JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 18


__ADS_3

Kakakmu masih sakit hati dengan Dafa. Ia takut Runa sama seperti kakaknya. Melihat keluarga mereka yang berantakan kami tidak mau ambil resiko. Kau adik satu - satunya, kami sudah memercayakanmu pada Rama karna apabila kami tiada nanti maka Rama lah yang beralih menjagamu. Kau paham kan jika kami melakukan untuk kebaikanmu.


"Tapi apa yang kalian katakan itu sangat menyakiti perasaan Runa."


Bukankah yang kami katakan itu sebuah kebenaran. Terkadang kebenaran itu memang menyakitkan. Runa harus bisa menerimanya dan membuktikan dirinya pantas dan tidak sama seperti keluarganya.


Nabila menangis di pangkuan ibunya, satu sisi ia merasa kasian kepada Runa satu sisi apa yang di katakan ibu memang benar adanya.


Tapi kenapa Runa tak pernah mengatakan apa apa malah memilih menghilang tanpa meninggalkan pesan, sehingga Nabila merasakan kehilangan dan tidak mempercayainya lagi. Termasuk setelah mereka di pertemukan kembali dan Runa memilih memperlakukannya seperti tidak pernah saling mengenal.


Bersikap dewasalah, jika Runa memang menginginkanmu maka ia harus berjuang. Sekarang makan jangan buat dirimu sakit.

__ADS_1


"Tapi Nabila malu untuk keluar nanti kak Rama dan papa pasti bertanya kenapa mata Nabila bisa seperti ini." Kalau begitu nanti Mama akan bawakan makanan ke kamarmu. Jangan lupa segera kompres itu mata karna besok siang Mama akan mengajakmu ke Rumah nenek Sofia.


Nabila mengangguk. Setelah makan segera ia mengompres kedua matanya sambil tiduran. Tidak lama hpnya berdering segera di lihat yang ternyata Runalah yang menelfon. Nabila menarik nafas panjang rasanya untuk saat ini ia belum siap bercerita dan memilih tidak mengangkat panggilan dari Runa.


~


Besok siang seperti yang di katakan Mamanya mereka pergi ke Rumah nenek Sofia, ternyata Rumah nenek Sofia bersebrangan dengan rumah Runa. Runa yang tengah berdiri di balkon kamarnya melihat kedatangan Nabila dan Mamanya, ia hanya memperhatikan tanpa sengaja mata mereka bertemu karna Nabila juga sedang melihat - lihat sekeliling rumah nenek Sofia.


"Mengapa dunia ini terasa sempit sehingga selalu bertemu meski dalam ketidak sengajaan" kesal Nabila. Runa yang melambaikan tangan tidak mendapat tanggapan apapun dari Nabila. Nabila memilih masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan. Ia masih belum siap jika harus kembali dekat dengan Runa.


"Runa tolong antarkan sup ini ke rumah Nenek Sofia, tadi pagi ibu sudah berjanji untuk memberinya makanan ini."

__ADS_1


Kebetulan sekali batin Runa, ia mendapatkan alasan yang tepat. Segera ia antar kan dengan senyum mengembang.


"Permisi Assalamualaikum Nek" Runa sudah berdiri di depan Pintu rumah Nenek Sofia, kebetulan pintu pagar terbuka jadi Runa bisa langsung masuk.


'Walaikumsalam" Ratna terkejut kenapa Runa bisa berdiri di depan pintu, ia sempat mencurigai apakah mereka sengaja di ikuti.


"Siang Tante, bagaimana kabarnya?" Sapa Runa.


"Kabar tante baik, kenapa Runa bisa di sini?" tanya Ratna


Rumah yang di depan itu rumahku, Runa menunjuk rumahnya. "Oh kau rupanya, itu pasti Sup yang kau bawa, tadi pagi ibunya sudah berjanji akan memberiku, Nenek Sofia langsung memotong pembicaraan mereka."

__ADS_1


Mengambil dan menyuruh Runa untuk masuk. Ratna hanya mengangguk, sedangkan Runa tersenyum sambil mencari keberadaan Nabila Namun tidak ia temukan.Setelah tidak ada lagi alasan untuk berlama - lama di rumah Nenek Sofia terpaksa ia pamit pulang.


Rupanya Nabila menguping dari dalam kamar mandi. Kebetulan saat Runa Datang Nabila sedang di kamar mandi, Jadi memilih berlama - lama karna tak ingin bertemu.


__ADS_2