JANJI NABILA

JANJI NABILA
PART 41


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


"Bagaimana hubungan kalian apakah ada kemajuan atau masih begitu - begitu saja? tanya Karin saat dirinya bertemu Nabila melepas rindu setelah lama tidak bertemu."


"Entah lah, Runa masih terus berusaha meyakinkan hanya saja aku yang masih ragu terhadapnya" Nabila mengaduk - aduk minumannnya.


Apa yang membuatmu masih ragu, apa karena Jessi yang masih mengejar - ngejar Runa. Runa masih belum memberikan penegasan perihal siapa yang harus ia pilih? Apa kau tidak bosan di hadapkan situasi begini, terus - terusan di bayangin masa lalu yang menyulitkan mu melihat masa depan. Karin memberikan pertanyaan bertubi - tubi.


Aku juga tidak tahu, aku merasa tidak ada perkembangan apapun jadi kita lihat saja bagimana setelah lulus nanti. Karin yang tidak habis fikir melihat sahabatnya yang terlalu sabar mengadapi orang -orang seperti mereka.

__ADS_1


Sementara di tempat lain suasana kamar begitu berantakan, pakaian yang berserakan di mana - mana. "Dek, kamu tidak pusing mondar mandir seperti itu aku yang melihatnya saja pusing."


"Siapa suruh kakak di sini, aku hanya mencari pakaian terbaikku" Kata Runa.


Lelah menunggu Dafa memutuskan menunggu di luar. Hampir satu jam menunggu namun Runa belum juga keluar. Dafa memutuskan masuk kembali ke kamar sang adik sambil menatap kesal karena Runa belum juga selesai memilih pakaiannya. " Kamu kenapa gak beli aja sih dari pada kayak gini gak siap - siap, aku ya capek dek tungguin kamu. Hampir satu jam loh aku nungguin kamu."


Kakak kenapa baru bilang sekarang, tau gitu aku gak capek dari tadi. Runa keluar kamar mengambil kunci mobil dan mencari butik terdekat.


Tidak sia - sia jerih payah sang adik dalam membuktikan keseriusannya terhadap Nabila. Terbukti dengan di bukanya lima cabang sekaligus usaha yang didirikan Runa dari nol. Usaha yang berdiri di bidang makanan dan minuman cepat saji serta menu andalan keluarga yang banyak di minati, menjadikannya usaha yang di mulai dari rumahan sekarang sudah menjadi besar.

__ADS_1


Kafe yang sudah di resmikan sebulan yang lalu sekarang nampak ramai bahkan untuk mencari kursi kosong saja susah. Jika ada yang ingin memesan untuk acara private harus memesan dari hari sebelumnya. Dafa menyesali dirinya karna sudah banyak membuat keluarganya susah mengharuskan adiknya ikut menanggung dari perbuatannya.


"Maaf mas sudah penuh belum ada ku rsi kosong jadi silahkan datang sebentar lagi" Ucap salah satu waitres.


Dafa tersenyum geli dirinya di kira pengunjung yang ingin makan. Saya hanya melihat- lihat usaha adik saya, Runa"


" Maaf saya tidak tahu anda keluarga mas Runa"


Tidak masalah. "Kalau mas nya ada yang di butuhkan panggil saya. Ucap Bunga kemudian meninggalkan dan melanjutkan pekerjaannya"

__ADS_1


"Rama..." Dia di sini? memberanikan diri menemui Rama sahabat baiknya namun ia sakiti.


"Rama... kau apa kabar?" Rama hendak menjawab namun setelah melihat Dafa lah yang di hadapannya saat ini seketika wajahnya memerah. Bayangan beberapa tahun yang lalu mulai bermunculan di kepalanya. Nindy yang menangkap aura tak bersahabat dari suaminya mulai cemas takut tidak bisa mengontrol diri.


__ADS_2