
Sepanjang jam pelajaran Nabila uring - uringan, sebenarnya apa yang terjadi. Apa yang tidak ia ketahui. Pertanyaan itu lah selalu menghantui fikirannya.
Tak jauh dari Nabila. Runa juga selalu ke fikiran Nabila. Sorot mata yang meminta penjelasan sementara dirinya sendiri tak bisa menjelaskan.
"Ah sial kenapa ini terjadi, aku harus kasih penjelasan ke Nabila. Tapi apa yang aku jelas kan? Runa memegang kepalanya yang terasa berdenyut."
"Kamu kenapa Runa?" tanya Jessi.
"Em , tidak papa Jes hanya merasa sedikit pusing" jawab Runa.
Mendengar itu Jessi langsung panik meraba kening Runa, namun anehnya ia tidak merasakan panas. Kamu sudah minum obat jika perlu kita ke UKS saja.
"Aku gak sakit Jessi hanya pusing. Mungkin karna tadi malam bergadang" Jelas Runa.
Oh. Em itu tadi pagi aku sempat melihatmu dan Nabila seperti bertengkar, apa kalian ada hubungan maaf lancang aku hanya memastikan saja karena kalian terlihat seperti tidak saling kenal tapi entah kenapa melihat kalian tadi pagi aku merasa kalian seperti memiliki hubungan khusus.
"Tidak ada, seperti nya kau salah faham. Aku tidak sengaja menabraknya hanya itu saja."
Benarkah kurasa tidak begitu, Kalian terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang marahan. Karena aku bisa melihat jelas dari cara Nabila menatapmu.
Runa hanya menanggapi dengan diam.
__ADS_1
Akhir pekan kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu jogging bersama. Sudah lama aku tidak berolahraga. Jessi mengalihkan pembicaraan.
"Baik lah jam enam pagi aku jemput" Jawab Runa.
Senyum merekah dari bibir Jessi, sudah lama dirinya menunggu hal ini. Jessi berencana akan mengungkapkan perasaannya ke Runa saat ia punyai kesempatan.
*****
Selamat pagi, sapa Jessi saat Runa sudah berada di depan pagar rumahnya. Ia tersenyum senang hari yang di țunggu - tunggu akhirnya datang juga.
"Pagi juga balas Runa, kita berangkat sekarang?"
Sudah setengah jam mereka berlari. Runa aku lelah kita duduk dulu. Jessi mendudukkan bokongnya di kursi taman. Runa sini deh kita minum dulu. Jessi menyodorkan botol minuman.
"Runa..." Apa kamu punya perasaan gak ke aku, Jessi menatap Runa. Seperti aku yang punya perasaan ke kamu.
"Maksud kamu?" Runa berkilah. Dirinya tahu Jessi punya perasaan terhadapnya tapi ia belum bisa membuka hati untuk siapapun. Sampai saat ini nama Nabila lah yang masih mengisi hati dan fikirannya.
Iya, seperti aku yang suka sama kamu, Jessi menggenggam tangan Runa. Jessi tau laki laki tipe Runa modelnya kaku susah untuk bersikap romantis.
Tapi aku menganggap kamu hanya teman. Aku tidak mau merusak persahabat kita hanya karna salah satu dari kita mempunyai perasaan.
__ADS_1
Tapi aku beneran suka dan sayang sama kamu. Apa kamu gak punya perasaan ke aku, kita temenan udah lama. Kamu juga aku perhatikan gak pernah deket sama perempuan manapun. Jadi apa salahnya kalau kita pacaran.
Tapi aku gak bisa Jes, bagiku kamu sahabat baikku gak lebih. Runa memperjelas agar Jessi tidak salah faham. "Kenapa ?" Apa kamu udah punya pacar. mata Jessi mulai berkaca kaca.
Maaf aku gak bisa kasih kamu alasannya, kemudian Runa meninggalkan Jessi.
Jessi merasa tak terima saat Runa menolak sepihak. "Aku harus bisa dapetin kamu Runa bagaimana pun cara nya" Jessi tersenyem penuh arti.
~
"Maafin aku soal semalam Jes, aku gak mau kamu kecewa dan sakit hati nantinya. Aku harap kamu ngerti" Kata Runa dengan hati - hati karena takut Jessi merasa sakit hati.
"Tapi apa alasannya . Apa kamu udah punya pacar tapi siapa Runa?" tanya Jessi mulai terisak.
Aku hanya belom bisa membuka hati. Aku takut kamu kecewa kalau dipaksakan. lebih baik kita seperti ini, jawab Runa berterus terang.
Jessi terdiam, aku akan berusaha sampai kamu bisa melihat ketulusan dan membuka hati untuk aku.
Bagaimna jika aku tetap gak bisa. Jessi aku gak mau kamu terluka karna sikap aku nantinya dan itu bisa merusak pertemanan kita.
"Kenapa kamu takut buat mencobanya Runa. siapa yang udah buat kamu patah hati sampai kamu sulit membuka lembaran baru? Kasih aku kesempatan, aku janji gak akan sampai merusak pertemanan kita malah lebih indah dari pertemanan" pinta Jessi namun Runa diam tak membalas perkataannya.
__ADS_1