JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 45


__ADS_3

Nabila mengedarkan pandangan mudah - mudahan ia mendapat petunjuk. Melihat mobil Runa ada sedikit perasaan lega namun setelah di cari ia tidak menemukannya. Segera ia memasuki Kafe dan bertanya ke beberapa pegawai dengan menunjukkan foto Runa tapi semua menjawab tidak tahu.


"Mobilnya ada kenapa orangnya tidak ada. Kemana lagi aku harus mencarimu?" Merasa putus asa Nabila kembali bertanya ke pegawai kafe.


"Maaf sebelumnya kapan kira - kira terakhir melihat orang yang di foto ini atau mungkin bisa saya melihat cctv di kafe ini? karena ia tidak pulang semalam, barangkali ada petunjuk setelah melihat cctv?" Tanya Nabila.


Kalau untuk cctv coba mbaknya tanya ke sekuriti karena cuma dia yang punya wewang untuk itu, atau jika mau saya bisa tanyakan ke kak Bunga soalnya semalam dia lembur dan ini sedang shif pagi barang kali dia melihat mas Runa sebelum tutup kafe.


"Mas Runa!. Apa kamu mengenal Runa?" Tanya Nabila saat mendengar pagawai tersebut menyebut nama Runa dengan panggilan Mas.

__ADS_1


"Ya kenal lah mbak kan mas Runa yang punya kafe ini" Kata pegawai kafe.


Mendengar pernyataan pegawai tersebut membuat Nabila shock. Ia sama sekali tidak tahu dan Runa tidak pernah bercerita kalau ia mempunyai usaha yang sedang naik daun. Nabila tahu jika kafe Big Family sedang naik daun karena sering mendengar nama kafe tersebut di sebut - sebut di kampus dan juga sedang viral di berbagai sosial media.


"Mbak... mbak kok malah bengong."


Eh iya, langsung ke sekuriti saja biar cepat. Boleh kan?.


Saya temannya, tadi pagi Mamanya telfon bilang Runa tidak pulang. Jawab Nabila sedikit risih jika di tanya tentang statusnya. Kemudian ia teringat Jessi, apakah Runa sering membawanya ke kafe. Karena jika Runa itu terjadi maka Ia tak mau tahu lagi tentang Runa, apapun itu.

__ADS_1


Mbaknya tahu perempuan ini? Nabila memperlihatkan foto Jessi. Ia deg - deg an merasa takut jawaban apa di dengar dari pegawai kafe.


"Gak tahu, saya tidak pernah melihat mas Runa membawa perempuan palingan cuma Bu Mawar." Mendengar jawaban dari pegawai kafe membuat Nabila lega karena sampai Runa membawa Jessi selamanya ia tak akan percaya Runa lagi.


"Nah ini ruangan sekuriti bagian cctv kalau begitu saya permisi" Ucap pegawai kemudian pergi.


Nabila menganggukkan kepala dan mengetuk pintu, setelah di buka dan mengatakan maksud kedatangannya kini Nabila duduk didepan layar cctv. Mengamati gerakan dari Runa, semua kejadian semalam terlihat jelas dan terakhir terlihat Dafa yang meninggalkan Runa sendirian. Tidak lama Runa berjalan ke arah satu ruangan khusus yang mana hanya pemilik dan keluarga yang boleh memasuki ruangan tersebut. Setelah menunggu beberapa lama Runa tidak keluar dari ruangan tersebut, jelas Nabila cemas semakin menguatkan memang terjadi sesuatu pada Runa.


Dengan di temani dua orang sekuriti kini Nabila sudah berdiri di depan pintu ruangan tersebut. Mencoba mengetuk namun tidak ada jawaban mengulangi hingga beberapa kali sehingga di putuskan untuk mendobrak pintu ruangan.

__ADS_1


Setelah cukup lama mendobrak pintu kini pintu sudah bisa di buka dengan paksa. Terpampang jelas keadaan Ruangan yang kacau semua berserakan nampak pecahan kaca di mana - mana dan ada tetesan darah yang sudah mengering namun Runa tidak ada di tempat tersebut, membuat Nabila lemas membayangkan hal - hal yang paling di takutinya terjadi.


__ADS_2