
"Oh iya, aku sampai lupa mengabari ibumu. Kasihan dia sangat khawatir dengan keadaanmu. Tadi pagi menelfon mengira kau bersama denganku.Cepat telfon jangan buat lama menunggu" Ucap Nabila.
Setelah Runa menelfon dan mengabari keadaannya kepada sang ibu, kini Runa sedang terbaring di rumah sakit. Awalnya ia menolak di bawa ke rumah sakit tapi karena paksaan dari Nabila mau tak mau mengikuti keinginan sang pujaan hati.
Selang infus menempel di tangannya menyulitkan Runa yang bolak balik ke kamar mandi. Entah obat apa yang di berikan perawat, karena setelah meminum obat perutnya terasa mulas.
Ia sempat memarahi perawat yang sudah membuatnya lemas tapi perawat mengatakan bukan efek dari obat melainkan Runa yang banyak mengeluarkan darah dan tidak makan seharian. Nabila yang mendengar dan melihat keadaan Runa merasa bersalah karena penyebab dari semua yang di alami Runa adalah dirinya.
"Maaf gara - gara aku kau jadi seperti ini" Ucap Nabila sembari mengelap kening Runa yang berkeringat.
"Tidak ini hanya efek dari obat makanya seperti ini, sebentar lagi akan sembuh" Jawab Runa merasa tidak enak karena sudah membuat Nabila cemas dan menangis.
__ADS_1
"Kau memang harus segera sembuh karena kau banyak hutang penjelasan, dan aku juga tidak mau di salahkan untuk ini. Kau itu tidak berubah suka sekali mengorbankan dirimu" Gerutu Nabila.
Runa hanya tersenyum menanggapi mengocehan Nabila tanpa henti.
Cup
Nabila langsung menghentikan ocehannya saat Runa mencium pipi nya. "Kalau tidak begitu kau terus saja mengoceh, kepalaku semakin pusing mendengarnya."
Ya sudah aku pulang saja supaya kau bisa istirahat dengan tenang. Nabila berdiri dan mengambil tasnya. Langsung Runa menarik cepat tangan sehingga Nabila yang tidak seimbangkan tubuh langsung jatuh ke pangkuan Runa.
"Ehem... Maaf mengganggu hanya mengantarkan makan siang. Ucap perawat yang mengantarkan makan siang untuk Runa.
__ADS_1
Nabila merasa malu dengan perawat yang tiba - tiba masuk. Hanya bisa menunduk mengahalangi wajah dengan rambut agar perawat tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Sedangkan Runa ampak acuh karena ciuman menurutnya sudah lazim di kalangan umum.
"Perawatnya sudah pergi" ucap Runa.
Kau ini, aku kan malu di lihat perawat itu mana lama lagi padahal cuma ngantar makanan. Selesai makan aku pulang ya takut mama mencariku.
Runa mengangguk, rasanya ia tak ingin berpisah mamun ia juga sadar akan posisi status mereka. "Secepatnya aku akan mendamaikan kak Dafa dengan kak Rama, supaya kita bisa tenang."
Tapi saat ini kondisi rumah tangga Kak Rama sedang tidak baik tadi malam saja mereka bertengkar hebat, Kalau tidak di cegah mama kak Nindy sudah mau pergi dari rumah.
Maka dari itu aku harus cepat mendamaikan mereka. Semoga dengan mereka berdamai kak Rama bisa ikhlas menerima kak Nindy dan yang terpenting sudah tidak ada lagi yang menghalangi hubungan kita.
__ADS_1
Aku harap juga begitu, Aku lelah harus kucing - kucingan begini.
"Sebenarnya semalm aku ingin melamarmu tapi insiden Kak Dafa dan kak Rama semua jadi batal. Maaf sepertinya perjuangan cinta belum selesai masih membutuhkan sedikit lagi perjuangan" Runa mengelus lembut tangan Nabila.