
"Bagaimana jika aku berada diposisi kak Nindy, Apa kakak tidak memikirkan nya? apa kakak tidak ingat kalau kakak mempunyai adik perempuan?" Nabila terisak mengatakannya.
Blush
Hati Rama bergetar mendengarnya, ia sama sekali tidak berfikir sejauh itu. Membayangkan Nabila diposisi Nindy kembali hatinya berdenyut. Bagaimana ia bisa terima jika ada laki - laki yang memperlakukan adik yang ia jaga dan sayangi selama ia hidup melukainya baik secara perlakuan dan perkataan.
Kembali ia teringat sering mengucapkan kata kata menyakitkan untuk Nindy meski tidak pernah melakukan secara fisik tapi bukan kah sama sakitnya jika mendapat perkataan menyakitkan terlebih dari suaminya sendiri? Mendadak lutut Rama melemas.
"Tidak kan kak? Kakak tidak memikirkan nya, jadi untuk apa Kakak melarang hubunganku dengan Runa? jadi biarkan aku memilih jalan takdirku juga. Apapun nanti yang terjadi kakak jangan mencampurinya."
__ADS_1
"Aku tidak akan terima jika Runa menyakitimu ingat itu!" kata Rama dengan tegas.
"Lalu kakak bisa memperlakukan kak Nindy seperti ini? Apa kakak tidak memikirkan perasaannya dan keluarganya? Apa bedanya kakak dengan orang jahat di luaran sana. Kakak tidak ingin aku mendapat suami seperti kakak, lantas apa keluarga kak Nindy bisa menerimanya? Apa yang akan mereka lakukan jika mengetahui hal ini, fikirkan lah kak. Jika kak Nayla perempuan baik - baik pasti ia menolak jika kakak datang menemuinya terlebih kak Nindy juga sahabat kak Nayla. tapi ia tidak melakukannya kan kak?" Nabila semakin menggebu - gebu mengutarakan perasaannya.
Rama terdiam, memang sempat Nayla menolak kedatangan Rama namun lama - kelamaan Nayla menerima bahkan mereka sering bertemu, bahkan mereka tidak memikirkan perasaan Nindy. "Maafkan kakak dek, kakak tidak pernah berfikir sejauh itu..." ucap Rama lirih.
Minta maaflah kepada istri kakak bukan ke aku, kakak menyakitinya. Tadi ayah juga cerita katanya baru pulang dari rumah orang tua Kak Nindy membicarakan masalah rumah tangga kalian. Ayah yang susah dekat dengan orang lain bisa cepat akrab dengan kak Nindy, apa kakak tidak memperhatikan nya? itu menandakan kak Nindy mempunyai kelebihan dalam mengambil perhatian ayah selain ia orang yang baik dan sopan kepada orang tua belum tentu kak Nayla bisa melakukan itu.
"Tanyakanlah ke diri kakak sendiri bukan ke aku, yang bisa menjawab hanya kakak sendiri"
__ADS_1
Rama memeluk Nabila, air matanya keluar membasahi pipi. Rama sangat susah untuk menangis termasuk memilih melepaskan Nayla dan menikahi Nindy ia sama sekali tidak menangis ia hanya meluapkan kemarahannya pada Nindy itu pun setelah mereka menikah. Tapi untuk ini ia menangis, membayangkan jika Nabila diposisi Nindy. Itu lah penyebab ia menangis.
"Kakak sangat sayang padamu, Kakak janji akan memperbaiki rumah tangga kakak demi kamu"
Jangan kerena aku, tapi karena diri kakak sendiri. Kakak harus bahagia, jika kakak bahagia aku dan orang tua kita juga akan bahagia. Kak Nindy orang yang tepat untuk kakak, kakak harus mempertahankannya sebelum ia berubah fikiran menyerah dengan sikap kakak.
Ratna yang mengintip dari balik pintu menangis terisak. Ia tidak menyangka Putri bungsunya lebih dewasa dari pada putra sulungnya. Nabila yang mendengar suara isakan tangis segera mengurai pelukan dan melangkah mendekati pintu kamar. Sedangkan Rama yang bingung hanya diam mengamati.
Mama...
__ADS_1
Ratna langsung memeluk dan mengusap kepala putri bungsunya. "Mama sangat bersyukur kamu memiliki pemikiran seperti itu sayang"
Rama yang mendengar suara Mamanya langsung beranjak dari duduknya dan melihat adik dan mamanya tengah berpelukan, sejenak ia mematung. Karena sikap egoisnya banyak mengorbankan perasaan orang - orang di sekitarnya.