
Dalam tidur pun Nabila tidak bisa tenang, sesekali melihat pintu mematikan masih terkunci dengan baik atau tidak. Saat matanya benar - benar mengantuk masalah pintu pun terlupakan begitu saja. Sampai cahaya pagi mulai memasuki ruangan kamar melalui celah - celah jendela.
Tok tok tok
Nabila kita sarapan yuk, Runa mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban.
Sepertinya tidur Nabila sangat nyenyak Ma, kita duluan saja sarapannya. Mungkin ia kecapean karena semalm aku menjemputnya ia lagi di luar pergi bersama temannya si Karin, di tambah aku bawa kamari jadi biarkan saja dia tidur.
Mawar tersenyum dan memulai sarapan mereka. "Alasan apa yang kau pakai sampai mendapat izin dari orang tua Nabila ?"
Rahasia, Jawab Runa dengan santainya.
Mawar hanya tersenyum kecut mendengar jawaban dari putranya. Setelah bangun segera hantarkan Nabila pulang, aku takut Radji akan marah jika terlalu lama di sini.
Deringan hp Nabila berhasil membuatnya terbangun, menggerak - gerakkan badannya yang terasa remuk. "Akhhh rasanya seperti di patah - patahkan badan ini" Nabila mengerang.
__ADS_1
Mata ini rasanya sulit sekali di buka, merasa di tempat yang asing dan melihat sekeliling ruangan kamar, merasa bukan kamarnya mengingat - ingat kejadian semalam dengan spontan ia melompat turun. Astaga jam berapa ini. Dari wallpeper hpnya menunjukkan jam sembilan pagi seketika jantungnya berdegup kencang. Mati aku bakalan kena marah kalau gini, secepatnya ia ke kamar mandi untuk mencuci wajah.
" Ehem, tidurnya nyenyak sekali sampai bangun pun kesiangan. Kalau seperti ini kira - kira apa ya alasan yang pas buat aku sekiranya di interogasi sama keluargamu!"
Nabila melirik tajam, terserah kamu mau jawab apa, Lagian kenapa tidak di bangunkan dari tadi sih ?.
Malah nuduh lagi, Aku sudah bangunkan kamu dari jam setengah tujuh, tapi kamu tidurnya nyenyak banget sampai gak denger aku panggil panggil.
Sudah ayo antarkan aku pulang, aku takut ayahku marah apa lagi ini weekend pasti ayah ada di rumah. Tante Mawar mana aku mau pamit dulu.
Mama lagi ke rumah depan .
Kamu sarapan dulu baru aku antar pulang. "Kelamaan kalau sarapan lagi, udah cepetan keluarin motornya."
"Kamu kenapa bisa di sini Nabila ?"
__ADS_1
Jessi... jawab Runa dan Nabila secara bersamaan.
"Kamu ngapain ke sini pagi - pagi ?" tanya Runa sementara Nabila hanya diam tidak tahu mau menjawab apa.
Aku mau kasih kamu ini, Jessi mengangkat setengah tangannya menunjukkan barang belanjaan. Kamu kenapa bisa ada di rumah Runa? tanya Jessi lagi sambil menatap tajam Nabila.
Merasa bingung mau menjawab apa Nabila ******* -***** tangannya.
Nabila ke sini atas permintaan Mama aku. Kami masih ada ikatan saudara, jawab Runa dengan asal.
Tapi kamu gak pernah cerita, bahkan di sekolah dulu kalian seperti tidak saling mengenal. Jessi tidak percaya dengan jawaban Runa.
Itu karna kami tidak dekat, sudahlah aku mau mengantar Nabila pulang dulu. Kamu mau di sini atau gimana? tanya Runa merasa tidak enak jika meninggalkan Jessi sendirian.
Tunggu kamu aja, aku mau ajak kamu jalan, Jessi menebar senyum terbaik yang menampakkan deretan gigi putihnya. "Tapi aku akan lama, rumah Nabila lumayan jauh."
__ADS_1
"Aku tetap tungguin kamu" jawab Jessi kekeh.
Ya sudah, masuk ke dalam rumah saja pintunya tidak di kunci.