
Begitu ya, Kau banyak di kelilingi orang orang yang menyayangimu, Kau begitu beruntung mendapatkan keluarga yang lengkap dan begitu menyayangimu.
Tidak juga kadang ada sebagian yang salah mengartikan. "Itu foto keluarga mu?" Nabila menunjuk foto yang terpajang di dinding.
"Iya, Tapi ibuku sudah tiada di gantikan dengan oleh ibu sambung."
Maaf aku tak bermaksud membuatmu sedih. ia merasa bersalah setelah melihat Rianti menundukkan wajahnya.
Ridak apa, aku berusaha ikhlas meski sampai sekarang aku belum bisa menerima kenyataan di tambah ayahku sudah menikah lagi. "Ayahku menikahi sepupu dari almarhumah ibuku sendiri. Sangat lucu buat di dengar bukan.
Tidak juga, banyak cerita yang ku dengar hampir sama dengan cerita keluargamu. Jadi sepertinya sudah lumrah. Tergantung kita menyikapinya seperti apa. Nabila mengelus bahu Rianti berusaha menguatkannya.
Rianti tersenyum mendengar penuturan sahabat baru nya itu. Ia bersyukur di pertemukan teman yang baik walaupun belum lama mereka saling mengenal.
"Kalau boleh tahu apa karena hal itu yang membuatmu memutuskan jauh dari keluargamu memilih kuliah di sini ?" tanya Nabila.
Rianti mengangguk, Selain universitasnya bagus aku juga mau mandiri tidak mau menyusahkan keluargaku.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa hubunganmu kurang baik dengan keluargamu."
Mungkin aku yang berlebihan dalam menilai seseorang, makanya merasa tidak nyaman meski mereka keluargaku.
__ADS_1
Nabila diam mencerna perkataan Rianti. Mungkin Rianti berada di posisi serba salah berperang dengan hatinya sendiri melihat ayahnya menikahi sepupu dari ibunya sendiri.
Sudah jangan terlalu larut dalam kesedihan, tidqk baik buat kondisi kesehatan dan mentalmu.
Puas menceritakan dari keluarga masing-masing keluarga mereka terkadang tertawa terkadang beradu jotos bahkan sampai lemparan bantal sofa. Seperti sudah saling mengenal lama, padahal baru beberapa hari mengenal walaupun di awal mereka merasa kurang cocok.
Sudah sore aku mau pulang dulu, nanti Mama mencariku. Kadang susah juga mempunyai anak perempuan tunggal seperti ku. Mereka terlalu berlebihan dalam beberapa hal. kadang aku merasa tidak nyaman.
"Itu menandakan mereka sayang dan perduli terhadapmu, Nikmati saja" imbuh Rianti .
Tak lama hp Nabila berdering menunjukkan Runa lah yang lagi - lagi menghubunginya.
Tidak penting jadi buat apa di angkat, Nabila mendadak kesal karena lagi - lagi Runa mengganggu harinya.
"Siapa tahu penting, lihat lah hp mu berdering lagi."
Karena malas berdebat terpaksa Nabila mengangkat teleponnya. " Ya ada apa kau menghubungiku? tanya Nabila tanpa bernada basi ".
"Kau tidak pulang? Aku ada di depan rumah teman barumu."
"Dari mana kau tahu aku di sini. Kau mengikutiku ya?" tanya Nabila menyelidik.
__ADS_1
Iya, aku melihat Radit mendatangimu jadi kuputuskan untuk mengikutimu, aku takut ada hal hal yang tidak di inginkan terjadi.
"Kau terlalu berlebihan, Aku bisa jaga diri sindiri."
Cepat keluar aku tunggu di depan. Runa mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari Nabila. Karna ia sudah bisa menebak jawaban yang akan di dengarnya jadi lebih baik langsung di matikan saja.
Runa tersenyum meski kesannya sedikit memaksa tapi menurutnya tidak masalah yang penting bisa berdekatan dengan pengisi ruang hatinya.
Rianti aku pulang dulu Runa sudah di depan menjemputku sampai bertemu besok. Assalamualaikum pamit Nabila.
~
"Bisa tidak jangan memaksa terus - terusan,
Kesal Nabila sambil naiki motor Runa."
"Kalau tidak dengan cara memaksa, kau pasti menolaknya. Coba kau menurut seperti dulu pasti aku tidak memaksanya terus" jawab Runa.
Salah sendiri, aku juga begini karna kau yang menduluinya.
Maafkan aku. Ini juga sedang dalam perbaikan hubungan kita semoga tidak hanya aku saja yang menginginkan hal tersebut. Ku harap kau juga sama.
__ADS_1