JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 16


__ADS_3

Setelah pertemuan tadi kini Runa mulai ada harapan terang untuk massa depannya. Ia tak perlu memikirkan biaya Kuliah karna ia telah mendapat undangan khusus serta beasiswa dari universitas Xxx.


Jessi segera memberi ucapan selamat .Sepanjangan acara Jessi selalu menggandeng tangan Runa seolah ia membenarkan anggapan orang orang bahwa mereka memiliki hubungan. Runa yang jenuh berusaha melepaskan tangannya namun Jessi tidak mau. Runa beralibi ke toilet agar terlepas dari Jessi.


Pasangan yang lagi hot - hotnya, sampai gak mau lepas tangan, sindir James saat Runa melewati barisan bangku mereka. Runa melirik, Nabila membuang muka. Sedangkan Karin berdehem dehem.


Dari toilet Runa malas kembali ke aula, ia memilih duduk di kantin. Runa pulang sebelum acara selesai. Walinya juga tidak hadir karna Mamanya sedang berada di rumah sakit. Sedangkan kakaknya masih dalam rehabilitasi. Berulang kali hpnya berdering tapi ia memilih mengabaikan.


Jessi gelisah menunggu Runa yang belum kembali segera berdiri ingin mencari namun saat keluar dari pintu aula ia melihat Runa mulai menjalankan motornya menuju pintu gerbang sekolah. Ia menarik nafas panjang dan mulai mengatur siasat untuk mendapatkan Runa sebelum Runa dan Nabila kembali dekat.


~


Hari ini Runa mendatangi Universitas Xxx untuk mendaftar. Berbekal undangan khusus dari pak Samsul memudahkan Runa mengurus semuanya. Runa beruntung bisa kuliah di sini, Universitas Xxx salah satu universitas terbaik di Jakarta.

__ADS_1


Diparkiran Runa melihat Nabila sendirian, sempat berfikir apakah Nabila juga akan berkuliah di sini. Tiba - tiba senyum terukir di bibirnya, semoga ini awal yang baik memulainya dari awal lagi.


"Hai..." sapanya, Mendengar suara yang sangat di kenal membuat Nabila terdiam sejenak.


"Runa tersenyum, Kamu sendirian?"


"Iya" jawab Nabila kaku. Entah mengapa Nabila merasa canggung.


"Mau pesan apa?" tanya Runa. Nabila masih diam, merasa saat ini kembali seperti kembali seperti beberapa tahun yang lalu.


"Apakah ini mimpi, ia mencubit tangannya seolah mencari kebenaran apakah ia sedang bermimpi atau tidak. Tapi Nabila merasakan sakit menandakan ini nyata bukan mimpi."


"Dari tadi kau diam saja apa kamu sakit?" Runa bertanya lagi, melihat Nabila hanya diam saja Runa berniat memegang bahu Nabila, dengan cepat Nabila menghindar, berdiri ingin pergi, ia merasa belum siap berbicara dengan Runa setelah semuanya.

__ADS_1


Secepatnya Runa menahan Nabila, Runa tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menjelaskan. Setelah selama ini diam tanpa keberanian untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Duduklah aku ingin berbicara. Runa menuntun Nabila duduk kembali tanpa melepaskan tangannya. "Aku minta maaf untuk semuanya."


Kau tidak mempunyai salah, jadi buat apa minta maaf. Kemarin juga kau sudah minta maaf jadi buat apa mengulanginya lagi Nabila mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


Ia belum siap mendengarkan penjelasan Runa . Padahal ini lah yang selalu di tunggunya selama ini, yaitu sebuah penjelasan.


"Aku tahu aku salah " Runa menjeda ucapannya. Aku pergi tanpa pamit dan kabar apa pun, kemudian Runa diam."


Hanya itu ? tanya Nabila. Sebenarnya ia ingin dengar yang lain Namun Runa hanya diam. Aku sudah memaafkanmu. Nabila berdiri segara pergi, ia menunggu penjelasan yang hatinya inginkan namun tidak ia dapatkan.


Baru saja dua langkah Nabila merasa tangannya ditahan dan mendapat pelukan. "Maafkan aku yang tidak punya keberanian untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2