
Nabila pulang dengan perasaan bingung, sedangkan Radit pulang ke rumah dalam keadaan patah hati. Sedangkan Runa masih menunggu kabar dari Nabila dan James saat ini tengah senang kerana melihat kembali wanita pujaannya, Bagiamana ending dari mereka. Yuk kita ikuti jangan sampai ketinggalan ☺️☺️☺️☺️
**********
Malam ini begitu dingin, akibat dari cuaca malam yang gerimis. Nabila masih mendiamkan Runa, sedangkan Runa sendiri tengah sibuk menyelesaikan tugas akhir. Ia berharap tahun ini bisa menyelesaikan kuliahnya dan segera melamar Nabila.
Sedangkan Radit tengah menatap orang yang berlalu lalang di jalanandari atas balkon rumahnya, mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka masing - masing. Sesekali ia melihat handphone apakah Ryanti sudah membalas pesannya atau belum.
Malam ini acara pesta anniversary orang tua Ryanti yang di adakan di hotel ternama di Jakarta. Banyak kalang atas dan juga pembisnis hebat yang datang, termasuk Bagas ayah dari Jessi. Ia Menggandeng sang putri tercinta untuk di kenal kan kepada para kolega sebagai penerus dari perusahaannya nanti. Ada sebagian mereka berkeinginan mengenalkan Jessi dengan anak - anak mereka.
Jessi menebar senyum sepanjang acara berlangsung, membuatnya ingin pergi tapi menghargai permintaan papa nya untuk tetap menemaninya sampai matanya menangkap seseorang yang ia kenal, "James... Benarkah itu dia" Gumam nya seakan tak percaya dengan pandangan matanya. Mengapa semakin tampan dan berwibawa, seakan tak percaya dengan pandangan matanya saat ini ia kemudian datang mendekati.
__ADS_1
"James... Kau lah itu?"
Mendengar namanya di panggil James pun menoleh. "Jessi... apa kabar?"
Jessi menutup mulutnya dengan tangan seolah ia tak menyangka melihat perubahan James sekarang. Melihat tingkah Jessi, James datang mendekati teman semasa mereka SMA dulu. "Apa kabar mu Jes?" tanyanya lagi.
"Aku... aku baik - baik saja" ucapnya sedikit kaku. "Kau sudah kembali? kenapa tidak mengabariku!" Tanya Jessi mendekatkan diri.
Melihat sikap Jessi yang aneh, James hendak meninggalkannya namun ada perasaan tak enak. "Jessi, kau tidak kenapa - kenapa kan?"
"Eh iya, aku hanya teringat Runa" jawabnya santai. Mendengar nama Runa, James mengerutkan keningnya. Bagaimana berhubungan mereka sekarang , teman atau lebih dari teman? James menduga - duga.
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan Runa, oh iya bagaimana kabarnya? lama aku tidak mendengar kabar dari kalian"
"Tentu saja dia sehat dan makin tampan. sekarang kami juga sudah berpacaran!"
Pacaran? Lalu bagaimana dengan Nabila?. Apa semalam ia sedang bersedih saat aku melihatnya di taman? Ada banyak pertanyaan di dalam kepalanya. Meski begitu ia berusaha bersikap biasa saja di depan Jessi.
"Kalau begitu selamat, usahamu untuk mendapatkan nya tidak sia - sia" Kata James menyenangkan hati Jessi.
"Tentu, aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan" Ucapnya dengan santai.
"Kalau begitu aku tinggal dulu, aku harus menemui sepupuku dulu, sampai bertemu lagi" James tersenyum dan pergi.
__ADS_1
Jessi memandangi punggung James yang mulai menghilang di dalam keramaian orang banyak. Jessi menarik nafas kemudian tersenyum licik. ia sedang menyusun rencana yang akan banyak melibatkan orang - orang nantinya.