
Deru suara motor yang memasuki halaman rumah mengalihkan perhatian Vera dan beberapa orang yang berkumpul di ruang tamu bersamanya. Wanita itu lantas berdiri dan melenggang keluar untuk melihat Siapa yang datang.
Seorang pemuda berpenampilan serampangan terlihat turun dari motor besarnya dan berjalan kearahnya. Siapa lagi jika bukan Zian, mantan kekasihnya yang merangkap sebagai putra tirinya. Tanpa mengatakan apapun, Zian melewati Vera begitu saja.
"Zian, dimana sopan santunmu padaku?!" teriak Vera namun dihiraukan oleh Zian. Kemudian Vera menyusul Zian masuk ke dalam.
"Kak, siapa berandalan ini? Kenapa dia asal nyelonong masuk saja ke rumahmu?" tanya seorang pemuda sambil menunjuk Zian dengan angkuh.
"Seharusnya aku yang bertanya, siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di rumah ini?" alih-alih menjawab, Zian malah balik bertanya. Lalu pandangan Zian bergulir pada Vera. "Apa mereka keluargamu? Memangnya siapa yang mengijinkanmu membawa mereka masuk ke rumah ini?!"
"LANCANG!!" bentak seorang wanita paruh baya seraya bangkit dari kursinya. Dia menunjuk Zian dengan tatapan penuh keangkuhan. "Berani sekali kau bicara seperti itu pada Nyonya di rumah ini. Vera, adalah istri dari pemilik rumah ini, dan dia adalah Nyonya disini!!"
"Lalu?" Zian berucap dengan santai.
"Apanya yang lalu? Sebaiknya kau pergi dari sini, karena berandalan sepertimu tidak layak menginjakkan kaki di rumah ini!!" sahut pemuda yang menegur Zian tadi.
Vera mengangkat tangannya dan memberi kode pada Ibu dan adiknya supaya mereka diam. "Mereka adalah ibu dan adikku, aku yang membawa mereka kemari, karena mulai sekarang mereka berdua akan tinggal disini bersamaku," ujar Vera menjelaskan.
"Memangnya siapa yang memberimu hak untuk membawa orang asing masuk ke rumah ini?" Zian tidak suka jika ada orang asing masuk ke rumahnya.
"Mereka bukan orang asing, karena mereka berdua adalah keluargaku. Aku adalah Nyonya di rumah ini, dan aku memiliki hak penuh untuk melakukan apapun, termasuk membawa keluargaku untuk tinggal bersamaku!!" ucap Vera menegaskan.
__ADS_1
Zian menyeringai dan menatap Vera dengan sini."Percaya diri sekali kau, memangnya kau pikir dirimu ini siapa? Jangan hanya karena tua bangka itu menikahimu maka kau memiliki hak untuk berbuat sesuka hatimu. Ingat, Vera, kau juga orang asing di rumah ini!!" Zian tak mau kalah, dia berusaha untuk menyudutkan Vera.
Bukannya merasa tersudut, Vera justru terlihat menarik sudut bibirnya dan menatap Zian dengan seringai meremehkan.
"Orang asing? Kau yang orang asing, Zian. Karena rumah ini dan seluruh isinya sudah atas Namaku, ayahmu yang bodoh itu telah menyerahkan rumah ini padaku. Aku sudah berhasil mendepaknya dan Sean keluar dari rumah ini, karena mereka berdua sama-sama tidak berguna untukku. Tapi aku masih bisa memberikan toleransi padamu, jika kau mau kembali padaku dan menjadi anjing yang baik, maka akan aku ijinkan aku untuk tinggal di rumah ini. Bagaimana?"
Vera mencoba memberi penawaran pada Zian, tapi sayangnya dia berhadapan dengan orang yang salah."Sayangnya aku tidak tertarik sama sekali. Dan kenapa kau bisa begitu percaya diri sekali jika rumah ini adalah milikmu. Vera, Vera, kau benar-benar bodoh!! Asal kau tahu saja, sertifikat rumah yang asli ada padaku, dan disini tertulis dengan jelas siapa pemiliknya yang sah!! Jika kau masih tidak terima, kita bertemu di pengadilan. Kita lihat saja, kau atau aku yang menang!!" Terang Zian menuturkan.
Zian tidak mengatakan omong kosong. Rumah dan seluruh aset kekayaan keluarga Lu adalah miliknya, harta yang ditinggalkan oleh mendiang Nenek dan kakeknya. Jadi semua harta dan kekayaan yang selama ini dinikmati oleh semua orang di keluarga Lu adalah milik Zian. Dan Zian sudah memutuskan untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Vera yang tidak percaya merebut surat-surat itu dari tangan Zian dan memeriksanya. Vera menggelengkan kepala, karena yang Zian katakan bukanlah omong kosong.
"Tidak, ini tidak mungkin. Pasti kau sudah melakukan pemalsuan data, karena pemilik kekayaan keluarga ini adalah Donny, bukan kau!!" bentak Vera dengan suara meninggi.
Zian akan mengambil semuanya kembali, sudah cukup mereka menikmati semua hartanya. Dia akan mendepak semua orang-orang itu keluar dari rumah miliknya.
"Zian, kau pikir bisa mengusirku begitu saja?! Jangan bermimpi, rumah ini dan seluruh harta milik keluarga Lu harus jadi milikku. Aku tidak ingin rugi, untuk itu jangan pernah bermimpi untuk bisa mengambilnya kembali, karena aku tidak akan membiarkannya!!" teriak Vera dengan emosi.
Vera mengepalkan tangannya, dia tidak akan membiarkan Zian mendapatkan seluruh kekayaan keluarga Lu. Karena bagaimanapun juga dia yang lebih berhak. "Tahan dia, jangan biarkan dia keluar dari rumah ini dalam keadaan hidup-hidup!!" seru Vera.
Adik dan ibu Vera pun maju untuk menahan Zian. Mereka berdua menghalangi jalan Zian dan tidak membiarkannya untuk pergi. Mereka benar-benar mencari masalah dengan orang yang salah. Adik Vera menyeringai, dan menatap Zian dengan sinis.
__ADS_1
"Kami tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah ini dalam keadaan hidup-hidup, jadi jangan macam-macam dengan kami," ucap Pemuda itu sambil menyeringai.
"Kalian berdua sudah bosan hidup, ya. Kalian pikir, orang-orang tidak berguna seperti kalian ini bisa menghentikanku? Jangan bermimpi!" sinis Zian.
Zian menahan pipa besi yang mengarah padanya, lalu menendang adik Vera tepat di ulu hatinya hingga membuatnya tersungkur dilantai dan berguling kesakitan.
Dan apa yang Zian lakukan membuat Vera dan ibunya menjadi geram dan marah. Mereka mencoba menyerang Zian tapi berhasil dihentikan olehnya dengan mudah. Bahkan Zian tak ragu sedikit pun untuk mencederai mereka berdua. Ketiganya tersungkur di lantai.
"Jangan pernah kau samakan aku dengan Sean dan tua bangka itu, karena aku tidak sama seperti mereka, yang mudah untuk kau bodohi dan kau tipu!! Segera tinggalkan rumah ini sebelum kalian menyesal," pinta Zian memperingatkan.
Zian tidak akan membiarkan benalu seperti Vera dan keluarganya terlalu lama berada di rumahnya, juga mereka tidak memiliki hak sama sekali untuk tinggal apa lagi menjadi penguasa di keluarga Lu.
"Zian, ingat ini belum berakhir. Aku pasti akan membalasmu!!" Vera beserta adik dan ibunya meninggalkan kediaman Lu. Mereka benar-benar dibuat tak berkutik oleh Zian.
Rencana Vera gagal total, padahal hanya tinggal satu langkah lagi. Vera sudah berhasil menyingkirkan sean dan Donny Lu. Dan saat ini, mereka berdua sama-sama berada di penjara.
Zian menghela napas. Kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah pernah mencintai Vera dengan sepenuh hatinya. Dia yang awalnya terlihat polos dan seperti gadis baik-baik, ternyata adalah ular berkepala dua.
.
.
__ADS_1
Bersambung.