JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 38


__ADS_3

Bagaimana rasanya di gombalin pria idaman di sini, Pasti sangat senang bukan, ejek Jessi saat melewati Nabila yang tengah duduk bersama wanita berhijab .


Merasa di sindir Nabila hanya diam malas menanggapinya.


Runa kita ke kantin yuk aku sangat haus, Jessi bergelayut manja di lengan Runa. Membuat Nabila ingin menyiramnya dengan air selokan. "Dasar wanita kegatelan" Ucapnya pelan namun masih bisa di dengar.


Sengaja menginjak Kaki Runa dan mengucapkan " Maaf aku tidak sengaja " Berlalu secepatnya tanpa niat mengajak Rianti yang tengah menatapnya bingung.


Jessi mengepalkan tangannya, ingin mengejar Nabila yang hampir menghilang dari pandangan, namun di tarik cepat oleh Runa. " Kau bilang haus kan. Ayo kita ke kantin" Menyeret paksa Jessi.


Aku seperti nonton Drama cinta segitiga. Mengangkat bahu dan pergi menyusul Nabila. Sebelumnya mereka sudah janjian akan singgah ke kafe milik sepupu Rianti yang lokasinya tidak jauh dari area kampus.


Maaf tadi aku sudah meninggalkanmu, Nabila pasang wajah bersalah. Setelah menyadari dirinya meninggalkan Rianti sendirian ia menunggu sahabat barunya itu di area parkir.


Tidak apa, aku ngerti juga. Kita jadikan ke kafe baru sepupuku. "Tentu, ayo kita ke sana, Mereka menuju kafe dengan berjalan kaki."


Desain klasik, sejuk dan terlihat sangat nyaman. Ramai sekali padahal hari masih siang. Sepupu itu pasti pembisnis handal.


Ia, dari SMP dia sudah memulai usaha. Jadi sekarang dia sudah bisa menikmati semua jerih payahnya.


Pasti istrinya sangat senang mendapatkan suami yang bisa di andalkan, puji Nabila.


Dia belum menikah, usianya juga sama seperti kita. Jawab Rianti.

__ADS_1


Wah benarkah, kalau gitu dia pasti sangat pintar. Bisa kapan - kapan ajak aku bertemu dengannya?.


Bisa saja, tapi untuk saat ini dia sedang di Singapura. Dia kuliah di sana mengikuti jejak kakaknya.


Oh, sayang sekali yah padahal aku mau minta di ajari ilmu bisnis olehnya.


Gimana nanti jika ia pulang ke Indonesia, aku akan mempertemukan kalian.


Aku sangat senang jika itu terjadi. Aku ada niatan mau buka usaha seperti ini. Tapi tidak tahu mau cara memulainya.


Ini menu andalan di sini, Kamu harus coba.


Hem, rasa nya enak banget ya ,Pantas kafe ini sangat ramai, makanannnya sangat enak .


Ia, aku juga mau Istirahat. jawab Rianti.


setelah selesai makan mereka berpisah menaiki taksi yang berbeda karena tujuan mereka juga berbeda.


Taksinya datang segera Nabila naik dan mengarahkan tujuannya. Tapi hal lain tak terduga, ia melihat motor Runa sudah terparkir di halaman Rumahnya.


Menghembuskan nafas besar dan masuk rumah tanpa niat menyapa Runa yang duduk menunggunya lama.


Kamu dari mana aja, aku cariin di kampus tapi gak ada. Makanya aku ke rumah ternyata kamu juga belum pulang.

__ADS_1


Terserah aku mau kemana dan gak ada juga hubungannya dengan kamu, "Pulang lah aku mau Istirahat."


Iya, aku hanya memastikan kamu baik - baik saja.


Aku tidak kenapa - kenapa seperti yang kamu lihat, dan aku juga bisa jaga diri sendiri. Sana pulang melihatmu menambah buruk moodku.


"Kami mengusir aku ?"


Iya, satu lagi jaga pacarmu baik - baik agar mulutnya tidak kelepasan, Jangan sampai aku bertindak kasar.


Aku dan Jessi hanya berteman tidak lebih.


Mungkin kau menganggap begitu tapi tidak dengan Jessi. Kedekatan kalian bisa di salah artikan bagi yang melihat, Kau jangan menyakitinya cukup aku saja.


Tapi keadaan yang membuat kita menjauh, Kau tahu itu kan. Beri aku kesempatan, aku pastikan hal itu tidak akan terjadi lagi dan menjadikan aku satu - satunya milikmu dan kau satu - satunya milikku, seperti janji kita dulu.


Sudahlah itu masa lalu, jadi biarkan berlalu.


Aku gak akan nyerah buat dapetin kamu. Tapi tolong jangan dekat - dekat dengan laki - laki lain itu membuatku sakit.


Kau egois Runa, kau sakit melihat ku di ganggu laki - laki lain.Terus kau itu apa ?


Lantas melihatmu dekat dengan Jessi, aku gak merasakan sakit, begitu ?.

__ADS_1


__ADS_2