
Jangan bersikap pesimis, kau tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan ayah. Jika kau mau ayah akan mengajukan kerja sama dengan ayahnya. Tapi atas namamu dan kau yang akan menjalankannya, ayah hanya berada di belakang untuk membantu dan memantau saja agar kau mudah mendekati ayahnya baru kemudian baru mendekati ke anaknya. Bagaimana? Ucap Ramen.
Sepertinya boleh juga tapikan James baru lulus dan akan masuk kuliah jadi apa itu tidak akan mempengaruhi penilaian Om Radji nantinya.
"Kau fokus dulu ke sekolahmu setelah semua berjalan ayah akan mengurus semuanya" James yang paham kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya.
Istirahatlah lusa kau sudah berangkat ke Singapura. Ayah sudah mengaturnya, tunjukkan prestasimu jangan buat ayah kecewa.
~
Nabila tidak bisa memejamkankan matanya padahal jam sudah menunjukkan pukul dua malam. Ia terus memikirkan ucapan Jessi. Aku tidak mau satu tempat belajar lagi dengan Runa, apa lagi ada Jessi di sana pasti kami akan sering bertemu walau beda jurusan itu artimya akan semakin sulit melupakan Runa.
__ADS_1
Tapi ayah sudah mendaftarkan aku di sana. Apa alasanku pada ayah yah? Nabila menggaruk - garuk kepalanya, Aahh buat susah saja. Karin, ya Karin akan kuliah di Bandung apa aku ikut Karin saja kuliah di sana. Aku coba dulu siapa tahu ayah mengizinkannya.
Saat sarapan pagi Nabila mencoba membuka suara di dalam keheningan makan. Keluarga Nabila membiasakan diam di saat makan. Katanya supaya nikmat dan dapat merasakan bersyukur .
"Yah, Bagaimana kalau Nabila ikut Karin kuliah di Bandung ? Nabila mengucapkannya sambil takut - takut."
Radji langsung berhenti makan dan menatap tajam, Kenapa? Apa ada masalah dengan universitas Xxx. Bukankah dia salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kita masih bisa berkumpul bersama karna masih satu kota.
Bukan tidak mau yah, hanya Nabila ingin mandiri saja. Ucap Nabila terbata - bata.
"Apa ayah akan membiarkanmu tinggal di Bandung sendirian? Kau sudah tau jawabannya jadi turuti saja." Nabila hanya menunduk, ia meremas jari tangannya ingin memberontak tapi takut.
__ADS_1
Apa ada hubungannya dengan Runa? tanya Rama. Aku dengar dia kuliah di sana bahkan mendapat undangan khusus. Apa karna dia?
Tentu saja tidak, aku hanya ingin kuliah bersama Karin di Bandung kami akan menyewa rumah dan tinggal di sebelah rumah Neneknya Karin jadi kami tidak akan merasa sendiri tanpa keluarga. Nabila semakin takut jika Rama sudah ikut turun tangan.
"Jawaban nya tetap TIDAK jangan membantah" ucap Radji. Nabila hanya pasrah jika sudah begini, Ratna mengelus pundak Nabila, Cepat habiskan makanmu, bukankah hari ini kau akan mendaftar ulang, segera bersiap. Kita akan pergi bersama sekalian Mama akan ke Butik tante Sera.
Di dalam mobil Nabila hanya diam memikirkan malas berada di satu tempat yang sama dengan Runa.
Jangan memikirkan yang belum jelas, ikuti alurnya jalani saja itu tidak akan terlalu sulit jika kau bisa menyeimbangkannya. Ratna menatap Nabila. Jangan buat dirimu susah hanya karna sesuatu yang belum tau kejelasannya, jika kau tak mau dekat kembali dengan Runa harusnya bisa membatasi diri dan perasaanmu. mengertikan maksud Mama? ucap Ratna.
Nabila mengangguk dan menyenderkan kepalanya di bahu sang ibu, Ratna mengelus kepala sang anak memberi kenyamanan. Memang benar ibu yang paling mengerti kondisi setiap anak - anaknya.
__ADS_1