Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Persiapan


__ADS_3

Tanisha memundurkan tubuhnya ketika Devan merangkak maju. Dia harus dengan segera mencari alasan yang tepat untuk menunda kegiatan panas mereka malam ini.


"Ma-mas... sepertinya badanku lengket. Aku butuh mandi terlebih dulu," ucap Tanisha dengan suara yang lirih dan nada yang gemetar. Dia mati-matian menahan rasa gugupnya.


Devan tersenyum tipis. Dia tahu sebenarnya istrinya itu hanya beralasan untuk mengulur waktu mereka. Devan akan mengikuti permainan sang istri, meskipun dirinya sedari tadi juga menahan hasratnya agar tidak terkesan terlalu buru-buru dalam melakukannya.


Devan ingin menjadikan malam ini, malam yang begitu terkesan dalam hidup mereka. Apalagi ini adalah pengalaman yang pertama untuknya juga. Meski dulu terkenal playboy, Devan tidak pernah sekalipun tidur dengan wanita yang dikencaninya.


Karena bagi Devan hal seperti itu hanya akan ia lakukan pada pasangan halalnya. Meskipun hampir pernah dia lepas kendali saat Tanisha menggoda dirinya.


"Kamu nggak mencoba meghindariku, kan Honey?" tanya Devan dengan tatapan yang menggoda.

__ADS_1


Tanisha semakin gugup, karena suaminya itu tahu apa yang ada dipikirannya. Dia belum siap jika melakukannya sekarang.


"Mas, bukannya aku tidak mau melayanimu, tapi aku masih belum siap. Terlebih lagi aku merasa takut, karena banyak teman aku yang bilang, kalau melakukan untuk yang pertama kali itu, katanya sakit banget, Mas." Akhirnya Tanisha pasrah dan mengeluarkan apa yang menjadi pertimbangannya saat ini dengan suara yang lirih, dan juga wajah yang bersemu merah karena menahan malu yang teramat sangat.


Devan nampak membelai dengan lembut wajah istrinya yang terlihat antara malu dan tegang menjadi satu. Lalu Devan mendekatkan wajahnya ke wajah Tanisha, untuk kemudian Devan kecup dengan penuh kasih sayang.


"Nggak usah gugup seperti ini, Honey. Karena aku tidak mungkin memaksakan kehendakku padamu. Aku akan mencoba menahannya sebisa mungkin, sampai kamu benar-benar siap untuk melakukannya," jelas Devan dengan nada yang dibuat kecewa.


Melihat perubahan mimik wajah istrinya, membuat senyum menyeringai muncul di bibir tipis milik Devan. Mengenal Tanisha selama satu tahun lebih, membuat Devan sedikit banyak menguasai sifat yang dimiliki oleh istrinya tersebut.


Wanita yang sekarang menjadi istrinnya itu, pling tidak bisa jika Devan bersikap pasrah dan terlihat memelas padanya. Hampir sama dengan dirinya jika Tanisha sudah mengeluarkan jurus merajuknya itu. Pasti semua langsung Devan iyakan.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku mandi dulu, Mas," pamit Tanisha. Sejurus kemudian dia mengecup singkat bibir suaminya, lalu berlari menuju kamar mandi yang terletak di ujung pojok sisi kanan tempat tidur.


Devan menggelengkan kepalanya pelan, bibirnya menyunggingkan sebuah senyum kemenangan. Ternyata trik yang dia pakai mempan juga terhadap Tanisha.


Sembari menunggu istrinya yang sedang membersihkan diri, Devan berusaha menyingkirkan semua kelopak bunga mawar yang hampir memenuhi tempat tidur.


Selang beberapa menit, Tanisha keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan jubah mandi. Mata Devan tidak berkedip sedikitpun saat melihat pemandangan yang begitu menggugah seleranya tersebut.


"Benar-benar sangat menggiurkan," gumam Devan. Tentu saja Tanisha tidak bisa mendengarnya, sangking lirihya suara Devan.


"Mas nggak mandi dulu?" tanya Tanisha sembari mengusapkan handuk pada rambutnya yang basah.

__ADS_1


Aaaahhhh udah pada nungguin ya?🤣


__ADS_2