
Devan sangat frustasi sekarang. Karena sampai sore ini, Tanisha tak kunjung keluar dari dalam kamar. Sudah beberapi kali Devan membujuk istrinya itu, tapi semua sia-sia. Karena Tanisha tak merespon satu pun ucapan Devan dari luar kamar mereka.
Karena sudah lelah dan tidak ada pilihan lain, akhirnya Devan memutuskan untuk mendobrak pintu kamarnya. Ia tidak ingin menyiakan waktunya yang tinggal beberapa hari ini diisi dengan pertengkarannya dengan sang istri. Setidaknya Devan akan memanjakan istrinya itu dengan perhatian darinya.
"Honey... Please, buka pintunya!" Teriak Devan dari luar kamar mereka. Berusaha membujuk sang istri. Namun, tetap nihil hasilnya. Wanita keras kepala itu tetap pada pendiriannya.
"Aku hitung sampai tiga. Kalau kamu tetap bersikeras nggak mau membukanya, aku dobrak pintunya!" Ancam Devan.
__ADS_1
Tanisha tersenyum mendengar peringatan dari suaminya. Lalu melangkahkan kakinya menuju lemari untuk kemudian mengambil gaun tidurnya yang biasa di sebut dengan Lingerie. Menanggalkan baju yang dia pakai, lalu menggantinya dengan lingerie yang baru saja ia ambil. Bibir Tanisha tertarik ke atas, membentuk senyuman yang penuh arti di balik itu semua.
"Kita lihat saja, Mas. Seberapa kuatnya kamu berada jauh jauh dariku, sementara kamu tidak akan tahan untuk tidak menyentuhku," ucap Tanisha diiringi senyuman menyeringai.
Matanya menatap tajam penampilannya dari pantulan cermin. Terlihat sangat jelas, jika dirinya memang sangat menggiurkan dengan gaun tidur seperti itu. Apalagi Tanisha dengan sengaja tidak memakai kain yang menjadi penghalang beberapa asetnya yang terdalam tersebut.
Tidak lama kemudian, pintu kamar mereka benar-benra terbuka dari luar. Lebih tepatnya, Devan mendobrak pintu itu dari luar. Hingga menbulkan suara yang begitu keras. Namun, Tanisha berusaha menjaga air mukanya agar tidak terlihat terkejud. Meski nyatanya memang dirinya agak terkesiap dengan suara pintu kamarnya yang di dobrak suaminya.
__ADS_1
Tanisha menatap sekilas ke arah Devan dengan wajah yang cuek. Lalu ia melanjutkan ritualnya memoleskan skincare ke selurub tubuhnya dengan gerakan yang terlihat sangat sensual di mata Devan. Tanpa sadar, Devan meneguk ludahnya dengan terburu. Sehingga menyebabkan dirinya tersedak oleh ludahnya sendiri.
"Apa kamu sengaja, Honey?" Tanya Devan seraya menhampiri sang istri yang tidak memperhatikan dirinya. Tanisha tetap menyimpan suaranya. Dia tidak merespon sedikit pun pertanyaan dari suaminya.
Devan begitu gemas dengan sikap merajuk sang istri. Alih-alih pergi dari apartemennya, istrinya itu malah merajuk dengan cara yang ekstrim dan sungguh menguji kesabaran serta menguji pertahan dirinya. Sabar agar tidak langsung menyergap serta menyantap sang istri, dan mempertahankan dirinya agar tidak bersikap terburu-buru.
" Honey, jangan buat aku seperti ini," peringatan pertama Devan ucapkan pada istri nakalnya itu. Namun, Tanisha tetap tidak menanggapi perkataan Devan.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritualnya, Tanisha melangkah melewati suaminya tanpa menatapnya sebentar saja. Dan tentu saja hal itu membuat Devan tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dengan gerakan yang begitu lembut, Devan meraih tubuh sang istri yang tengah membelakanginya. Membawa masuk ke dalam dekapan hangatnya. Hal itu mampu membuat sudut bibir Tanisha terangkat ke atas.
"Jangan sentuh aku jika kamu tetap pada keputusanmu, Mas," ungkap Tanisha. Dia mencoba ingin menggoyahkan pendirian Devan dan akan mengajaknya pergi ke luar negeri bersama dengannya.