
"Aku tidak apa jadi jangan berlebihan."
Seketika Nabila memukuli Runa dengan sedikit brutal. Karena kesal mendengar perkataan Runa membuatnya lupa kalau Runa sedang terluka.
"Aduh... Aduh Nabila sakit" Runa mengaduh kesakitan. Tidak memperdulikan ucapan Runa, Nabila terus memukuli tanpa henti. Melihat darah segar mengalir Nabila terdiam menyesali apa yang barusan ia lakukan. Tapi sungguh Nabila merasa sangat marah. Seperti usaha pencarian yang di lakukannya tidak di anggap.
"Tanganmu terluka, coba sini aku lihat" Menarik tangan Runa dan tanpa izin air matanya luruh begitu saja. Membuka kain pembungkus tangan Runa. Sudah tidak nampak warna asli dari kain tersebut karena sudah di lumuri dengan darah sehingga warna kain telah berubah warna merah dan sedikit kaku akibat darah yang mengering.
"Mengapa bisa begini, apa yang membuatmu bisa seperti ini?"
"Tentu saja kau penyebabnya" Lagi - lagi ucapan Runa membuat Nabila kesal.
"Kau..."
Nabila tidak habis fikir dengan Runa. Penyebab ini semua adalah aku? Apa maksud dari ucapannya. Kenapa kau tidak berubah dari dulu suka tidak memperdulikan dirimu sendiri hanya untuk mencapai keinginan. Kembali teringat beberapa tahun yang lalu di saat Nabila ulang tahun, Runa juga terluka karena takut membuat Nabila menunggu dirinya.
__ADS_1
Hiks hiks hiks
Nabila tak sanggup menahan kesedihannya lagi pula percuma memendamnya hanya membuatnya sesak karena merasa bersalah.
"Jangan menangis itu tidak merubah keadaanku malah semakin sakit karena melihatmu yang menangis" Ucap Runa.
Sejenak mereka saling pandang. Seolah bisa ikut merasakan sakit yang mereka sembunyikan. Tak lama Nabila memeluk Runa. " Hobimu menyakiti diri sendiri, aku benci itu! Kenapa kau terus melakukannya? Tangis Nabila semakin pecah dalam pelukan Runa."
"Itu karena aku mencintamu Nabila Hasyim abdullah. Bahkan aku rela terluka demi dirimu."
Nabila mengangguk dan mengurai pelukannya, saling menatap penuh cinta berharap dalam hati bisa melewati semua cobaan ini.
"Berjanjilah jika kita tidak berjodoh di waktu remaja atau dewasa maka kita akan berjodoh di waktu tua" Ucap Nabila.
"Aku pegang janjimu Nabila selamanya aku berjuang mendapatkan dirimu apa pun terjadi" Jawab Runa.
__ADS_1
Jika kita tidak di takdirkan bersama apa yang akan kau lakukan Runa?
Jika itu terjadi maka aku memilih melajang seumur hidupku Nabila. Kau cinta pertama dan terakhirku, aku tidak ingin memiliki pendamping hidup selain dirimu.
"Jangan begitu aku akan sangat bersalah jika itu terjadi" Ucap Nabila dengan kepala tertunduk.
"Itu adalah janjiku dan aku juga pegang janjimu" Jawab Runa memandang wajah Nabila. Sejenak mereka saling diam. Seakan terhipnotis dengan wajah masing - masing dan merasakan cinta yang tumbuh dari mereka kanak -kanak sampai mereka menginjak usia setengah matang.
Runa memajukan wajahnya memberanikan mencium bibir Nabila. Mereka cukup lama berciuman merasakan manis dan nikmatnya ciuman pertama mereka.
"Maaf, aku terbawa suasana" Ucap Runa merasa bersalah karena melanggar janji akan menyentuh wanitanya ketika sudah halal.
Nabila menangguk dan tersenyum. "Aku memaafkanmu tapi menginginkannya lagi" Kata Nabila malu - malu.
Runa menyentil hidung Nabila dengan jari tinjuknya. Kau tidak berubah dari dulu selalu berfikiran mesum. Kemudian mereka tertawa bersama. Suasana ini mengingatkan aku akan dulu di mana kita sering bersama tapi backstreet.
__ADS_1
Mereka tertawa kembali mengenang masa - masa yang terasa sulit, sekarang pun mereka masih merasakan kesulitan untuk bersatu.