
"Apa Lo nggak tau siapa istri dari Erlangga?" tanya Samuel pada Devan. Devan menggeleng, karena dia memang tidak mengenal istri Erlangga.
"Dia berasal dari keluarga biasa saja. Bahkan, ayahnya cuma pegawai biasa di sebuah perusahaan kecil. Dan Lo tau dibalik cerita Erlangga menikahi istrinya?" tanya Samuel. Ia tidak ingin sahabatnya itu akan menyesal dikemudian hari. Devan tetap menggeleng. Karena dia juga tidak sebegitu dengan dengan bos besar tersebut.
"Istrinya itu yang telah membeli Erlangga, dengan nominal yang fantastis," ucap Samuel sedikit menahan tawanya. Karena Devan terlihat begitu penasaran dengan ceritanya.
"Kalau istrinya membeli Erlangga, berarti sebenarnya dia berasal dari keluarga kaya, Sam. Siapa yang mampu membeli putra mahkota Elajar? Ada-ada saja," ucap Devan tidak percaya dengan cerita Samuel.
"Dia dibeli seharga sepuluh juta, itupun masih dicicil, katanya," tawa Samuel pun pecah saat mengingat pertama kali dirinya mendengar kenyataan dari keluarga terpandang tersebut.
Sedangkan mulut Devan menganga tidak percaya, bagaimana mungkin seorang putra mahkota dari keluarga besar hanya dibeli dengan harga yang sangat murah. Apakah keluarganya tidak malu?
__ADS_1
"Haha itulah kenyataannya, Dev. Keluarga mereka memang unik. Mereka tidak memandang orang dari latar belakangnya. Yang mereka cari adalah orang yang tulus kepada mereka." ucap Samuel. Dia telah memberi tahu bagaimana keluarga Elajar itu. Dan sekarang terserah pada sahabatnya.
Devan tetap diam, dia nampak memikirkan sesuatu. Tatapannya lurus ke depan sambil memikirkan masalah yang barusan ia alami. Tapi, tidak mungkin baginya untuk langsung kembali setelah apa yang ia perbuat. Devan tetap.pada pendiriannya. Dia akan segera bilang hal ini ke Langit yang sebagai atasannya.
"Lo pikirkan baik-baik aja niatan Lo itu. Sebagai sahabat lo, gue nggak mau lo menyesal dikemudian hari." nasehat Samuel pada Devan. Devan masih tetap diam seribu bahasa.
Keesokan harinya, Devan berangkat ke kantor seperti biasa. Namun, ada yang sedikit mengganjal di matanya. Sejak kapan dia menjadi diikuti seperti saat ini. Perasaan Devan tidak pernah menyinggung siapapun akhir-akhir ini. Hingga Devan berpura-pura menghentikan mobilnya, tapi anehnya mobil sedan yang ia curigai itu tetap melaju terus.
Sementara itu, ada seorang gadis yang tertawa puas melihat kebingungan wajah mantan kekasihnya dari balik kaca spionnya. Ya, mobil yang tengah mengikuti Devan tadi adalah mobil Tanisha. Dia sengaja melakukan itu, agar Devan selalu teh bayang-bayang tentangnya.
Tak cukup sampai di sana saja kejahilan Tanisha. Dia bahkan dengan berani datang ke perusahaan Bagaskara disaat jam makan siang. Ditangannya, Tanisha membawa sebuah kotak bekal untuk makan siang Devan. Hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan.
__ADS_1
Sekarang Tanisha bisa bebas mengapresiasikan dirinya. Karena dia tidak perlu lagi menyembunyikan jati dirinya di hadapan Devan. Tampilan Tanisha juga berubah. Dia berpenampilan seperti wanita dewasa dari kalangan pada umumnya. Bukan lagi seperti seorang remaja sederhana yang hanya menggunakan celana jeans dan kaos oblong doang, atau dress dengan panjang rok selutut.
Tanisha melangkah menuju meja resepsionis, dia dapat dengan mudah mendapat ijin untuk pergi ke ruangan Devan tanpa perlu menghubungi Devan terlebih dulu. Karena Tanisha sudah meminta bantuan Ayumna untuk hal ini. Tentu saja, perempuan cantik nan baik itu mengijinkan Tanisha kapan pun ingin menemui Devan. Bahkan, Langit juga mendukung tindakan Tanisha kali ini.
"Siang, Mas," sapa Tanisha setelah membuka pintu ruangan Devan.
Betapa kaget nya Devan saat melihat Taniaha ada dihadapannya. Apalagi dengan penampilan Tanisha saat ini yang terlihat sedikit dewasa dari biasanya.
"Mas kaget ya? Kenapa aku bisa sampai sini?" tebak Tanisha sebelum Devan membuka suaranya.
Makasih buat yang masih mendukung Yuta😘
__ADS_1
Aku usahain, hari ini mulai kumat lagi😅