
"Kesini sayang" ucap Ratna menatap Rama yang berdiam diri.
Rama mendekat dan mereka berpelukan bersama. " Maafkan Rama, sikap egois Rama membuat kalian terluka "
Ratna mengusap punggung Rama, ia tak mampu berkata - kata kerena merasakan sesak yang menghujam perasaannya.
Radji yang melihat dari kejauhan hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar kemudian masuk ke dalam kamar, ia sama sekali tak ingin mendatangi anak dan istrinya yang tengah berpelukan. Ia melakukan ini semata mata tak ingin menampakkan kekecewaannya terhadap Rama. Biarlah Rama yang menyelesaikan rumah tangganya, sedangkan Radji hanya mengamati jika Rama bertindak melampaui batas maka ia akan turun langsung menyelesaikan dengan pemikirannya sendiri.
"jangan minta maaf ke mama tapi minta maaflah ke Nindy istri kamu, jemputlah dia bawa kembali ke rumah kita dan mulai hidup bahagia" ucap Ratna sembari menatap lekat wajah anaknya.
Rama hanya mengangguk "Setelah magrib aku akan kesana untuk menjemputnya" mendengar perkataan Rama barusan Nabila dan Ratna tersenyum bahagia.
__ADS_1
Tepat jam tujuh Rama sudah bersiap untuk ke rumah orang tua Nindy. Saat melewati ruangan tamu Rama melihat ayah dan ibunya tengah menonton tv, segera ia menghampiri meminta doa restu agar nantinya Nindy mau di ajak kembali dengan dirinya sementara Ratna yang tengah menonton mendadak melihat ke arah belakang karena mencium aroma parfum yang semerbak menyeruak ke indra penciumannya.
"Eh, anak mama sudah rapi mana wangi banget, mama saja sampai tersihir mencium parfum kamu..." seloroh Ratna.
"Hehehe mama bisa saja, aku mau minta izin buat menjemput Nindy pulang" Rama menyalami tangan ibunya kemudian ayahnya, ada perasaan takut yang di rasakan Rama saat menyalami sang ayah.
"Ayah percayakan masalah rumah tangga kamu di tangan kamu Rama" ucap Radji sambil menepuk pundak Rama.
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Rama saat membuka pintu mobil berharap Allah juga merestui keinginannya.
Tepat saat didepan rumah orang tua Nindy, Rama berhenti, hatinya berdegup kencang saat melihat Nindy tengah bercakap - cakap dengan Dafa. Entah apa yang mereka bicarakan sesekali ia melihat istrinya mengusap air mata.
__ADS_1
Rama hanya diam memperhatikan tanpa mau mengganggu, ia juga merasa Nindy dan Dafa perlu waktu berbicara menyelesaikan permasalahan mereka.
Dengan sabar Rama menunggu didepan rumah Orang tua Nindy sampai ia terkejut ketika ada yang mengetuk kaca mobilnya.
"maaf, saya sempat berfikiran buruk dengan mas Rama, kenapa tidak langsung masuk saja mas?" tanya satpam kompleks saat Rama menurunkan jendela kaca mobilnya.
Rama menggaruk tengkuk lehernya, ia bingung mau menjawab apa karena tidak mungkin ia mengatakan tengah memergoki istrinya dan mantan pacarnya yang tengah bertamu di kediaman orang tua istrinya.
"Iya pak ini sedang menerima telfon dan ada yang mau di urus sebentar makanya saya berhenti di sini" jawab Rama sedikit gugup.
Semantara satpam kompleks hanya mengangguk kemudian tak sengaja melihat Nindy tengah berbicara dengan seseorang dan langsung bisa ia mengenali orang tersebut. Karena Nindy dan Dafa sudah lumayan lama menjalin hubungan. Karena merasa tidak langsung pamit dengan dalih ada pekerjaan lain yang ia lupakan.
__ADS_1
Setelah satpam kompleks pergi Rama kembali melihat ke arah Nindy dan Dafa, sudah setengah ia menunggu namun mereka belum juga selesaikan urusan mereka.