Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
My Heart


__ADS_3

"Siapa cowok yang sering ke sini bersamamu? Apa kamu mempunyai kekasih?" tanya Kenzo penasaran dengan sosok cowok yang biasa bersama Tanisha.


Tanisha tidak menjawab pertanyaan Kenzo, dia hanya memutar bola matanya, dia malas membahas tentang Devan kali ini. Hatinya sudah terlanjur hancur untuk yang kedua kalinya.


"Kenapa? Aku mengingatkanmu tentang kenangan pahit akan asmaramu?" tebak Kenzo, dan tebakan itu sangatlah tepat.


Tanisha begitu geram dengan pria yang saat ini duduk di hadapannya ini. Ingin sekali rasanya Tanisha menyiram jus jambu nya ke muka pria sok tau ini.


Lagi-lagi Kenzo tertawa melihat reaksi Tanisha yang kesal terhadapnya. Itu artinya tebakan nya benar adanya.


"Kamu tuh, kenapa ngeselin banget sih, jadi orang?" kesal Tanisha, dan hal itu semakin membuat Kenzo tertawa kencang. Hingga menarik perhatian dati pengunjung lain.

__ADS_1


Menyadari akan perbuatannya barusan, Kenzo segera menutup sebagian wajahnya dengan masker yang sempat dia arahkan ke bawah dagu. Lalu sikapnya berubah menjadi pendiam dan sok cuek terhadap sekitarnya. Kenzo kali ke sikap dirinya saat bertemu dengan penggemarnya di tempat umum. Dia akan bersikap cuek, nggak memperdulikan orang yang meminta foto bareng, atau hanya sekedar tanda tangan saja.


Melihat itu, kini giliran Tanisha yang tertawa keras. Dia baru tahu sisi lain dari pria yang menyebalkan ini. Ternyata pria ini takut juga dengan penggemarnya, dengan menggunakan sikap cueknya.


"Shut! Kamu bisa diem, nggak? Banyak ibu- ibu di sini," lirih Kenzo. Tangannya seraya menutup mulut Tanisha. Namun, gadis itu tidak kunjung menghentikan tawanya.


Kenzo membiarkan Tanisha puas menertawakan dirinya. Setidaknya, dengan sikapnya barusan dia bisa sedikit menghibur gadis ini. Kenzo melepaskan tangannya dari mulut Tanisha. Dia menikmati.wajah cantik Tanisha yang sedang tertawa lepas. Begitu manis dan cantik. Perpaduan yang sangat sempurna di mata Kenzo.


Sikap Kenzo yang seperti ini, mengingatkan dirinya akan kejahilan Devan saat mereka sedang bersama. Lagi dan lagi, Tanisha tidak bisa dengan begitu mudahnya melupakan sosok Devan dari ingatannya. Karena sosok pria itu terlalu cukup dalam singgah di bagian dalam otaknya.


Karena gemas dengan wajah Tanisha, tangan Kenzo terangkat ke atas dan di arahkan ke depan wajah Tanisha, untuk kemudian jemarinya mencubit pipi Tanisha dengan begitu gemas. Membuat sang pemilik mengaduh kesakitan, disertai tatapan tajam yang di la yang kan oleh Tanisha untuk Kenzo.

__ADS_1


"Jaga tanganmu, jika tidak ingin kehilangannya. Jangan sentuh aku sembarangan!" Tanisha memperingatkan Kenzo dengan tatapan tajam, yang dapat menusuk ke dalam kornea mata Kenzo.


Kenzo langsung menarik tangannya kembali. Ini pertama kalinya dia melihat tatapan Tanisha yang menampilkan sebuah kemarahan. Gadis yang selalu bersikap jutek, tapi juga mempunyai tatapan yang teduh dan menyejukkan, ternyata gadis itu mempunyai sisi lain dari yang ia tahu.


Sementara itu disisi lain, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik Tanisha dan Kenzo. Tangan orang itu mengepal erat, rahangnya mengeras menahan suatu amarah. Ingin dia menghampiri gadisnya itu, tapi dia tidak ingin merusak senyum yang tersungging di bibir manis milik gadisnya.


Sungguh, Devan tidak rela saat melihat Tanisha tertawa dengan pria lain. Ingin rasanya Devan menarik Tanisha dari sana. Namun, dia juga tidak memungkiri kalau dirinya adalah penyebab luntur nya senyuman Tanisha. Devan tahu, dia memang pria yang bodoh. Pria bodoh yang melepas seorang gadis yang sungguh luar biasa seperti Tanisha.


"Aku akan merebutmu kembali, Sha. Entah kamu sudah menjadi.milik orang lain atau belum, aku tidak peduli. Tunggu aku dua tahun lagi, My Heart," ucap Devan dengan air mata yang menetes membasahi rahang tegasnya.


Sini Bang Dev, sama dedek aja🥺

__ADS_1


__ADS_2