Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Boleh Sekarang?


__ADS_3

"Apa yang orang bilang tentang yang halal itu lebih menggiurkan, emang benar adanya," ujar Devan sembari menilisik dalam ke bagian yang terdalam.


Devan begitu meinikmati pemandangan yang kini ada di hadapannya. Matanya tak henti-henti menelusuri setiap inci keindahan yang ada di tubh sang istri.


Tangannya yang terdiam sedari tadi, begitu gemas ingin menyentuh, meraba, mersakan, sertab meremas apa yang bisa tangan itu remas. Tindakan Devan yang sangat menyenangkan seperti itu di tubuh Tanisha, pada akhirnya membuat sang empu merasa terusik. Hingga membuatnya menggeliatkan badannya dengan pelan, meregangkan tangannya lalu membuka matanya dengan gerakan yang begitu indah, serta diiringi suara yang terdengar begitu merdu di telinga Devan.


"Apa kegiaan yang aku lakukan mengganggu tidur nyenyakmu, Honey?" tanya Devan seraya mengecup kening Tanisha dengan irama yang begitu pelan dan penuh sayang.


Tanisha menatap Devan dengan senyum yang tersungging di bibir tipisnya. Lalu tangannya membelai rahang tegas yang dimiliki suaminya tersebut. Mengusapnya dengan pelan, dari rahang, mata, hidung dan terakhir jemarinya itu berhenti di bibir sang suami. Cukup lama tanisha mengusap bibir Devan, sehingga membuat sang empu beitu gemas dengan tindakan yang dilakukan sang istri.


Lalu langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Devan ialah mengecup dengan penuh semangat bibir mungil sang istri. Karena belum siap dengan serangan yang begitu mendadak, membuat Tanisha terkesiap kaget.

__ADS_1


Devan menerobos masuk ke dalam, tanpa membiarkan pihak lawan menyiapkan dirinya terlebih dulu. Devan menyerang tanpa ampun, dan semakin menjelajah ke dalam. Membuat sang lawan tidak bisa melakukan penyerangan balik kepadanya.


Merasa sulit untuk mengambil napas, Tanisha memukul-mukul bahu suaminya, berharap suaminya itu melepaskan dirinya sejenak. Dia butuh menghirup oksigen untuk paru-parunya.


"Mas...," rengek Tanisha setelah Devan melepas pagutan mereka.


Devan nampak tersenyum tertahan, melihat ekspresi istrinya yang cemberut dengan tindakan brutalnya barusan. "Maaf, Honey. Aku tidak bisa berhenti merasakan manis yang dihaslkan dari bibirmu," ucap Devan seraya mengecup singkat bibir cemburut sang istri.


"Tapi, ya nggak sampai begini juga, Mas. Aku, kan belum siap," protes Tanisha kembali memukul lengan suaminya.


Devan mengusap lembut wajah Tanisha. Dia tersenyum tertahan melihat Tanisha yang tidak sadar akan kondisinya saat ini. Di mana bagian tubuh Tanisha bagian depan, terbuka dengan sempurna. Karena Tanisha tidak menggunakan apapun di balik jubah mandinya, sehingga memperlihatkan permukaan kulit halus bagian diri Tanisha yang tidak mudah di jangkau oleh mata. Namun, kini itu semua dapat Devan nikmati dengan begitu mudahnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, Mas? Kok liatinya kayak orang lapar begitu," tanya Tanisha yang masih belum sadar.


Hingga detik selanjutnya tangan jahil Devan menyentuh aset kembarnya. Tentu saja hal itu membuat Tanisha memekik kaget. Dengan sikap reflek, Tanisha berusaha menyatukan lagi kedua sisi jubah mandinya. Tapi hal itu sia-sia saja ia lakukan. Karena Devan dengan gerakan cepat dan sudah di perhitungkan sebelumnya, menyingkap kembali jubah yang di kenakan sang istri. Bahkan kini jubah itu berhasil Devan turunkan dengan keahlian tangan jahilnya yang tidak diragukan lagi.


"Mas... Aku malu," lirih Tanisha. Meski sebelumnya mereka pernah dalam keadaan seperti ini, tapi tetap saja Tanisha merasa malu yang teramat sangat. Apalagi dengan status barunya sekarang, Tanisha sudah bisa membayangkan langkah apa selanjutnya. Dan Tanisha tidak mungkin bisa menghindar, atau melawan kali ini.


Karena itu semua merupakan kewajibannya pada sang suami, serta hak yang dimiliki Devan. Tentu saja, Devan bisa meminta haknya kapanpun dia mau dan Tanisha hanya bisa pasrah untuk kemudian menurut apa yang dilakukan oleh suaminya nanti.


"Boleh aku menikmati ini semua sekarang?" tanya Devan dengan suara yang serak dan nada yang begitu lembut.


Hayooo..... kalian menunggu apa🙈

__ADS_1


Jangan berekspetasi terlalu tinggi. Takutnya nanti nasib Devan sama kayak Langit, dulu🤣


__ADS_2