JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 50


__ADS_3

"Kamu dari mana? Jam segini baru pulang" Tanya Radji melihat putrinya yang baru pulang entah dari mana, karena sejak pulang dari rumah Nindy ia tak melihat keberadaan putri bungsunya itu.


"Habis dari rumah sakit" jawab Nabila jujur dan langsung duduk di sebelah sang ayah dengan bergelayut manja.


Kamu sudah beranjak dewasa tapi masih saja kelakuan seperti anak berusia lima tahun. Jika kamu punya pacar dan melihat ini mungkin dia langsung itfil.


Biarin, kan aku juga gak punya pacar. Nabila menyenderkan kepala di bahu ayahnya sambil bermain handphone. "Kamu tahu ini lah yang aku takutkan jika kamu nanti hidup susah karena dari kecil selalu terbiasa semua serba ada" ucap Radji sembari mengelus rambut Nabila.

__ADS_1


Nabila memandang ayahnya dengan perasaan haru, kemudian tersenyum sambil mengusap punggung tangannya " Ayah tidak perlu risau jika memang aku di takdirkan Allah hidup berkecukupan maka aku akan hidup seperti yang ayah inginkan, tapi jika takdir hidupku miskin bagaimanapun aku akan berusaha memperbaikinya. Bukankah Allah sudah menggariskan takdir hidup kita masing - masing? Tergantung kita menjalani nya seperti apa nantinya." Kata - kata Nabila barusan membuat Radji tersadar bahkan ada rasa bangga dalam dirinya melihat putrinya sudah bisa berfikir secara dewasa.


"Kamu dari rumah sakit menjenguk siapa?" Radji mengalihkan pembicaraan, karena ia tak ingin lemah di mata anak - anaknya. Sebenarnya di balik sikap Radji yang acuh dan diam ia selalu mengkhawatirkan anak - anak nya seperti saat ini dimana rumah tangga Rama sedang di ujung tanduk perceraian.


"Menjenguk Runa, ia sedang sakit mungkin karena kecapaen" Jawab Nabila sedikit berbohong. Ia tidak mau menambah beban fikiran ayahnya karena ia tahu pasti saat ini ayahnya sedang pusing mengurusi rumah tangga kak Rama dengan istrinya.


"Runa kuliah sekalian mengurus usahanya sendiri, mungkin ia kurang istirahat. Jadinya ya gini" Nabila sebisa mungkin mencari alasan yang pas sehingga ayahnya percaya.

__ADS_1


"Runa memiliki usaha? Kenapa ayah tidak tahu dan dia usaha di bidang apa?"


"Ayah tahu kafe Big Family yang sedang viral, itu salah satu usahanya Runa." Nabila sengaja mengatakan hal ini bertujuan agar sang ayah tidak memandang remeh terhadap Runa nantinya setelah lulus kuliah dan masih meraba untuk masalah pekerjaan.


Bagaimanapun ia harus membuat nama Runa terlihat bagus dimata keluarganya. Dengan perkataan Nabila barusan ia berharap sang ayah akan membela dirinya jika nantinya Rama melarang kembali hubungannya dengan Runa.


Radji hanya mengangguk, ada bangga terhadap Runa, karena sudah bisa membuktikan dirinya pantas untuk putrinya. Ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka, Radji juga tahu baik Runa dan Nabila diam - diam menjalin hubungan. "Ayah sering meeting atau sekedar bertemu teman di sana, Kalau begitu ayah akan minta diskon dengan Runa jika makan di sana." Nabila melongo dengan perkataan ayahnya barusan, ia tak menyangka ayahnya akan berkata seperti itu.

__ADS_1


"Ayah hanya bercanda jangan dianggap serius" Radji terkekeh geli melihat ekspresi wajah anaknya. Sedangkan Nabila mengelos melihat tingkah ayahnya yang sedang bercanda, menurutnya sama sekali tidak lucu.


__ADS_2