Jerat Cinta Gangster Tampan

Jerat Cinta Gangster Tampan
Mencicipinya!!


__ADS_3

Zian mendatangi sebuah arena balap liar. Dia datang bukan untuk balap liar, melainkan untuk melihat jalannya balap liar. Zian sedang dalam mood yang kurang baik, lagipula dia juga tidak memiliki lawan yang seimbang. Jadi itu hanya membuang-buang waktu saja.


Pemuda itu menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Sejauh ini tak ada yang menarik di matanya, sampai akhirnya dia melihat seseorang yang wajahnya sangat familiar berada diantara penonton yang datang.


"Luna, sedang apa dia disini?" ucap Zian setengah bergumam. Gadis itu tak hanya sendirian. Dia datang bersama dua perempuan dan satu laki-laki.


Meskipun melihat Luna berada di tempat yang sama dengannya. Akan tetapi Zian tak berminat untuk menghampirinya, apalagi mengganggunya yang sedang bersama teman-temannya. Dia bersikap acuh dan tak peduli, fokus Zian tertuju pada jalannya pertandingan.


"Kalian lihat gadis-gadis yang berdiri di sana itu? Lihatlah, mereka bertiga sangat cantik. Apalagi yang memakai dress motif bunga itu. Dia benar-benar mirip dengan Barbie hidup."


"Kenapa tidak kau dekati dan coba ajak kenalan saja?! Syukur-syukur jika dia mau diajak bermalam di hotel. Kau bisa menang banyak!!"


"Benar sekali, Bos. Lihat saja wajah cantiknya itu. Kulitnya yang putih dan tubuhnya yang ramping. Apa kau tidak ingin mencicipinya?"

__ADS_1


"Diamlah kalian bertiga. Kalian terlalu berisik!! Tanpa kalian bertiga memberi masukan sekalipun, aku pasti akan mendekati gadis itu. Dan mana mungkin aku melewatkan gadis cantik itu. Apalagi sudah lama tidak dimanjakan oleh wanita!!"


Gyuttt...


Zian mengepalkan tangannya mendengar obrolan mereka berempat. Dan Zian tahu pasti siapa orang yang dimaksud oleh mereka. Dan pandangan mereka tertuju pada Luna dan teman-temannya.


Pemuda itu meninggalkan tempatnya lalu menghalangi keempat pemuda itu untuk menghampiri Luna dan teman-temannya. Zian merentangkan sebelah tangannya dan menatap keempatnya dengan tatapan tajam penuh intimidasi.


Pria itu menyentak tangan Zian dari lengannya dan balas menatapnya dengan tajam. Tatapannya penuh intimidasi dan berbahaya. Namun Zian tak merasa ketakutan sedikitpun, Meskipun mereka berempat dan dia sendiri.


"Siapa kau, berani-beraninya kau ikut campur?! Apa kau berlagak ingin menjadi pahlawan kesiangan?!" bentak pria itu dengan emosi.


Zian menyeringai tajam."Sayangnya ancamanmu sama sekali tidak mempan padaku!! Pada ketua Black Phoenix!!" balas Zian menimpali.

__ADS_1


Pupil mata ke empat pria itu pun membelalak sempurna setelah mendengar dua kalimat yang keluar dari bibir Zian. Ketua Black Phoenix ?! Apa mereka berdua tidak salah dengar?! Jika yang di hadapannya ini adalah Bos dari kelompok gangster yang paling ditakuti, itu artinya dia adalah Zian Lu!!


"Ka...Kau... Zian Lu?" ucap pria itu memastikan.


"Apa aku masih perlu memperkenalkan diri supaya kalian tahu siapa aku?! Tapi baiklah kalau itu memang mau kalian. Perkenalkan, aku Zian Lu, Bos dari Black Phoenix!!" akhirnya Zian memperkenalkan dirinya pada mereka berempat.


Bukannya menyambut dengan Zian yang terulur ke depan. Mereka malah kabur kocar-kacir meninggalkan arena balap liar. mereka berempat tak ingin mendapatkan masalah karena berurusan dengan Zian, sang Bos dari Black Phoenix .


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2