Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Bebek Galak


__ADS_3

sehari setelah sah menjadi pasangan suami istri, hari ini Devan berencana mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA. Karena keputusannya yang mendadak itu, membuat Langit sedikit kuwalahan menemui beberap klien yang sudah ada janji dengan mereka pada jauh-jauh hari.


Namun, Langit tidak serta merta menyalahkan sahabatnya itu, dia memaklumi kondisi yang sedang di hadapi Devan, sehingga memutuskan sebuah keputusan yang tepat pula menurutnya.


"Honey... apa kamu kuat untuk pergi mendaftar sekarang?" tanya Devan penuh dengan perhatian saat melihat Tanisha berjalan sedikit bersusah payah.


"Akibat ulah siapa yang membuatku seperti ini?" kesal Tanisha. Karena masih terasa nyeri di bagian itunya, Tanisha memutuskan untuk memakai baju yang simpel. Blouse yang di padukan dengan rok panjang selutut. Meski seperti itu, tidak sedikit pun membuat kecantikan Tanisha berkurang.


"Maaf, Honey. Naruli lelaki tidak bisa di hilangkan begitu saja, sebelum apa yang diminta itu di turuti," Dan selalu begitulah alasan Devan saat Tanisha melayangkan protes pada suami mesumnya itu.

__ADS_1


Tanisha mencebikkan bibirnya. Ia tahu kalau suaminya itu hanya berkilah semata. Tak mau mempermasalahkan kejadian yang sudah berlalu, Tanisha memutuskan untuk segera masuk ke dalam mobil, daripada mendengarkan bualan suaminya. Bisa-bisa mereka nanti akan terlambat datang ke KUA.


Urusan mereka di kantor urusan agama tersebut tidaklah memakan waktu yang lama. Mereka hanya satu jam bradadi dalam kantor itu. setelah itu mereka memutusakan untuk pergi ke cafe Benning milik Rendra.


Dan kesempatan itu Devan gunakan untuk membahas kepergiannya kelak ke kota Washington. Jujur, Devan tidak yakin bisa meninggalkan Tanisha berada di sini, sementara dirinya berada jauh dari sang istri.


"Kamu mau pesen apa Mas?" tanya Tanisha seraya memberikan buku menu kepada Devan. "Di sini menunya unik-unik Mas. Meski sedikit terdengar ekstrim, tapi rasanya juga tidak bisa di remehkan, loh!" jelas Tanisha. Tentu saja dia tahu banget menu yang di suguhkan di cafe Benning ini. Karena jika Tanisha suntuk dan bosan, dia akan ke sini untuk kemudian memesan menu yang sangat ekstrim, yaitu Mie Ceker setan.


"Kamu pesen apa emangnya Honey?" tanya Devan sembari matanya menelisik satu persatu menu yang tertulis di buku menu tersebut.

__ADS_1


"Aku mau mesen Mie Lidah Mertua, Mas." jawab Tanisha enteng tnpa membaca buku menu. Karena dia lumayan cukup hafal menu di sini.


Mata Devan melebar di kala mendengar jawaban Tanisha. Wajahnya yang terkejut itu tidak bisa ia sembunyikan. Hal itu membuat Tanisha dan pelayan cafe menahan tawa mereka. Llau Tanisha membalik lembaran buku menu, hingga menunjukkan deretan tulisan menu-menu ekstrim yang ada di cafe ini.


Devan menggelengkan kepalanya berkali-kali, sambil menelaah setiap nama makanan yang tertera di buku menu tersebut. Akal sehatnya tidak bisa berpikir, dari mana sang owner cafe ini mendapat nama menu yang unik dan terbilang sangat ekstrim. Pantas saja cafe ini selalu rame dari kalangan remaja, hingga orang sebayanya. Kalau untuk orang yang sudah berumur, dapat ia pastikan tidak akan cocok dengan selera mereka.


"Aku rasa Bebek Galak masih terbilang wajar diantara yang lain," akhirnya Devan memutuskan memilih menu Bebek Galak untuk ia jadikan makan siangnya kali ini. Menu yang satu itu terkenal menu paling pedas di kota Jember, tempat asal Yutasha Geraldine.


Siapa yang ingat menu-menu di cafenya Mas Rendra?🤭

__ADS_1


__ADS_2