Jerat Cinta Gangster Tampan

Jerat Cinta Gangster Tampan
Aneh Dan Ajaib


__ADS_3

Black Phoenix, nama itu begitu terkenal bagi mereka yang berada di dunia bawah. Tidak sedikit pula orang yang merasa gentar ketika mendengar nama itu disebutkan.


Di antara semua kelompok gangster yang ada, nama Black Phoenix memang yang paling terkenal, bukan hanya karena anggotanya yang tampan, tetapi juga karena kekejaman mereka dalam menghabisi siapa pun yang berani mencari masalah dengan kelompoknya.


Kelompok gangster yang diketuai oleh Zian, tingkat kekejamannya memang setara dengan kelompok-kelompok mafia yang berada di kota Besar seperti London dan America. Mereka tak kenal ampun dalam menghabisi semua musuh-musuhnya.


Dan satu-satunya kelompok yang setara dengan mereka adalah Black Jack, meskipun mereka tidak pernah menang ketika berhadapan dengan para anggota Black Phoenix, namun mereka termasuk lawan yang sepadan.


Tapi sekarang dua kelompok yang awalnya selalu bersitegang dan saling baku hantam, sekarang justru berteman baik.


Hal itu Bermula ketika Zian membantu Andrew dan teman-temannya yang sedang dikeroyok oleh kelompok lain. Karena hutang budi, Andrew menjadi sangat care pada Zian dan teman-temannya.


"Hahahaha, kalian kalah lagi. Dan sesuai kesepakatan, yang kalah harus mencium siapapun yang pertama kali melewati pintu itu." seru Alex dengan heboh.


"Andrew, kau yang pertama," ucap Max.


Andrew meletakkan kartunya lalu bangkit dari duduknya. "Oke, siapa takut. Itu adalah hal yang sangat mudah. Dan coba kalian lihat ke luar, gadis cantik berjalan kemari," ucapnya dengan begitu percaya diri, Andrew menunggu gadis itu masuk ke dalam cafe.


Namun tiba-tiba Gadis itu berhenti lalu berbalik dan melenggang pergi setelah mendapatkan telfon, dan yang masuk ke dalam cafe adalah seorang wanita jadi-jadian (Bancii).


"I...Itu kenapa yang masuk malah mahluk dua akan?" ucap Andrew kebingungan.


"Itu artinya dia adalah jodohmu, hahaha." Sahut Alex menimpali.


Dan hal itu tentu saja membuat Andrew syok bukan main, membuat gelak tawa seketika membahana di setiap penjuru cafe tempat mereka berkumpul. Membuat semua mata tertuju pada mereka semua, tapi mereka tak mau ambil pusing dan asik dengan dunianya sendiri.


"Apa yang kau tunggu? Cepat cium dia," pinta Max.


"Cium..."


"Cium..."


"Cium..."


Andrew dengan tubuh gemetar menghampiri mahluk dua alam tersebut dan menghentikannya. Tanpa berkata apa-apa, Andrew langsung menciumnya. Tindakan Andrew tentu saja membuat mahluk dua alam itu terkejut bukan main.

__ADS_1


Max dan yang lain malah tertawa terbahak-bahak. Tak ingin semakin malu, Andrew pun langsung meninggalkan cafe. Dia benar-benar malu setengah mati, Andrew benar-benar kehilangan muka karena ikut permainan konyol Max cs. Ini pertama dan terakhir kalinya.


.


.


Waktu datang dengan cepat. Siang dan malam silih berganti. Tidak terasa ini sudah akhir pekan. hari ini Luna akan memperkenalkan Zian pada keluarga besar Xia, apalagi neneknya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan cucu menantunya tersebut. Karena pernikahan Luna dan Zian sangat terburu-buru, makanya tak banyak keluarga Luna yang datang .


Tingg...


Pesan singkat yang masuk ke ponselnya mengalihkan perhatian Zian, ternyata dari Max. Nyaris saja Zian tersedak minuman di dalam mulutnya setelah melihat video pendek yang dikirimkan oleh Max padanya. Video yang memperlihatkan Andrew sedang mencium wanita jadi-jadian.


"Zian, kau ini kenapa? Minum begitu saja bisa hampir tersedak," ucap Luna, dia mengomeli Zian habis-habisan. "Ini, minum dulu," Luna menyerahkan segelas air putih pada Zian.


"Terimakasih, Luna." Ucap Zian sambil mengambil gelas air minum tersebut dari tangan Luna.


"Memangnya apa yang sedang kau lihat?" tanya Luna penasaran. Guna mendekati Zian, dan ikut melihat video tersebut. "OMO!! Apa-apaan mereka itu?" Luna memekik kencang setelah melihat Video tersebut.


"Apalagi jika bukan taruhan konyol. Sepertinya Andrew kalah taruhan dan dia harus menerima hukuman," jelas Zian.


Wanita itu lalu beranjak dari hadapan Zian dan pergi begitu saja. Luna berencana untuk memetik beberapa tangkai mawar yang nantinya akan dia bawa ke acara reuni keluarganya. Karena Luna tau jika Neneknya sangat menyukai mawar, sama seperti dirinya.


Dan Luna sangat berterima kasih pada Zian karena memiliki banyak jenis mawar yang tumbuh subur di taman belakang miliknya. Jadi dia tidak perlu susah-susah keluar untuk membelinya.


.


.


Tidak terasa siang berlalu dengan cepat, malam telah datang menjelang. Luna dan Zian telah bersiap untuk pergi ke acara reunian keluarga Xia. Jantung Zian sedikit berdegup kencang, dia agak gugup untuk bertemu dengan keluarga besar Luna. Dia takut membuat kesalahan yang nantinya bisa mempermalukan Luna dan orang tuanya.


"Apa kau tegang?" tanya Luna melihat Zian yangs sedari tadi hanya diam, mereka sedang dalam perjalanan menuju kediaman orang tua Luna.


Zian menoleh dan mengangguk. "Sedikit," dia menjawab singkat. Luna tertawa pelan, aneh rasanya melihat Zian yang biasanya bersikap dingin dan acuh, hari ini malah terlihat gugup, dan ini merupakan hal yang sangat langkah.


"Apa yang kau ketawakan?" tanya Zian sedikit kesal

__ADS_1


Luna menggeleng. "Tidak ada,


Dan lagi pula siapa juga yang pertama, l kau salah lihat kali," ucap Luna menimpali.


Zian mendengus. Dia kembali fokus pada jalanan. Karena berbarengan waktu pulang kerja, jadi jalanan agak sedikit padat dengan kendaraan.


Dua puluh lima menit berkendara, mereka berdua tiba di kediaman orang tua Luna. Dan ternyata mereka sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


Kedatangan Zian dan Luna disambut hangat oleh mereka berdua. "Kalian sudah datang," ucap Nyonya Xia pada mereka berdua.


"Zian, ayo masuk dulu. Setelah ini kita berangkat sama-sama," Tuan Xia menepuk bahu Zian lalu membawa menantunya itu masuk ke dalam rumah. Diikuti Luna dan ibunya.


Acaranya masih jam delapan malam ini, dan ini masih jam 18.30, jadi masih ada waktu untuk bersantai sebelum berangkat ke sana. "Oya, Ma, dimana Vincent?" tanya Luna karena tidak melihat keberadaan kakaknya.


"Vincent, sudah berangkat duluan. Dia bilang mau menjemput kekasihnya dulu, dan kita bertemu disana." Jawab Nyonya Xia. "Oya, ada apa dengan, Zian? kenapa dia terlihat agak tegang?" tanya Nyonya Xia saat memperhatikan menantunya itu.


"Dia agak sedikit gugup, mungkin karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan keluarga kita. Makanya Zian agak sedikit gugup." Jelas Luna.


Nyonya Xia mengangguk mengerti. "Itu adalah hal yang sangat lumrah, dulu waktu pertama kali Papamu membawa Mama ke keluarga Xia dan memperkenalkan pada, Nenekku. Mama, juga sangat gugup. Tapi lama-lama akan terbiasa, jadi Maklumi saja." ujar nyonya Xia.


Pandangan Luna bergulir pada Zian dan Ayahnya, dia sangat penasaran dengan apa yang mereka obrolkan, mereka berdua terlihat sangat serius, kemudian Luna mendekati mereka berdua dan bergabung dengan suami serta ayahnya.


"Kalian serius sekali ngobrolnya, memangnya apa yang sedang kalian bahas?" tanya Luna penasaran.


"Bukan apa-apa, hanya masalah pekerjaan," jawab Tuan Xia. Dia tidak berbohong, apalagi menyembunyikan sesuatu dari Luna, karena memang itu yang sedang dia bahas dengan Zian, yakni masalah pekerjaan di kantor.


Luna mengangguk paham. "Aku mengerti, dan bisakah kita berangkat sekarang? Jangan sampai Paman Doris dan keluarganya merendahkan kita lagi hanya karena terlambat datang," ucap Luna yang dibalas anggukan setuju oleh Tuan Xia.


Dalam keluarga, perselisihan pasti selalu ada, termasuk keluarga Xia. Tuan Xia memiliki seorang kakak bernama Doris Xia, tapi hubungan mereka tidak baik-baik saja, Doris yang selalu iri pada adiknya selalu berusaha untuk merusak nama baiknya, tapi sayangnya semua usahanya selalu gagal dan tidak membuahkan hasil yang baik.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2