Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Jangan Salahkan Aku


__ADS_3

Devan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Hal itu membuat Tanisha khawatir, dia beberapa kali menyuruh Devan untuk berhenti. Namun, pria itu sedikitpun tak menggubris dirinya.


"Aku mohon, Mas. Hentikan mobilnya sekarang juga!" entah sudah berapa kali Tanisha meminta seperti itu kepada Devan.


"Aku tidak akan menghentikan mobilnya, sebelum kita sampai ditempat yang aku tuju," ucap Devan disertai senyuman miring yang terbit di bibirnya.


Tanisha nampak lebih khawatir saat melihat senyuman Devan yang seperti itu. Dia tahu apa yang ada dipikiran Devan kali ini.


"Kamu jangan macam-macam, Mas," ucap Tanisha waspada. Bisa saja Tanisha menghajar Devan, jika pria itu berbuat yang tidak ia inginkan terhadap dirinya. Tapi Tanisha tidak akan mampu menyakiti orang yang dia cintai dengan sepenuh hati tersebut.


"Aku tidak akan macam-macam, Sayang. Hanya saja mungkin akan banyak gaya yang akan kita gunakan nanti," balas Devan dengan penuh maksud.


Saat Tanisha ingin melayangkan protesnya, bunyi nada dering ponselnya kembali berdering entah yang ke berapa kali.


"Iya Lin, ada apa?" Tanya Tanisha menjawab telpon dari Lina, sahabatnya.


"..."

__ADS_1


"Iya, tunggu sebentar. Aku bentar lagi sampai, kok di butik tante Maria. Maaf, ya? Kamu ke sana naik taxi dulu aja. Aku masih ada urusan penting," Tanisha meminta maaf pada sahabatnya itu. Dia merasa tidak enak, karena telah mengingkari janjinya pada Lina.


"Ada apa?" Tanya Devan penasaran.


"Bukan urusannya Mas," jawab Tanisha datar.


"Jangan bilang kalau kamu mau bertemu dengan calon suamimu, itu?" Tentu saja, Devan tidak akan membiarkannya.


"Terserah aku," lagi-lagi Tanisha semakin menyulut kemarahan Devan.


"Jawabanku tetaplah sama," ucap Tanisha sebelum Devan melontarkan pertanyaannya kepada Tanisha.


"Tetaplah bersamaku, dan tunggu aku dua tahun lagi. Kita akan memulai hidup baru kita disaat waktu itu tiba. Aku mohon, Sha," Devan berkata dengan tatapan yang begitu serius. Pria ini benar-benar ingin mempertahankan Tanisha, dan juga melanjutkan karirnya secara bersamaan.


"Sudah aku katakan berapa kali, Mas? Aku tidak ingin menunggumu tanpa kepastian yang seperti itu. Dan satu lagi, kamu belum tentu bisa menjaga hatimu, disaat kamu berada jauh dariku. Ditambah lagi ada Veena yang mempunyai bentuk tubuh dambaan semua laki-laki. Aku tidak yakin kamu akan bisa bertahan selama itu," pada akhirnya, Tanisha mengeluarkan apa yang selama ini mengganjal di hatinya.


Devan terdiam, mencermati setiap kalimat yang diucapkan oleh gadisnya itu. Dia merutuki kebodohannya yang tidak peka akan perasaan Tanisha selama ini. Kalau gadisnya itu merasa tidak nyaman, jika dirinya berada di dekat Veena.

__ADS_1


"Kamu cemburu dengan Veena, Sayang?" Tanya Devan. Itu artinya Tanisha juga masih mencintai dirinya.


"Enggak!" Tanisha memalingkan wajahnya. Dia sangat kesal dengan pria yang duduk di sampingnya ini. Bagaimana bisa pria itu tidak peka terhadap kecemburuan dirinya pada Veena.


"Yakin?" Tanya Devan dengan nada menggoda. Kini pikiran dan hatinya bisa lega, saat mengetahui Tanisha masih mencintai dirinya. Tinggal satu permasalahan lagi yang belum mereka selesaikan.


"Hmm, yakin?" Devan kembali menggoda Tanisha dengan mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan wajah Tanisha. Sehingga membuat gadis itu tersipu malu untuk yang kesekian kali.


Ingin rasanya Tanisha membenci pria yang tengah menggoda dirinya, tapi dia tidak bisa melakukan itu meski sudah disakiti berkali-kali dengan keputusan sepihak dari Devan.


"Udah, ah! Sekarang buruan antar aku ke butik." perintah Tanisha.


Lantas, Devan tidak langsung menuruti gadisnya ini. Dia menatap lekat mata Tanisha dengan tatapan penuh penekanan.


"Apa kamu masih belum mengerti ucapanku, Sha? Jika kamu masih tetap ngotot ingin ke butik, maka jangan salahkan aku jika aku memakai caraku yang terbilang akan menyakitimu," ucap Devan dengan nada tertahan. Kemudian dia melajukan kembali mobilnya. Dan kali ini tujuannya bukan ke tempat yang suci itu, melainkan ke tempat yang akan membuat mereka kelelahan.


Tolong kondisikan otak kalian🙄

__ADS_1


__ADS_2