JANJI NABILA

JANJI NABILA
Part 26


__ADS_3

Nabila menghempaskan tubuhnya di atas kasur setelah merasa lelah mengantar James ke bandara dan berbelanja bersama Karin. Baru ia teringat kotak kecil di dalam peper bag pemberian James.


Segera di raihnya tas yang ia lempar kan di lantai dan membukanya. Kira - kira apa ya isinya. Kotak kecil berbungkus kertas kado bergambar bunga mawar merah, setelah di buka terdapat kotak kecil lagi. Ini seperti kotak cincin, ucap Nabila pelan.


Dan benar saja sebuah cincin berlian yang sangat cantik, Nabila tidak menyangka ia akan mendapat hadiah seperti ini dari James. Segera ia di sematkan di jari manisnya, sangat pas sepertinya James mengetahui ukuran jariku.


Setelah membolak balikkan kotak cincin terdapat surat kecil yang terselip di dalamnya. Merasa penasaran segera Nabila membuka dan membaca isi surat tersebut.


"Untukmu yang terindah yang selalu mengisi hati dan fikiranku" Nabila membaca dengan kening berkerut. Apa maksud dari surat ini ya? Segera Nabila meraih hp untuk menelfon James tapi nomernya sedang tidak aktif.

__ADS_1


Berulang kali Nabila mengulanginya namun nomernya tetap sama tidak tersambung. Apa James kehabisan baterai hpnya? karna tidak mungkin jam segini James belum sampaai di Singapura. Merasa tidak sabaran akhirnya Nabila menelfon Karin menanyakan apakah Karin juga mendapat kado yang sama dengan diri nya atau tidak.


Derett derettt


Ia halo, Kenapa Bil? tanya Karin.


Eh iya, aku mau tanya kamu dapat kado apa saja dari James tadi? tanya Nabila tanpa berbasa basi.


Sudah dulu ya aku mau mandi dulu, Nabila langsung mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Karin. Sementara Karin merasa ada yang aneh hanya berusaha acuh tanpa mau mengambil pusing.

__ADS_1


Jadi hanya aku yang di beri hadiah cincin, mana harganya seperti mahal. Apa James salah meletakannya siapa tahu James salah menempatkannya termasuk dalam peper bag punyaku, Nabila menduga - duga. Memperhatikan bentuk cincin yang sangat cantik dan sangat pas di jari manisnya.


Tidak mendapat jawaban apa pun Nabila keluar kamar mencari angin. Saat melewati ruang tamu tidak sengaja Nabila mendengar pembicaraan Rama dan Radji sang ayah.


Aku baru tahu Runa juga kuliah di tempat yang sama dengan Nabila bahkan mendapat jalur undangan khusus, kata Radji


Iya benar kan aku sudah pernah bilang. Mungkin karena itu Nabila meminta pindah kuliah di Bandung bersama Karin Jawab Rama.


Radji mengangguk- angguk, Ya sudah biarkan saja, aku tidak melarang jika mereka dekat kembali. Sudahku peringatkan Runa sebelumnya jika ia memang benar mencintai Nabila maka dia harus membuktikannya dan satu lagi dia harus mapan dulu harus setara dengan Kita, bukan apa - apa aku tidak mau Nabila nanti hidup susah.

__ADS_1


Jika itu keputusan ayah aku tidak masalah. Hanya saja kalau bisa kita tidak lagi berurusan dengan keluarga Dafa. Aku masih sakit hati dengannya meski Runa dan Dafa orang yang berbeda tapi buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Setelah papanya dan juga Dafa, aku berharap Runa tidak sama. Semoga ia bisa mengambil pembelajaran dan orang tua dan kakaknya .


__ADS_2