JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 28


__ADS_3

James melihat kembali apakah telfonnya masih tersambung apa tidak, setelah memastikannya ia memberanikan diri untuk meminta maaf. Maaf Nabila Kalau kamu terkejut atas pernyataan aku barusan, tapi itu murni dari dalam hatiku, aku berharap setelah ini kamu masih mau berteman. James menjeda ucapannya menarik nafas dalam dan menghembuskan.


Nabila aku tutup dulu telfonnya yah, anggap aja pernyataan aku barusan angin lalu jangan kamu fikirkan aku gak mau kamu sakit karna ini. Selamat beristirahat, Assalamualaikum.James mematikan sambungan teleponnya.


Walaikumsalam jawab Nabila, ia tidak mampu mengeluarkan suaranya, seperti tercekik di tenggorokan. ia membekap wajahnya dengan bantal dan berteriak kencang.


"Ahhhhhhh..." teriaknya.


Setelah ini aku harus bersikap seperti apa ke James. Nabila menggaruk - garuk kepalanya. Ya Allah rasa ingin menghilang saja aku dari bumi ini. Di pandanginya cincin pemberian James, berusaha mengeluarkan dari jemarinya tapi tak bisa.


Susah sekali, di balurinya dengan lotion tapi tetap sama malah jarinya lecet merah - merah. Bagimana ini ? cincinnya nyangkut di jari tulang tengah. meniup - niup kulit jarinya yang merah dan mengelupas, Lebih baik aku tidur mudah mudahan besok semua sudah membaik.

__ADS_1


~


"Tolong jangan tinggal kan aku..." lirih Runa.


Maaf, ini sudah menjadi keputusanku, semoga kamu mengikhlaskan semuanya.


Fikirkan sekali lagi, dari kita masih kecil Nabila, semua proses panjang kita semua sudah kita lewati sampai kita sudah dewasa. Bagaimana bisa kau melupakan semuanya.


"Nabila..." teriak Runa.


Namun Nabila tidak mempedulikan panggilan Runa, James menggandeng tangan Nabila pergi tanpa melihat kebelakang. Dari dalam mobil bisa Nabila melihat Runa yang bersimpuh di tanah. Air matanya mengalir tanpa henti. Seakan ia bisa merasakan sakit yang di rasakan laki - laki itu Nabila hanya bisa menghela nafas dan berdoa berharap Runa mendapat pengganti yang lebih dari dirinya.

__ADS_1


Hisk hiks hiks


Nabila merasa sesak di bagian dada. Pipinya juga basah, nafas yang memburu turun naik dengan cepat Namun hatinya merasa sangat sakit membuat ia bingung ternyata ia hanya mimpi namun seperti nyata.


Nabila terbangun dari tidurnya melirik jam yang menunjukkan jam setengah tiga pagi. Segera bangun dan mengambil air minum di atas nakas meneguk dan menghabiskannya. Ia mengusap wajahnya yang basah karna keringat, segera ia memanjatkan doa.


"Allohumma inni a'zubika min 'amalis syaithoni wa sayyi-atil ahlam. Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.


Ya Allah untung lah hanya mimpi, tapi seperti nyata. Dalam tiduranya ia terus gelisah memikirkan bagaimana jika semua itu jadi kenyataan, semakin sulit rasanya untuk di fikirkan. Setelah bermolog dengan diri nya sendiri sayup - sayup suara adzan subuh terdengar.


Sudah subuh saja segera Nabila bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Selesai menjalan kewajibannya Nabila mengadakan tangan memanjatkan doa kepada sang pencipta "Ya Allah sekiranya Engkau menghendaki jalanku di batas kemampuanku, Aku mohon kepadamu beri aku keikhlasan dan kesabaran. Aku hanya mengikuti garis yang telah Engkau gariskan untuk ku, amin."

__ADS_1


Ada perasaan lega di rasakannya setelah mengadu kepada pemilik hati yang sesungguhnya. Ia merenungkan kembali di mana dirinya dan juga Runa banyak melalui hal - hal indah dari mereka kecil hingga dewasa. Namun setelah kejadian itu banyak pula berubah dari diri mereka.


__ADS_2