JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 57


__ADS_3

Nabila mengangguk, ia paham Runa melakukan ini agar Jessi berhenti mendekatinya. Dan memang benar Runa juga membutuhkan istirahat.


"Aku pulang, obatnya Jagan lupa di minum" Ucap Nabila sembil melangkah menyalami Mamanya Runa dan juga Dafa sekalian pamit pulang.


"Iya sayangku" Jawab Runa pelan namun masih bisa di dengar orang - orang sekitarnya.


Wajah Nabila menjadi semu terkejut dengan jawaban Runa barusan, ia tak menyangka Runa berkata demikian.


Lain halnya dengan Jessi, ia geram dengan ulah Nabila dan juga Runa yang tak menganggap dirinya. Namun ia berusaha meredam agar terlihat baik di depan keluarga Runa. Ia mendahului Nabila saat keluar dari rumah Runa dengan sedikit tergesa - gesa.


Nabila yang merasa heran dengan perubahan Jessi namun tak menghiraukan nya, ia berfikiran positif mungkin ada urusan mendadak sehingga Jessi sedikit kencang dalam mengendarai mobilnya. Dan -


Ciiiiitt


Nabila terkejut mobil yang di depannya berhenti mendadak. Ia memegangi dadanya dan menyeka keringat dingin yang tiba - tiba mengalir dengan deras. "Untung tidak kenapa - kenapa"

__ADS_1


Tok tok tok


Belum hilang kepanikannya sudah ada yang mengusiknya lagi, dan benar saja saat di lihat Jessi mengetuk jendela mobilnya dengan kasar " Keluar Nabila..!" Ucapnya.


"Kau mau mencelakai ku ya?" Ucapnya saat jendela mobil di turunkan.


"Kenapa, Kau takut?" dengan senyum mengejek. "Aku peringatkan sama kamu, Runa itu milik aku jadi jangan berusaha mengambilnya atau kau akan tahu akibatnya!" Kata Jessi dengan nada mengancam.


"Kau fikir aku takut? Aku tidak mengambil apapun dari dirimu termasuk Runa yang kau anggap milikmu. Ku rasa kau juga tahu bagaimana kisah kami. Seharusnya kau yang sadar diri menjadi orang ketiga di antara kami" Balas Nabila dengan senyum meremehkan.


"Kenapa tidak jadi? Ternyata masih ada rasa takut juga di dalam hatimu, Aku tahu kau tak sejahat itu" Ujar Nabila saat Jessi hendak menamparnya.


"Cuihh..." Jessi meludah, "Aku tidak mau mengotori tanganku dengan menyentuhmu, Kau dengar aku baik - baik, aku tidak akan membiarkan kalian bersatu. Runa hanya untukku kau lihat saja nanti" balas Jessi dan meninggalkan mobil Nabila.


Nabila menatap kepergian mobil Jessi yang melesat kencang. "Bagaimana jika ia benar - benar membuktikan ucapannya, aku faham betul sifat Jessi ia tak mungkin main - main dengan ucapannya" Aku tidak akan memberi tahu Runa tentang hal ini. Aku takut mempengaruhi kesehatannya nanti, Nabila berucap dalam hati.

__ADS_1


~


"Assalamualaikum, wah ada aroma wangi bunga sedang mekar ini" sindir Nabila saat masuki ruangan tamu dan langsung duduk di samping sang mama, " Gimana kak sukses dengan unboxing nya" Ucap Nabila sambil melirik kearah Nindy.


Pletak


"Anak kecil belum pantas ngomong begituan, sekolah dulu yang bener"


Nabila mengaduh kesakitan saat keningnya di Sentil Rama. "Mama lihat kak Rama, merahkan? sakit tau" Nabila mengadukan pada mamanya.


"Makanya cepat nikah biar tahu rasanya gimana" Balas Ratna.


"Akh mama gak asik, dari semlam ngomongin nikah melulu, jadi males dengarnya" Kemudian ia beranjak ke lantai dua menuju kamarnya.


"Mama sedih lihat adik kamu yang belum bisa move on dari Runa, takut jika mereka tidak berjodoh dan Nabila tidak mau menikah. Terbukti sampai sekarang ia belum juga mempunyai pacar"

__ADS_1


"Apa bedanya dengan Runa? Aku juga tidak pernah melihatnya bersama wanita lain. Meski mereka bertemu diam - diam tapi beberapa kali aku pernah memergoki mereka sedang jalan - jalan" tegas Rama.


__ADS_2