JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 44


__ADS_3

Malam ini langit begitu indah bintang bertaburan di mana - mana dan bulan juga sedang purnama tapi keadaan berbalik dengan Nabila dan keluarga. Jika Rama dan Nindy sedang bertengkar hebat paska pertemuan mereka dengan Dafa sedangkan Nabila memilih mengurung diri di kamar karena sedang melakukan mogok makan dan bicara.


Menurutnya sangat tidak adil jika urusan Rama, Nindy dan juga Dafa harus menyeret dirinya dan juga Runa. Sedangkan orang tua mereka tidak mau ikut campur karena menurut mereka anak - anaknya sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalah mereka dengan cara bijak.


Perasaannya mengatakan Runa hari ini akan memperjelas hubungan mereka terlihat dari cara Runa mengajaknya berkencan di sebuah kafe dan juga dari bocoran teman - temannya. Tidak sengaja Nabila mendengar teman - teman Runa mengatakan Runa akan membuang status singelnya karena ingin melamar wanita pujaannya.


Ada rasa bahagia di rasakan Nabila meski hubungan dirinya dan Runa tidak seperti pasangan pada umumnya. Mereka seperti tidak terlalu dekat di depan umum, tapi itu bukanlah masalah bagi Nabila dan juga Runa karena kejadian di masa lalu membuat mereka takut terulang di paksa berpisah ketika sedang sayang - sayangnya.


Nabila menatap langit - langit kamar di iringi isak tangis. Setelah menunggu sekian tahun lamanya bisa bersama dengan orang terkasih nyata nya di saat itu datang, hal yang di takutkan Nabila dan Runa terjadi yang mana pasti akan berimbas dengan hubungan mereka.


Jika sudah begini mereka harus bersikap bagaimana? Kembali berjuang atau pasrah begitu saja karena tidak mungkin mereka bersatu jika hubungan kakak dari masing masing belum bisa akur masih mengibarkan permusuhan.

__ADS_1


Runa...


"Kau sedang apa? Mengapa tidak ada kabar sama sekali. Aku merasa sesuatu yang tidak baik sedang terjadi padamu."


Berulang kali menghubungi tapi tidak di angkat semakin membuat Nabila gelisah dan takut. Bagaimana jika Runa melakukan hal bodoh dan tidak berfikir panjang yang merugikan dirinya sendiri. Sepanjang malam ia tidak bisa tidur memikirkan keadaan Runa.


Entah jam berapa Nabila baru bisa tidur karena baru menyelam ke alam mimpi dirinya terkejut dari deringan hpnya yang terus berdering. Menampilkan Nama Tante Mawar Mamanya Runa yang menelfon.


"Walaikumsalam, Tante mau tanya apa Nabila tau Runa di mana? karena semalam ia tidak pulang. Sebelumnya ia minta izin ke Tante mau bertemu Nabila?"


Deg

__ADS_1


Mendengar perkataan Tante Mawar barusan membuat Nabila takut, apa yang ia rasakan dan takutkan benar - benar terjadi. "Maaf tante Nabila tidak tahu. Semalam memang kami bertemu tapi hanya sebentar. Apa Tante sudah tanya ke kak Dafa karena terakhir Nabila tinggal Runa sedang bersama kak Dafa."


"Sudah, kata Dafa ia meninggalkannya di kafe setelah itu Dafa tidak tahu" Ucap Mawar dengan sedih.


Baik tante, Nabila akan cari Runa jika ada kabar akan segera kabari tante. Kalau begitu Nabila tutup telfonnya tante Assalamualaikum.


"Walaikumsalam... jawab Mawar pasrah."


Nabila meremas pakaiannya membayangkan hal - hal buruk terjadi pada Runa. Segera ia turun dan membersihkan diri tak selang waktu lama ia keluar dengan pakaian yang sudah rapi. Keadaan rumah juga sepi entah pada kemana semua. Semakin memudahkan Nabila keluar tanpa ada yang menanyai.


Nabila mengeluarkan mobil sambil menelfon Runa namun tidak di angkat berulang kali namun masih sama. Tempat pertama ia datangi iyalah kafe karena mereka berpisah di tempat itu. Memasuki area parkir yang masih sepi terlihat hanya para pegawai yang masih berlalu lalang membersihkan kefe.

__ADS_1


__ADS_2