
Setelah pulang dari taman Nabila sempat berhenti di depan rumah James, ia melihat sekeliling mencari informasi apa pun itu, sebenarnya ia sendiri tidak yakin yang di lihatnya di taman ada James tapi saat ia menepuk dan mencubit pipinya itu terasa sakit menandakan itu semua adalah nyata, tapi kenapa James tidak mengejarnya?.
Karena tidak mendapatkan informasi apapun, Nabila memutuskan pergi, namun baru ia hendak menjalankan mobilnya ada sebuah mobil mewah masuk ke dalam rumah yang tengah di awasi nya.
"Itu mobil siapa? aku baru melihatnya. Apa om Ramen sudah berganti mobil, ah rasanya tidak mungkin mengingat om Ramen sangat pelit untuk membeli mobil baru" Ya Ramen akan mengganti mobilnya jika sudah rusak, kalau masih bisa di pakai ia tidak akan membeli yang baru hal itu juga menurun kepada anak - anaknya. meski mereka hidup bergelimang harta.
Karena penasaran Nabila memutuskan untuk keluar dan mengintip siapa kah yang keluar dari mobil tersebut. Betapa terkejutnya saat melihat yang turun adalah James dan juga Ryanti. Mereka terlihat sangat akrab, lantas Nabila teringat akan Radit. Apakah Ryanti menduakan nya? kalau itu benar, tidak bisa di bayangkan hancurnya perasaan Radit.
__ADS_1
Cukup melihat ia berubah karena kejadian yang menimpa orang tuanya jika itu terjadi pada dirinya sendiri maka tidak bisa di bayangkan bagaimana Radit nantinya, apakah lebih brutal dari ia SMA dulu atau kebalikannya mengingat sekarang Radit banyak perubahan baik dari sifat dan kelakuan.
"Apa aku foto dan memberikan pada Radit? tapi kenapa aku harus ikut campur urusan mereka? Ryanti juga teman ku, kenapa aku juga mencurigainya. Bisa saja mereka saudara" Nabila berbicara sendirian.
Karena sibuk dengan pemikirannya Nabila malah kehilangan James dan juga Ryanti, sepertinya mereka telah masuk ke dalam rumah. Karena tidak ada lagi informasi lanjutan Nabila kembali masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumah.
Jemes membuka tirai jendela memastikan apakah Nabila masih mengintip atau sudah pulang. Sebenarnya ia tahu Nabila ada di dalam mobil di depan rumahnya, termasuk juga mengintip dari balik pagar. Tapi ia diam ingin melihat sejauh mana Nabila ingin mencari tahu tentang dirinya.
__ADS_1
Dan ia kembali pulang setelah menyelesaikan kuliah dan ingin menagih janji yang telah ayahnya ucapkan beberapa tahun yang lalu. Karena Nabila lah ia bisa menyelesaikan lebih cepat dari pada umumnya dan sudah merintis usaha yang terbilang ringan. Cukup memantau dari jauh, dan sekarang usaha itu sudah berkembang pesat.
"Kak, kau melihat apa?" tanya Ryanti.
"Baru saja aku melihat pujaan hatiku" Jawab James sedang senyuman tipis. "Kenapa tidak di ajak masuk, mengapa malah membiarkannya di luar?" tanya Ryanti lagi.
Nanti kalau sudah saatnya aku akan membawanya masuk ke rumah ini dan tidak akan membiarkan ia keluar tanpa menyandang gelar Khan. Kau istirahat lah nanti malam kita akan ke pesta anniversary pernikahan orang tuamu.
__ADS_1
"Jangan di ucapkan, aku juga akan ingat" Ucap Ryanti dengan kesal. Sampai saat ini ia juga belum bisa menerima kenyataan ayahnya menikahi saudara dari almarhumah ibunya sendiri.
James diam, sepertinya ia telah salah dalam berbicara. Mengingat penolakan dari sepupunya itu meski ayahnya sudah menikah cukup lama dan ia belum juga bisa terima.