
Tok tok tok
"Assalamualaikum , Nabila mengetuk pintu." Tak lama pintu terbuka. Assalamualaikum bik, Karin nya ada ?.
"Walaikumsalam ada di kamar non, silahkan masuk" jawab bibi.
cekrek,
Nabila membuka pintu. "Hai Karin, Kamu lagi apa? Nabila berbasa - basi padahal saat ini jantung sedang berkecamuk, takut Karin akan mengusirnya."
Hai, seperti yang kamu lihat aku sedang mengemasi barang barang ku.
Karin, Nabila memegang tangan Karin. Maaf kan aku, aku tidak pernah bermaksud membuat mu tersinggung dengan sikap aku selama ini, Percayalah.
__ADS_1
Karin hanya memaksakan senyum.
Merasa tidak puas Nabila kembali memegang tangan Karin yang satu nya lagi. Kamu beneran marah? Aku minta maaf, sungguh memang aku akui aku salah tidak pernah berbagi tentang dukaku selama ini. Aku hanya memendamnya sendirian. Bukan apa - apa Karin, Nabila menghela nafas.
Aku hanya tidak suka jika orang lain juga merasakan kesedihanku, Biarlah orang lain hanya merasakan kebahagianku tanpa tau kesedihanku, termasuk kamu. Itu karna aku sayang.
Tapi Kamu gak adil, Aku selalu berbagi baik senang maupun susah. Bahkan aku selalu menceritakan semuanya tanpa ada yang aku tutupi, itu semua karna aku sudah anggap kamu seperti saudara aku, Karin menangis sendu.
Maafkan aku, Nabila memeluk Karin. Mereka menangis sesenggukan bersama. "Berbagilah baik suka mu maupun dukamu. Anggaplah aku lebih dari sahabatmu, aku mohon" rengek Karin .
Kini mereka duduk di ruangan tengah dengan perasaan canggung. Karin menatap Nabila meminta Nabila menceritakan apa yang membuatnya sedih selama ini.
Sebenarnya aku dan Runa sudah saling mengenal sejak kami kecil, bahkan Runa cinta pertama ku begitu pun sebaliknya. Aku cinta pertama Runa, Keluarga kami berhubungan baik, dan sangat dekat. Sampai Kak Dafa, kakaknya Runa mengkhianati persahabatannya bersama Kak Rama.
__ADS_1
Bahkan itu terjadi berkali - kali, ekonomi keluarga Runa sempat jatuh dan kami yang menopang agar bisa seperti dulu, tapi Keluargaku merasa di curangi. Sampai Keluarga Runa pindah dan semenjak saat itu Runa tidak pernah memberi kabar apa pun.
Sebenarnya kami memiliki hubungan lebih dari teman, tapi kami merahasiakannya selain takut pada keluarga masing - masing. Sampai aku ikut ayah pindah tugas dan kami menetap di kota ini. Tapi siapa sangka akan bertemu Runa kembali . Bahkan dia menganggapku seperti kami tidak pernah saling mengenal.
Sampai kita lulus dan aku baru tahu selama ini Runa banyak mengalami tekanan dari keluargaku. Aku sangat sedih, terlebih aku tidak tahu apa - apa dan mereka banyak menyembunyikan rahasia termasuk juga Runa, Dia memilih memendamnya sendirian. Nabila menangis sesenggukan.
Karin merasa iba dan memeluknya , merasakan kesedihan yang di akan sahabatnya selama ini.
Kemudian Runa di beri keluargaku kesempatan , jika dia memang menginginkan aku kembali di dekatnya bahkan lebih keluargaku juga tak masalah asal Runa bisa membuktikan dia berbeda dari keluarga nya dan mempunyai kecukupan materi. Tapi itu rasa nya mustahil .
Runa memang mendekatiku kembali tapi aku takut memberi harapan dan aku juga takut mengalami kehilangannya untuk ke dua kalinya. Rasanya sangat sakit aku tidak sanggup jika itu terjadi lagi.
Karin mengusap lembut tangan Nabila , tidak menyangka keluarga Nabila yang kelihatannya baik tapi materialistis juga. Tapi keluarga mana yang mau melihat anak - anaknya hidup susah, Karin berusaha mengerti.
__ADS_1
Kalian bisa saja berjuang bersama, Karin mencoba memberi harapan .
Berapa lama aku harus menunggu bahkan saat ini kami masih dalam masa pendidikan. Pasti butuh waktu lama sementara saat waktunya pasti aku akan di minta berkeluarga dan aku tahu saat itu Runa pasti belum bisa menunjukkan apa pun.