JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 59


__ADS_3

Nabila merogoh tas dan mengambil benda pipih, mencari kontak Karin dan langsung menelfon dirinya. Dan setelah tersambung -


"Ya hallo ada apa lagi? Aku sedang sibuk" Ucap Karin yang membuatnya terkejut. "Aku baru menelfon tapi kamu sudah marah - marah gak jelas" Terang Nabila dengan rasa kesal. Bagaimana tidak kesal lama tidak ada kabar namun saat di telfon justru mendapat kata - kata kasar dari sahabat lamanya itu.


Karin menautkan alisnya mendengar suara yang menelfon ya adalah perempuan, setelah di lihat nama yang tertera nama sahabat lamanya ia langsung menepuk keningnya "Maaf kan aku Nabila, aku tidak melihat siapa yang menelfon. Maaf karena aku sudah memarahimu, aku sedang kesal dengan Reza sepupuku, ia terus menelfoniku" jelasnya agar tidak terjadi kesalah pahaman.


Em ia, lain kali lihat dulu siapa yang menelfon, kan aku jadi spaning denger perkataan kamu. "Iya iya aku kan sudah minta maaf, ada apa nih tumben nelfon"

__ADS_1


"Tiba - tiba aku teringat James, ada gak dia kasih kabar ke kamu?" Nabila langsung to the point menanyakan rasa penasarannya.


"Kenapa kamu teringat dia, Kengen yah? aku kira kamu udah lupa, soalnya dalam fikiran kamu kan cuma ada si Runa, padahal James juga tak kalah baiknya gak tukang pemberi harapan palsu lagi"


"Kamu bisa aja Rin, aku kan cuma tanya kabarnya James malah berembet ke si Runa"


"Iya aku juga kesal sama kamu yang kelewat bodoh, dari jaman kapan sampai jaman kapan gak ada perubahan. Masih aja di tungguin orang yang gak jelas, Mending kamu lihat si James. Sekarang dia mau skripsi, lebih cepat dari kita kan? itu tandanya dia pintar, dia juga sedang ada usaha yang baru di rintisnya. dari pada si Runa, boro - boro ngajak ke serius, status juga masih gak jelas sampai sekarang" Karin mengungkapkan kekesalannya terhadap sahabatnya yang di butakan oleh cinta.

__ADS_1


"Terus aja di belain tu si pujaan hati yang dari orok, males deh ngomongin si Runa. Kamu apa kabar?" Karin mengalihkan topik takut ucapannya nanti menyinggung perasaan sahabat yang cintanya kelewat akut.


"Alhamdulillah sehat, kamu sendiri gimana sehat kan? kirim salam ya sama Oma dan papa kamu."


"Aku baik, Oma dan papa juga sehat nanti aku sampaikan salam dari kamu" Lama mereka bertukar kabar hingga salah satu dari mereka menyudahi karena ada kesibukan yang lain.


Nabila menatap langit - langit kamarnya mengingat dimana James mengungkapkan perasaan nya ia langsung teringat cincin pemberian dari James, segera di bukanya almari mencari kotak yang berisi cincin tersebut.

__ADS_1


"Gara - gara ingin melepaskan cincin ini dari jemariku aku harus menguruskan badan" Ia tersenyum mengingat dimana susahnya melepaskan cincin tersebut. Di pandanginya cincin berlian yang sangat indah yang sempat melingkar di jemarinya. James... James, aku kangen rindu sama candaan kamu, padahal dulu kami sempat berjanji akan menyusulmu.


Dan sekarang kau hilang kabar, aku juga tak cukup berani meski hanya untuk menanyakan kabar. Nabila kembali meraih handphone dan membuka bebagai sosial media mencari kabar terbaru dari James. Banyak foto dan video yang di bagikan James. Sekarang ia terlihat makin tampan dan berkarisma. Ia juga bersyukur James sepertinya sudah makin berkembang baik dalam perubahan jati diri juga dalam memulai karirnya. Setidaknya ia tidak terlalu merasa bersalah kepada sahabatnya itu.


__ADS_2