JANJI NABILA

JANJI NABILA
part 43


__ADS_3

Runa duduk lemas merenungi kejadian yang baru terjadi. Merasa kecewa atas usaha yang sudah di rencanakannya menjadi gagal. Memejamkan mata sambil meremas rambut meratapi hal yang jelas di luar dari rencana yang sudah ia susun serapi mungkin. Menatap dirinya jengah yang terlalu menyedihkan dari pantulan kaca ruangan khusus yang sudah di siapkannya untuk melamar Nabila.


Hari ini Runa berencana melamar wanita istimewa yang sudah mengisi relung hari dan fikirannya sedari ia masih kanak - kanak. Bukannya berhasil namun semua semakin runyam. Bahkan Rama secara langsung menyatakan ketidaksukaannya kepada Runa dan keluarga khususnya Dafa.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Aku benar benar bingung ya Allah" Runa menggenggam gelas meremasnya kemudian ia lemparkan. Hatinya tak menerima Dafa di perlakukan seperti itu tapi di sisi lain ia juga mengerti perasaaan sakit hati dari Rama.

__ADS_1


"Mengapa engkau posisikan aku di posisi sesulit ini? Aku takut salah dalam mengambil langkah ya Allah. Usahaku selama ini juga sia - sia jika Nabila tidak bisa aku dapatkan, apalah arti semuanya tanpa kamu Nabila..." Teriak Runa berbalik ke belakang dan -


Tar...


Memukul dinding kaca sebagai pelampiasan amarahnya, seketika darah segar mengalir deras dari sela - sela jari Runa. "Dafa kakakku dan kau cinta serta hidupku Nabila" teriaknya merasakan ini lah akhir dari perjuangannya.

__ADS_1


Menyendokkan beberapa suap kemudian meletakkan kembali sendok yang ia pegang berdiri mendekati ruangan yang sudah ia hias seindah mungkin. Menjatuhkan dirinya di lantai tepat di atas taburan bunga mawar yang berbentuk kata I love U. Merasakan aroma wangi dari kelopak bunga mawar asli yang ia tanam di kebun belakang rumahnya.


"Mawar - mawar ini juga khusus untukmu. Aku menanamnya sendiri dan juga akan memberimu ikatan bunga mawar setiap harinya. Kau sangat suka bunga mawar bukan? Bahkan dulu aku rela mencuri setiap hari dari kebun tante Salwa untuk memberimu bunga mawar asli. Kau tahu, aku setiap hari harus mendengar mama memarahiku karena tante Salwa mengadu" Menarik sudut bibirnya mengingat dulu setiap hari dirinya harus menerima omelan dari sang Mama karna terus mencuri bunga mawar dari kebun tetangga mereka. Sehingga tante Salwa pasrah dan merelakan bunga mawar miliknya hilang setangkai setiap hari dan semua itu karena ulah Runa.


Apa ini juga harus sia - sia, aku merintis usaha ini untukmu agar di saat kita menikah nanti kau tak perlu merasakan hidup susah bukanlah itu persyaratan dari keluargamu selain bisa menjaga dan menyanyangi dirimu juga mencukupi materi.

__ADS_1


Semua sudah aku persiapkan Nabila tapi aku ragu setelah ini, aku takut kak Rama akan menghalangi mendapatkanmu seperti dulu. Aku menjadi lemah dan penakut jika menyangkut dirimu. Runa meringkuk sambari menggenggam bunga mawar dan membekap membawa ke dada seolah - olah dirinya sedang membekap Nabila membawa ke dalam pelukkan.


Hingga malam Runa masih berada di ruangan tersebut. Mengerjapkan mata melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan menunjukkan jam sebelas malam. Saat ingin mengambil hp tak sengaja Runa menjatuhkan kotak cincin yang ia siapkan untuk melamar Nabila. Tersenyum getir sembari membuka kotak cincin tersebut mengeluarkan menatap cincin berlian yang ia pesan khusus. di dalam cincin tersebut ada inisial huruf dari nama mereka.


__ADS_2