
Hari ini ada pertandingan voli antar kelas, di mana kelas Nabila akan melawan kelasnya Runa. Nabila berdoa dalam hati agar ia tak melawan timnya Runa. karena jika itu terjadi ia tak tahu bisa mengontrol diri apa tidak. seakan Tuhan mendengar doanya tim Nabila akan melawan tim Tiara dari kelasnya Runa.
Pertandingan berjalan dengan skor empat sama. Waktu tinggal menyisakan dua menit. Semua bersorak saat Nabila melemparkan bola dan menambah skor untuk timnya. Skor berubah menjadi empat banding lima, dan tim Nabila menjadi pemenang.
Di saat semua ber lompat kegirangan tiba - tiba semua terkejut dan panik saat Nabila mengaduh kesakitan, karena kakinya terjungkal akibat melompat - lompat dan terkilir.
Runa yang menyaksikan secara langsung kejadian itu menjadi panik segera berlari dan menggendong membawa Nabila menuju ke ruang UKS.
Semua terkejut melihat Runa dengan cepat dan sigap membawa Nabila. Semua beradu pandang melihat hal tersebut semua merasa aneh . Pasalnya baik Nabila ataupun Runa tak pernah terlihat akrab bahkan untuk tegur sapa pun tidak pernah.
Nabila menangis kesakitan. Runa yang melihatnya merasa cemas, Runa tahu kebiasaan Nabila yang tidak bisa tahan masakan rasa sakit. Dirinya menggenggam tangan Nabila berharap bisa mengurangi sakitnya.
"Kamu tahan ya sebentar lagi kakimu akan di segera di obati" Jelas Runa.
Air mata Nabila tidak hentinya keluar. Runa sampai pusing sendiri melihatnya tidak lama terlihat James, Karin serta Jessi datang menyusul ke ruangan UKS.
"Bagaiana keadaan Nabila?" tanya James.
"Sekarang masih di periksa guru kesehatan jawab Runa sesantai mungkin."
__ADS_1
Terima kasih Runa kamu dengan cepat membawa Nabila ke UKS. Aku gak sangka kamu bisa secepat itu dalam bertindak.
"Aku hanya reflex saja, aku juga gak sadar ngelakuin itu" sanggah Runa.
Bagimana buk keadaan Nabila? tanya james saat guru kesehatan keluar dari ruangan.
"Hanya terkilir, setelah di kasih obat juga akan sembuh".
"Terima kasih ya bu" ucap james. Guru kesehatan hanya tersenyum dan mengangguk.
"Bagaimana apa masih terasa sakit ?" tanya James.
Runa sudah kembali ke kelasnya, James yang mengerti langsung memberikan jawaban dari pertanyaan Nabila yang hanya bertanya dalam hati. "Nabila hanya tersenyum, Aku belum mengucapkan terimakasih kasih padanya."
Nanti saja kalau kau sudah sehat, kan bisa bertemu dengannya dan mengucapkan secara langsung.
Runa itu cepat banget loh Billa gerakannya. Semua pada bengong liat Runa gendong dan bawa kamu langsung ke UKS. Sepertinya Runa khawatir banget liat kamu, apa lagi pas kamu nangis wajah Runa itu kayak panik banget.
Nabila hanya tersenyum mendengar penuturan Karin sementara James memilih diam saat melihat reaksi dari Nabila.
__ADS_1
~
Nabila mengetik pesan mengucapkan Terima kasih ke Runa. Tapi bimbang apakah nomor hp Runa masih yang lama atau sudah berganti ke nomor baru.
Nabila mencoba mengetik saja dan mulai mengirimkannya. Pesan terkirim dan langsung ceklis dua. Nabila deg - degan apakah Runa akan membalas pesannya apa tidak.
Tidak lama warna ceklisan pesannya berubah menjadi warna biru tanda pesan sudah di baca. Hati Nabila menjadi tidak karuan apakah Runa akan membalasnya apa tidak.
"Ia sama - sama. Hanya itu balasan pesan Runa."
Nabila bingung mau membalas apa lagi. Sikap Runa yang dingin membuat Nabila menjadi dilema. Apakah lanjut chat apa tidak. Lama menunggu, baik Runa maupun Nabila sama - sama tidak ada yang memulai percakapan lagi sehingga Nabila memutuskan untuk tidur.
Sambil rebahan Runa menatap foto Nabila yang selama ini ia simpan. Selama ini hanya itu yang bisa dirinya lakukan. Disaat hatinya merasakan rindu, senang maupun sedang merasakan sedih.
~
Jessi melamun mengingat kejadian di mana Runa yang panik dan menggendong Nabila . Apa mereka memiliki hubungan tapi jika di lihat dari gelagat mereka seperti memang ada yang mereka sembunyikan.
Apa Nabila yang membuat Runa patah hati, jika benar itu artinya semakin sulit bagiku membuat Runa suka kepadaku. Karna Runa masih di bayang - bayangi Nabila. Jessi yang dilema berusaha memejamkan matanya ia takut apa yang ada di fikirannya ini adalah benar.
__ADS_1