
"Untuk itu, aku mohon berhentilah. Tinggalkan dunia lamamu dan buka lembaran baru denganku,"
Zian tidak bisa mengenyahkan kata-kata itu dari pikirannya. Ucapan Luna begitu melekat dalam ingatannya. Tak banyak yang dia minta darinya, Luna hanya ingin dia meninggalkan dunia lamanya dan membuka lembaran baru dalam hidupnya. Hanya itu yang Luna minta darinya.
Kedatangan seseorang sedikit menyita perhatiannya. Zian menoleh, terlihat Paman Wang berjalan menghampirinya. "Tuan Muda, apa yang sebenarnya sedang anda pikirkan? Saya memperhatikan dari luar, Anda terus melamun disini seperti memikirkan sesuatu, apa Anda dan Nona bertengkar?" tanya Paman Wang memastikan.
"Tidak, hubunganku dan Luna baik-baik saja. Hanya saja, ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiranku. Luna, mengatakan sebuah kalimat yang membuatku terngiang terus.Aku benar-benar tidak bisa melupakan kata-katanya," ujar Zian.
Paman Wang terdiam selama beberapa detik, kemudian dia kembali menatap Tuan Mudanya dengan tatapan tak terbaca. "Memangnya apa yang Nona katakan pada Anda?" tanya Paman Wang penasaran.
"Dia memintaku untuk berhenti dan meninggalkan dunia lamaku, lalu membuka lembaran baru bersamanya. Dan aku benar-benar tidak bisa mengenyahkan kata-kata itu dari pikiranku," ujar Zian.
"Saya rasa Nona memang ada benarnya juga, Tuan Mud. Karena memang sudah seharusnya Anda meninggalkan dunia gelap itu dan membuka lembaran baru. Apalagi sekarang Tuan Muda tidak sendirian, sudah ada seseorang yang akan mendukung apapun keputusan dalam hidup Anda. Menemani Tuan Muda dalam keadaan suka maupun duka, dan juga satu-satunya orang yang paling peduli pada keselamatan dan hidup-mati Anda." Tutur Paman Wang.
Zian mengambil nafas panjang dan menghelanya. "Ya, aku memang sedang memikirkannya. Dan aku berencana untuk kembali ke perusahaan, mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku." Ucapnya.
__ADS_1
Dia rasa sudah cukup semua kekacauan yang diciptakan oleh ayahnya selama ini, apalagi dengan kehadiran Vera yang jelas-jelas ingin mengurus harta kekayaan keluarga Xiao. Dan dia membereskan semua kekacauan yang disebabkan oleh ayahnya sendiri. Apalagi saat ini perusahaan, sedang tidak stabil karena tidak ada pemimpinnya.
"Saya setuju dengan Anda Tuan Muda, memang sudah seharusnya anda kembali udah menempati posisi tertinggi di perusahaan. Karena satu-satunya orang yang layak berada diposisi itu, dan juga lagipula Anda adalah pewaris yang sah," Tutur Paman Wang.
Baik Donny Lu maupun Sean Lu, mereka berdua sama-sama tidak memiliki hak untuk memimpin Lu Empire. Karena mereka berdua bukanlah pewaris yang sah.
Dan setelah bergabung dengan perusahaan, Zian akan mengembalikan kehormatan dan pamor Lu Empire, dia akan membuat perusahaan itu menjadi satu-satunya perusahaan yang paling disegani dan diwaspadai di seluruh dunia. Seperti ketika berada di tangan mendiang kakeknya dulu.
"Segera persiapkan semuanya, aku akan bergabung dengan perusahaan awal bulan depan. Pastikan semua data-data karyawan ada di tanganku sebelum awal bulan, dan yang paling penting adalah laporan tentang keuangan perusahaan. Aku harus memastikannya sendiri," terang Zian.
Paman Wang mengangguk. "Baik, Tuan Muda. Kalau begitu saja permisi dulu,"
.
.
__ADS_1
"Kau belum tidur?"
Pertanyaan singkat itu mengalihkan perhatian Luna. Gadis itu lantas menoleh, dan mendapati Zian berjalan menghampirinya. Luna menggeleng. "Aku masih belum mengantuk, kau dari mana saja?" Luna balik bertanya dan menatap Zian penasaran.
"Tidak dari mana-mana, hanya berbincang sebentar dengan Paman Wang. Ini sudah larut malam, sebaiknya cepat tidur." Pinta Zian.
Luna menolak dengan menggelengkan kepala."Aku masih belum mengantuk, dan kebetulan malam ini langit sangat cerah, jadi mana mungkin aku melewatkannya. Siapa tahu ada bintang jatuh, aku ingin membuat permohonan."
Zian menautkan alisnya. "Kau mempercayai mitos itu?" Zian menatap Luna tak percaya. Gadis itu mengangguk. Kalau begitu aku akan menemanimu disini, karena aku juga ingin melihat bintang jatuh!!"
"Baiklah, terserah kau saja."
.
.
__ADS_1
Bersambung.
.