
Zian menatap puluhan orang yang bergelimpangan di tanah dalam keadaan babak belur itu dengan pandangan dingin dan tajam. Perkelahian telah selesai beberapa saat yang lalu. Zian dan teman-temannya berhasil membuat Edward dan gengnya babak belur.
Memang bukan berarti Zian tidak terluka sedikit pun. Bahkan beberapa luka tampak di beberapa bagian tubuhnya, luka bekas sayatan benda tajam dan juga pukulan tangan.
Tak hanya Zian saja yang babak belur dan terluka, tapi Andrew dan gengnya juga. Mereka semua babak belur akibat perkelahian yang baru saja terjadi.
"Aku peringatkan pada kalian semua. Jangan coba-coba mencari masalah dengan Black Phoenix, jika tidak ingin berakhir mengenaskan," Zian memberikan peringatan pada Edward dan anak buahnya. Kita tidak mencari gara-gara lagi dengan gengnya.
"Kau pikir kau sudah hebat?! Ingat, Zian Lu, ini masih belum berakhir. Aku pasti akan membalasmu berkali-kali lipat dari apa yang kau lakukan malam ini pada kami!!" bukannya merasa bersalah dan meminta maaf pada Zian, Edward malah memberikan ancaman padanya.
Zian menghentikan langkahnya lalu melirik ke belakang, dan menatap Edward dari ekor matanya."Coba saja jika kau bisa!!" ucapnya dingin, Zian tak takut sedikit pun meskipun mendengar ancaman Edward. Kemudian dia berbalik dan melanjutkan langkahnya.
"Wanita itu sangat cantik dan menggoda, bagaimana jika kita bermain-main sedikit dengannya?!"
Tapp..
Zian menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Edward katakan. Pria itu menyeringai, dugaannya benar, jika perempuan yang dia lihat bersama Zian malam itu adalah orang yang sangat special baginya. Sepertinya menggunakan dia untuk menundukkan Zian tidak terlalu buruk, pikir Edward.
Edward menyeringai sins. "Ternyata benar dugaanku, perempuan itu benar-benar berarti bagimu. Aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan padaku, jika aku mencicipinya sedikit saja," ucapnya dengan seringai yang sama.
Zian mengepalkan tangannya dengan kuat. Sorot matanya berubah dingin dan tajam, penuh intimidasi. Auranya menjadi begitu suram dan mengerikan, membuat siapa pun yang melihatnya akan sangat ketakutan. Termasuk Andrew dan teman-teman Zian.
Max cs tidak tahu hal buruk apa yang akan menimpa Edward setelah ini. Karena sudah berani memprovokasi seorang Zian Lu, dan tanpa sadar Edward telah membangunkan sosok iblis yang selama ini bersemayam dalam tubuh Zian.
__ADS_1
"Katakan sekali lagi," pinta Zian dengan suara rendah namun penuh dengan penekanan.
"Aku bilang pasti akan sangat menyenangkan jika bisa mencicipinya sedikit saja. Sepertinya dia tidak ada bedanya dengan mantan kekasihmu yang jallang itu!! Bukankah begitu, Andrew Kim?!" lalu pandangan Edward bergulir pada Andrew. Dan Zian tahu betul siapa orang yang dimaksud oleh Edward.
"Brengsekk!! Jangan pernah samakan dia dengan wanita itu," geram Zian lalu melayangkan sebuah bogem mentah kearah Edward dan membuatnya tersungkur.
Tak cukup sampai disitu. Zian menghajarnya habis-habisan. Dia bisa menerima perlakuan buruk apapun pada dirinya, tapi dia tidak terima ketika ada orang lain yang merendahkan Luna. Edward benar-benar dijadikan samsak oleh Zian, dia terus menghantam pria itu hingga Edward benar-benar tidak berdaya dengan sekujur tubuh penuh luka.
"Zian, cukup!! Kau bisa membunuhnya!!" teriak Alex dan menghentikan aksi brutal Zian. Dia menarik dan menjauh dari Edward, karena jika tidak dihentikan, bisa-bisa Zian malah membunuhnya. "Kau gila, ya. Dia bisa mati!!"
"Aku tidak peduli!! Karena aku memang ingin membunuhnya," jawab Zian menimpali. "Aku bisa terima ketika ada orang lain yang memperlakukanku dengan buruk, tapi aku tidak terima jika kata-kata menjijikkan itu ditunjukkan pada, Luna!! Sebagai seorang suami, aku tidak terima istriku direndahkan seperti itu! Jadi biarkan aku menghabisinya," ujar Zian dengan penuh penekanan.
Memangnya suami mana yang terima ketika ada orang lain yang mengatai istrinya dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas, Zian salah satunya. Jadi bukan salah dia jika Zian menghajar Edward habis-habisan sampai merobek mullutnya yang banyak bicara itu.
Zian menghela napas. "Ya sudah, aku pulang duluan." kemudian Zian memisahkan diri dari teman-temannya, dan pulang lebih dulu. Benar apa yang Max katakan, mungkin saja Luna sedang menunggu kepulangannya. Dan tah alasan apa yang akan ia berikan pada Luna nantinya , saat dia tiba di rumah dalam keadaan bapak belur dan tubuh penuh luka.
.
.
"Ya, Tuhan!! Tuan Muda, apa yang terjadi pada Anda, kenapa Anda babak telur seperti ini? Apa Anda baru saja terlibat tawuran antar geng lagi?"
Dan kepulangan Zian disambut beberapa pertanyaan oleh Paman Wang. Itu begitu terkejut ketika melihat Zian pulang dalam keadaan babak belur. Beberapa luka terlihat menghiasi tubuhnya, termasuk wajah tampannya yang tak lolos dari luka.
__ADS_1
Sudut bibir dan pelipis kanannya robek, ada luka memar di tulang pipi kirinya, mata kanannya bengkak dan sedikit member membiru. Belum lagi luka-luka lainnya , seperti di lengan dan lehernya.
"Dimana Luna Apa dia sudah tidur?" bukannya menjawab pertanyaan Paman Wang, Zian malah kali bertanya. Dia menanyakan keberadaan istrinya.
"Saya rasa belum. Tuan Muda, sebaiknya kita obati dulu luka-luka Anda."
Zian menggeleng. "Tidak perlu, biar Luna saja yang melakukannya. Sebaiknya Paman pergi istirahat, ini sudah larut malam." kemudian Zian beranjak dan meninggalkan Paman Wang begitu saja. Pemuda itu pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Suara decitan pada pintu, sedikit mengalihkan perhatian Luna dari novel yang sedang dia baca. Kedua pupil matanya membelalak sempurna melihat Zian pulang dalam keadaan babak belur. Luna meletakkan novelnya lalu menghampiri Zian.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa babak belur seperti ini?" tanya Luna, dia menatap Zian dengan cemas."Jangan bilang jika kau baru saja terlibat tawuran?" tebak Luna 100% benar.
"Hn,"
Gadis itu menghela napas. "Kenapa sih kau suka sekali terlibat masalah dan membuat dirimu babak belur seperti ini? Memangnya apa untungnya menjadi anggota gangster? Apa menurutmu itu hebat dan cool, begitu?"
"Tidak, Zian. Itu hanya akan memberimu pasangan buruk dimasyarakat. Mungkin kau tidak peduli dan tidak mau ambil pusing, lalu bagaimana dengan anak-anakmu nantinya? Bagaimana mereka akan menghadapi dunia saat tau jika ayahnya adalah seorang ketua gangster, yang hobinya selalu membuat keributan dimana-mana!!"
"Untuk itu, aku mohon berhenti. Tinggalkan dunia lamamu dan buka lembaran baru denganku. Itupun jika kau mau, tapi aku tidak akan memaksamu. Tapi pikirkan baik-baik apa yang aku katakan ini, pertimbangkan apakah yang aku katakan itu benar atau salah!!"
.
.
__ADS_1
Bersambung.