
"Wangi farfumnya tidak berubah. masih sama saat aku memberikan kado farfum di hari ulang tahunnya padahal sudah dua tahun yang lalu" batin Runa.
Mereka makan dalam diam, sesekali hanya melirik. Hanya James dan Karin yang banyak mengeluarkan suara. Jessi hanya menimpali candaan keduanya. Selesai makan pun mereka tak berhenti bercerita sampai bel masuk selesai istirahat pun terdengar.
Ayo kembali ke kelas, jam istirahat kita sudah habis. James berdiri dan memegang tangan Nabila, menandakan James ingin berjalan menggandeng tangannya. " Jessi , Runa sampai bertemu kembali."
Runa hanya bisa menatap punggung Nabila hingga menghilang dari pandangan. Dia sedang berkecamuk dengan perasaannya "Arghh teriaknya dalam hati. Merasa tak terima james yang menggenggam tangan Nabila. Tapi ada daya yang di lakukannya hanya bisa diam."
"Lepasin tangan aku, kamu buat gerah hati aku saja!" Pinta Nabila.
"Maksud kamu?" tanya James.
Nabila menghentakkan tangannya dengan keras dan berlalu meninggalkan James dan Karin.
Udah tahu Nabila gak suka di pegang eh malah ngelaakuin itu. Mau pamer di depan Runa sama Jessi. Gak mempan mereka juga gak ada apa-apa. Karin pun meninggalkan James sendiri.
"Kamu salah Karin, kamu yang gak tahu apa - apa tapi aku, aku tahu tentang hubungan mereka. Aku hanya mengetes Runa. Apa reaksi nya jika aku menggenggam tangan wanitanya" Ucap James dalam hati.
~
__ADS_1
Kakak baru tahu kamu satu sekolah dengan Runa, Rama menelisik Nabila. "Ingat pesan kakak jauhi Runa tidak baik berhubungan dengan keluarga penipu."
"Kakak gak berhak ngomong begitu tentang Runa. Tahu apa kakak tentang keluarganya?"
"Jaga ucapan kamu Nabila, aku ini kakak kamu. Satu hal yang perlu kamu ingat, kamu tidak tau apa - apa tentang keluarga mereka. Buah jatuh itu tidak jauh dari pohonnya. ingat itu!" bentak Rama.
Nabila terhenyak mendengar perkataan kakaknya. Sebenci itu kak Rama dengan keluarga Runa. Hanya dia merasa di khianati sahabatnya, Dafa kakaknya Runa. lantas dia menyamakan Runa dengan kakaknya, ini gak adil buat Runa. Nabila menitikkan air mata.
Ratna datang menyapu air putrinya, yang membuat Nabila terkejut. "Kakakmu bersikap seperti itu pasti ada alasannya. Mama setuju dengan kakakmu."
"Jadi Mama setuju dengan sikap kak Rama barusan, ini gak adil buat Runa Ma" rengek Nabila.
Kamu masih kecil belum tahu apa - apa, ikuti saja. Percayalah kami semua ingin yang terbaik untukmu. Kemudian Ratna meninggalkan anaknya.
Sementara di dalam kamar Runa sedang berusaha menyingkirkan ingatannya perihal tangan Nabila yang di genggam oleh James. Rasanya dia ingin sekali meninju wajah James saat itu juga.
"Sialan" ucapnya, Kenapa ini terjadi sama aku. Nabila cinta sedari kecil ku, Cinta pertamaku. Tapi karna semuanya. Aku tidak ada muka untuk bertemu dengannya seperti dulu. Ya Allah apa kesalahanku di masa lalu, aku tak tahu apa - apa tapi aku harus ikut menanggung semuanya.
~
__ADS_1
Kenapa bisa kesiangan sih, Mama juga gak bangunin aku. ini gara - gara aku begadang terlalu sibuk memikirkan Runa jadi bangun kesiangan.
Saat hendak masuk melewati gerbang yang mau di tutup pak satpam. "Aduh, Nabila mengaduh kesakitan memegangi kepalanya."
"Maaf aku tidak sengaja"
Nabila mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang sangat ia rindukan.
"Apa terasa sakit?" tanya Runa. Tapi Nabila hanya diam, kemudian berlari meninggalkan Runa.
"Tunggu..." panggil Runa. Ia sempat melihat mimik mata Nabila berkaca - kaca menahan tangis, hendak mengejar namun Nabila berlari terlalu kencang. Sehingga di urungkannya untuk mengejar karna ia juga takut akan terlambat.
"Maaf..." ucap nya lirih.
Sementara dikelas Karin yang merasa heran kemudian menghampiri Nabila. "Kamu habis nangis ya?"tanya karin.
"Gak, cuma kelilipan karna ber lari takut terlambat." Sanggah Nabila.
"Kamu yakin? Seperti habis menangis aku melihatnya" tanya Karin memastikan.
__ADS_1
"Aku tadi berlari kencang takut terlambat sampai Kelilipan jadi kamu sangkanya aku nangis" Jawab Nabila sedikit meninggikan suaranya.
Kening Karin berkerut. Gak biasa biasanya Nabila ngomong sambil marah kenapa ya? tapi ia berusaha untuk memahami.