
Nabila tersenyum mendengar perkataan kakaknya, ia paham betul sifat karna memang kakak terlalu menyayanginya.
Maafkan aku dek, Mungkin terlalu melarang hubunganmu dengan Runa tapi percayalah apapun itu semua demi kebaikanmu.
Nabila hanya mengangguk, aku sudah tidak memikirkannya. Aku hanya akan mengikuti takdir yang di gariskan Tuhan. Bagaimana dengan kabar kak Nindy, apa kakak bahagia dengan pertunangan kakak?.
Rama hanya tersenyum getir. Entah lah, sama sepertimu hanya mengikuti jalan takdir. Mungkin cinta akan tumbuh seiringan kami bersama.
Aku doakan Kakak selalu bahagia dalam keadaan apa pun itu, doa Nabila tulus.
Rama mengangguk, Belakangan aku lihat kau sering murung dan mengurung diri di kamar. Apa ada masalah? Cerita kan itu akan mengurangi beban fikiranmu.
Sebenarnya aku sedang bingung kak, Semua semakin rumit. Mulai dari James yang memberikan hadiah cincin, "Nabila menunjukkan cincin pemberian James yang melingkar di jari manisnya." Dia mengungkapkan perasaannya, ditambah Runa yang hadir kembali, dan Karin yang marah padaku, Nabila menunduk sedih.
__ADS_1
Rama mengangkat dagu Nabila. Perihal Runa aku tidak mau ikut campur lagi, Jalan apa pun yang kau ambil akan aku coba terima. Tapi Kalau James bukan kah kalian bersahabat?.
Iya , Aku mengenalnya semenjak aku pindah sekolah. Dan kami menjadi sahabatan bersama Karin juga. Tapi sebelum James pergi ke Singapura dia memberi kami hadiah tapi hanya aku yang mendapatkan cincin ini sedangkan Karin tidak. Dan di dalam kotak cincin tersebut juga ada surat ungkapan perasaan James.
Kemudian James mengungkapkan perasaannya setelah ia sampai di Singapura. Aku bingung kak harus bagaimana. Aku takut persahabatan kami akan berubah karna hal ini. Sedangkan Karin marah karna beranggapan aku gak pernah cerita masalah pribadiku.
Semalam Karin mengajak bertemu sebelum ia pergi ke Bandung. Ajak jalan - jalan gitu terus aku keceplosan bicara kalau aku sedang stres karna banyak masalah.
Nabila mengangguk.
Bersyukur la kau di kelilingi orang baik dan sayang terhadapmu. Pergilah ke rumah Karin sebelum dia ke Bandung. Selesaikan masalah kalian, semua hanya salah paham saja. Untuk James, apa kau menyukai nya?
Nabila menggeleng, Aku hanya mengaguminya karna dia laki - laki yang sopan dan menganggap hanya teman tidak lebih.
__ADS_1
"Apa karna di hati mu masih ada nama Runa ?"
Nabila kembali menggeleng, Aku juga tidak tahu. Tapi untuk saat ini aku belum mau memikirkan siapa pun.
Baguslah, selesaikan dulu pendidikanmu baru Fikirkan yang lain. Apa perlu aku antar ke rumah Karin, Kebetulan aku juga mau keluar. "Iya kak, tunggu sebentar aku bersiap - siap dulu."
Hem, aku tunggu di depan, jangan terlalu lama "Oke, Nabila mengacungkan jari jempolnya."
Setelah menunggu dua puluh menit Nabila keluar dengan memakai pakaian casual nya. "Sudah kak, Ayo kita berangkat, ajak Nabila."
Aku sampai tertidur menunggumu. Rama menatap adiknya dari atas kaki sampai ke rambut Kau memang cantik maka tidak heran banyak yang suka, tapi ingat kau harus pandai menjaga diri, terlebih dari laki - laki play boy. Jangan mudah termakan rayuan laki - laki, di Kampusmu nanti pasti juga banyak laki - laki seperti itu, jelas Rama.
Siap Nabila memberi hormat, "Perintah akan segara di turuti," jawab nya sambil tertawa.
__ADS_1