JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 23


__ADS_3

Setelah selesai mendaftar ulang Nabila berjalan mengelilingi area Kampus. Menurutnya agar terbiasa dengan suasana kampus tapi siapa sangka ia malah melihat Jessi sedang menyulangkan makanan ke mulut Runa.


"Akh sial kenapa mesti melihat pemandangan yang tidak bermutu," bantin Nabila. Namun saat berbalik ia tidak sengaja menabrak seseorang.


Kau... Sedang apa di sini? Tanya Nabila.


Tentu saja untuk kuliah, bukan kah ini tempat belajar jadi mengapa meski kau bertanya, Jawab Radit.


Mendengar penuturan Radit semakin membuat suasana hati Nabila semakin buruk. Sudah bertemu Runa kembali harus bertemu Radit pula. Haisss, menyingkirlah Nabila mendorong bahu Radit dan melewatinya.


Hey, mungkin kita memang berjodoh, buktinya Tuhan mempertemukan kita lagi, teriak Radit. Sedangkan Nabila menutup telinganya dan mempercepat langkah kakinya.


Tapi kejadian barusan menarik perhatian di sekitar, termasuk Runa yang terlihat mengepalkan tangannya menahan kesal.


Saat berdiri di pinggir jalan menunggu taksi tiba - tiba tangan Nabila di tarik. "Biar ku antar, kata Runa."


"Tidak perlu, nanti pacarmu akan marah padaku" jawab Nabila dengan nada ketus.

__ADS_1


Aku tidak punya pacar, biarku antar tidak bagus anak gadis berdiri terlalu lama di pinggir jalan, apa lagi gadis itu cantik, bahaya jelas Runa.


Perkataan Runa barusan berhasil membuat pipi Nabila menjadi merah, ada perasaan kesal bercampur senang saat Runa masih perhatian padanya. Runa menarik tangannya Nabila hanya menurut .


Cepat naik, Runa berbicara dengan nada dingin. Memang seperti itulah karakter Runa tidak pandai bermanis mulut, mendengar intonasi suara Runa barusan membuat Nabila menyesal telah mengikutinya. " Cepatlah naik menunggu apa lagi" kata Runa.


Kalau tidak ikhlas sebaiknya jangan, Nabila berjalan meninggalkan Runa. Runa yang heran bercampur bingung segera mengejar Nabila. "Kau kenapa selalu marah - marah, nanti cepat tua."


Mau tua juga bukan urusanmu, sahut Nabila


Keras kepalamu tidak berubah, biar ku antar. Naik lah Runa berkata lembut agar Nabila mau ikut dengannya. Gerimis mulai turun, Nabila terpaksa naik ikut dengan Runa.


Pegangan kuat, kalau tidak akan jatuh namun Nabila enggang berpegangan. Runa mulai menjalankan motornya, sengaja ia menambah kecepatan laju motor agar Nabila berpegangan. Nabila yang merasa takut terpaksa berpegangan pada jeket Runa.


Runa semakin kencang, Nabila yang mulai panik segera memeluk pinggang Runa. Runa tersenyum senang." kau ingat ini tidak ?".


Yang mana tanya Nabila

__ADS_1


AAAaaaaaaaaa " teriak Runa".


Sejenak Nabila diam ,ingin membalas atau tidak, Namun beberapa detik kemudian


"AAAAaaaaaaaa" Balas Nabila yang tak mau kalah.


"I love you, Nabila Hasyim Abdullah' teriak Runa.


Namun Nabila memilih diam karna ia tidak tahu mau di balas apa tidak, "Kenapa tak di balas? " tanya Runa.


Tidak apa, seperti nya itu masa lalu, jawab Nabila. " Benarkah, bagaimana kalau kita mengulanginya lagi. Kau mau kan?"


Namun Nabila lagi - lagi hanya diam.


Kalau diam tandanya iya, bukan begitu Nabila? Tapi lagi - lagi Nabila masih diam. Ia bingung mau menjawab apa, karna hati dan fikiran nya sedang tidak sejalan.


Runa kembali menambah kecepatan motornya. Sampai rambut Nabila berterbangan mengenai wajahnya. Bisa ia rasakan wangi aroma rambut Nabila yang membuatnya senang, semakin memantapkan hati untuk memperjuangkan cinta yang sedari kecil yang tumbuh hingga ia beranjak dewasa.

__ADS_1


__ADS_2