JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 37


__ADS_3

Nabila terburu - buru sebab ia bangun kesiangan. kelamaan di rumah membuatnya malas bangun di pagi hari. Sialnya ia melupakan hari ini pertama ia masuk ke sekolah perguruan tingginya. "Mama kenapa gak banguin aku sih" sunggutnya kesal.


"Salah kamu kenapa habis sholat subuh kamu tidur lagi, jadi ya gini kesiangan."


Ia juga ya, Berfikir malas bertemu Runa di sana membuatnya santai bahkan malas - malasan untuk kuliah. Sayang ayahnya tidak memberi pindah ke fakultas yang lain. "Aku antar Naik motor biar cepat sampai" ucap Rama.


Nabila mengangguk, " Sarapan dulu biar ada tenaga menghadapi orang orang di sana !".


"Maksud kakak ?" sambil mengunyah sarapan. Aku sudah siap ayo kak. Salam tangan mamanya Kemudian pamit pergi.


~


Ingat pesan kakak, Apa pun yang terjadi nanti kamu harus fokus pada pendidikan, baru urusan yang lain. ucap Rama.


Iya aku ingat kak, aku masuk dulu Assalamualaikum Nabila menyalim tangan Rama melangkah berjalan memasuki pintu gerbang .


Suasana baru tapi dengan orang stok lama. Hem Nabila menarik nafas panjang. Sungguh ia tak bersemangat menimba ilmu di sini. selain tidak merasa nyaman ia juga belum mempunyai teman karib. Seorang diri memang tidak membuatnya takut namun menghadapi orang yang membuat muak perlu teman yang bisa ia ajak cerita. Memasuki kelasnya memilih duduk di bagian tengah .


"Boleh aku duduk di sini ?"


Nabila melirik, melihat gadis berhijab berpakain muslimah. "Boleh" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku Rianti dari kota Malang."


Aku Nabila, Kamu di sini tinggal sama siapa?"


mengingat kota itu cukup jauh dari tempat dimana ia menimba ilmu.


Tinggal sendiri, Aku gak suka keramaian jadi aku minta di belikan rumah.


"Kamu gak takut tinggal sendirian" tanya lagi.


Kenapa mesti takut, bukan kah jika kita meninggal juga sendirian. Jadi apa bedanya.


Mendengar perkataan Rianti membuatnya tersenyum kecut, ia tak mengira mendapat jawaban telak.


~


Mendengarkan arahan dari para Senior, sampai ada yang di kerjain bahkan ada juga yang menangis membuat Nabila jenuh. Ditambah melihat Jessi dan Runa bak prangko menambah titik kejenuhannya. Setengah harian barada di aula ini membuatnya ingin pulang, sampai seseorang menyentuh bahunya dari belakang membuat lamunannya buyar dan melihat pria tampan yang tersenyum menatapnya.


"Perkenalkan dirimu!" perintahnya.


Nabila memperkenalkan dirinya setenang mungkin, Semua mata menuju ke arahnya .

__ADS_1


Menatap takjub gadis campuran Arab tinggi semampai di tambah wajah dan body yang aduhai. Membuat kaum Adam tidak bisa mengalihkan pandangan begitu saja.


"Bisa kamu jelaskan apa ini ?" Alif menunjuk bagian di tengah pipi Nabila.


"Lesung pipi Kak" jawab Nabila polos.


Aku suka itu, sangat indah cocok di wajahmu.


"Terima kasih kak" ucap Nabila.


Kejadian barusan membuat dada Runa panas, merasa tidak senang melihat laki - laki lain menyentuh Wanitanya di depan matanya sendiri.


Jessi menangkap aura wajah Runa yang tidak senang, ia tersenyum senang dengan kejadian ini. Bukan menanggap sebagai musuh tapi setelah ia melihat Nabila di rumah Runa di tambah kejanggalan dari massa sekolah dulu ia berfikiran bahwa Runa memang memiliki hubungan bersama Nabila tapi sengaja mereka tutupi.


Namanya kak Alif, anak dari rektor sini. Bagaimana tampan bukan? Cocok juga dengan Nabila yang cantik tapi jomblo, bisik Jessi.


"Kau mengenalnya?" tanya Runa.


Siapa yang tidak kenal kak Alif. laki laki tampan dengan segudang prestasinya, Anak rektor pula, tambah Jessi.


Semakin ke sini Runa semakin tidak nyaman berada di dekat Jessi. Seperti haus akan laki laki dan semakin posesif, berubah dari Jessi yang di kenal nya dulu, tidak seperti Nabila yang cuek bahkan tidak perduli dengan lelaki manapun .

__ADS_1


Ia menatap Nabila dengan tersenyum, Entah bagaimana caranya dan apapun yang terjadi Nabila harus menjadi miliknya, ia bertekad dalam hati.


__ADS_2