
Seru sekali kalian bercerita sampai kalian melupakan kami, ucap Ramen. "Biasa Yah, kalau perempuan udah ngumpul jadi gak ingat waktu" jawab James.
Karin dan Nabila tersenyum kemudian menyalim papanya Jessi. "Selamat malam Om Sapa mereka."
Selamat malam juga, mari sini kita makan bersama, apakah kalian satu kelas semua? tanya papanya Jessi.
Enggak om, kami bertiga satu kelas dan Jessi beda kelas dengan kami, tapi kita lumayan akrab jawab Karin.
Pak Bagas hanya mengangguk, Mari kita makan semua, selamat menikmati Ramen sebagai tuan rumah mempersilahkan makan.
__ADS_1
Selesai makan James mengajak teman - temannya ke taman belakang. Sedangkan Ayahnya dan pak Bagas pergi ke ruangan kerja membahas kerja sama mereka. James memainkan gitar sambil bernyanyi sambil sesekali melirik Nabila. Jessi yang paham pandangan James menyenggol - nyenggol lengan Nabila .
"Sepertinya James naksir kamu Bila, Coba lihat pandangannya tidak lepas darimu." ucap Jessi. Sedangkan Nabila hanya tersenyum menanggapi.
"Mungkin setelah ini kalian LDR an karna kata papaku James akan kuliah di Singapura seperti kakaknya. "Lagi - lagi hanya senyuman dari Nabila yang di dapatkan Jessi.
"Aku belum kepikiran untuk pacaran, masih happy dengan sindiri jawab Nabila." Tapi entah kenapa Jessi merasa ada yang di sembunyikan Nabila. Kemudian ia teringat Runa yang juga belum mau pacaran, mereka sama - sama masih betah sendiri.
Eh itu aku belum tau masuk di universitas mana masih bingung, ucap Nabila berbohong. Sebenarnya ia sudah mendaftarkan di universitas yang sama. Cuma setelah tahu ia akan belajar di tempat yang sama dengan Runa dan Jessi, Nabila mengurungkan niatnya untuk masuk di universitas Xxx.
__ADS_1
Benarkah padahal sebentar lagi akan mulai masuk ajaran baru. Sepertinya kau segera menentukan pilihan agar tak terburu buru dan salah memilih universitas. Jessi sengaja menekan kan kata tidak salah memilih universitas. Seolah menunjukkan dirinya dan Runa masuk di universitas bergengsi.
Jessi bercerita tentang Runa yang mana Nabila merasa muak mendengarnya. Jessi memang sengaja bercerita mengenai Runa. Ia ingin menunjukkan kedekatannya di depan Nabila.
Karin yang merasa Nabila tak nyaman bercerita dengan Jessi menariknya dan mengajak berduet bernyanyi dengan James. James pun tak tinggal diam merasa mendapat momen pas ia segera bernyanyi tentang ungkapan hatinya sambil sesekali memegang tangan Nabila.
Melihat sikap James tentu membuat Jessi senang, tidak terlalu memikirkan Nabila akan merebut Runa darinya. Sehingga Jessi bisa leluasa mendapatkan Runa tanpa memikirkan saingan. Meski telah hampir tiga tahun ia mendekati Runa namun juga belum mendapatkannya. Entah kenapa begitu sulit Jessi mendapat perhatian lebih dari sekedar teman.
Sebelum pulang James mengajak berfoto bersama, ia juga sempat berfoto berdua dengan Nabila. mengucapkan salam perpisahan dan mengantar Karin dan Nabila ke mobil mereka. sedangkan Jessi telah pulang duluan bersama papanya.
__ADS_1
Setelah para tamunya pulang Ramen mengajak James bercerita di ruangan tengah. "Ayah tau kau menyukai Nabila, ucap Ramen membuka percakapan. Ayah tidak melarang setelah ayah menyelidikinya ternyata Nabila berasal dari keluarga yang baik dan terpandang. Tidak masalah jika kau mau mendekatinya, tapi pesan ayah jangan terlalu bawa perasaan sehingga mempengaruhi sekolahmu. Tetap pendidikan yang harus di utamakan."
James yang sempat terkejut sekaligus senang mendengarnya. Ia tidak menyangka sang ayah bisa mengetahui semua, "Aku paham aku juga tidak terlalu berharap lebih pada Nabila. Sangat sulit mendekatinya, Selain Nabila belum bisa melupakan teman masa kecilnya ia juga menganggapku hanya teman, mungkin ini akan sulit".