat saja nanti" ucap Radit ketika hendak keluar dari lapangan.
Harusnya kau bisa bermain profesional tidak melibatkan perasaan. Aku tahu hubunganmu dan juga Nabila, James menatapnya kesal.
Kau tidak apa Jessi memberikan minuman ke Runa. "Kalah menang dalam pertandingan itu biasa," Jessi memberi semangat.
"Harusnya aku tak terprovokasi sama Radit" Ucap Runa menyesal.
"Kau mengenalnya?" tanya Jessi.
Dulu kami satu sekolah sebelum aku pindah ke sekolahan ini.
"Apa Kau ada masalah dengannya?" tanyanya lagi.
"Biasalah hanya urusan laki - laki" jawab Runa.
Jessi hanya mengangguk paham. Apa ada hubungan dengan Nabila karna tadi sebelum pertandingan Jessi sempat melihat perdebatan antara Runa dan Radit termasuk juga ada Nabila di sana. Semakin menguatkan bahwa mereka memang memiliki hubungan.
Nabila berjalan sambil membuang muka saat melewati Runa dan Jessi. Dirinya sangat kesal melihat Jessi yang memberikan minuman dan mengelap keringat Runa. Nadya mengusap lengan sahabatnya seakan menenangkan. Nadya tau saat ini Nabila tengah cemburu melihat Runa bersama teman perempuannya.
__ADS_1
Habis ini kita mau ke mana? Nadya mengalihkan suasana. Acara sudah selesai jadi sudah bebas mau kemana - mana, kan gak asik kalau langsung balik pulang.
Kita jalan - jalan gimana? nongkrong atau nonton gitu.
"Boleh, nongki - nongki cantik biar cuci mata liat yang tampan dulu" tawa Karin.
"Hahahaha bisa aja kamu Rin." Nabila dan Nadya ikut tertawa.
Nadya izin ke wali kelas karna tak ikut pulang bersama yang lain. Setelah mendapatkan izin Nadya pergi mencari Nabila dan Karin.Tapi dari kejauhan Nadya melihat Nabila sedang berdebat dengan Radit. Segera Nadya berlari untuk menengahi.
"Sekali lagi aku ingat kan sama kamu. Aku gak akan Sudi terima kamu. Biar sekalian aku melajang seumur hidup dari pada harus sama kamu" ujar Nabila.
Radit kamu gak bosan yah gangguin Nabila dari dulu. Aku akan laporin sikap kamu ke Om wisnu biar kamu di kirim ke rumah Oma sekalian, biar belajar bersikap baik kamu di sana.
"Gak usah ikut campur urusan aku, paham!" Radit meninggikan suaranya menandakan ia tak takut ancaman Nadya.
Kalau menyangkut sahabat aku, Aku tak takut sama kamu! Balas Nadya.Radit pergi sambil mengacungkan jari tengahnya.
Maafin Radit ya, Sebenernya nya dulu Radit itu anak yang baik dan penurut tapi semenjak ibunya meninggal, Radit berubah menjadi pembangkang, suka marah dan sangat ambisius. Entah apa yang membuat nya berubah tapi Radit sangat takut jika kirim ke rumah Oma. Sebagai sepupunya aku minta maaf .
__ADS_1
Nabila tersenyum dan mengangguk. Ini bukan salah mu ,tidak perlu meminta maaf.
Lama sekali Karin, katanya hanya sebentar saja Nabila mulai gelisah takut terjadi apa - apa dengan sahabatnya itu. "Memangnya Karin kemana?" tanya Nadya.
Katanya ke toilet tapi sudah lebih dari lima belas menit, apa kita susul saja .Tak selang waktu lama, "Mau kemana kalian...?"
"Tentu saja menjemputmu" Nadya mengelos. "Hehehe lama ya, tadi antriannya panjang makanya lama."
~
"Pak ke mall Xxx ya" pinta Karin saat naik taksi yang mereka tunggu dari di depan sekolah.
Baik nona, Kita lewat jalan sini ya soalnya di depan lagi ada perbaikan jalan jadi macet, Kata supir taksi menjelaskan. "Terserah bapak mana baiknya saja. Itu bukannya Runa ,Mereka pacaran ya?" ucap Nadya.
"Runa nganterin Jessi pulang. So sweet banget mereka mana Runa ngacak rambut Jessi lagi, patah hati dah aku" Karin merasa jeles.
Nabila diam memperhatikan interaksi antara Runa dan Jessi. Tidak lama hp Nabila berbunyi, saat di lihat Nadya lah yang mengirimkan pesan.
"Sebenernyanya gimana sih hubungan kalian."
__ADS_1
Tau ah Nabila mengelos, sedangkan Nadya menghela nafas menyaksikan betapa rumitnya kisah cinta sahabatnya itu.