Jerat Ex Pacar

Jerat Ex Pacar
Sok Tau


__ADS_3

Tanisha menelisik wajah orang yang tengah menghentikan langkahnya saat ini. Beberapa detik pun berlalu, tapi Tanisha tetap tidak bisa mengenali siapa orang tersebut. Sehingga membuat orang itu membuka maskernya sedikit.


Karena orang itu tidak mau ada yang mengenali dirinya di tempat umum seperti ini. Apalagi dirinya sekarang sedang mencekal tangan seorang gadis. Orang itu takut jika akan menyusahkan gadis ini bila mereka masuk ke dalam media gosip.


"Ini aku, Sha. Apa kamu lupa?" tanya orang itu setelah membuka maskernya.


Tanisha terdiam, dia masih mengingat siapa orang itu, dan dimana mereka pernah bertemu. Karena wajahnya tidak asing bagi Tanisha. Tapi Tanisha lupa nama orang itu.


"Kamu, kan idola yang diundang Kak Yuta, kan?" tanya Tanisha setelah mengingat siapa orang itu. Tapi tetap saja Tanisha lupa akan nama orang tersebut. "Kamu...,"


"Kenzo," sahut Kenzo menjawab pertanyaan Tanisha.


Tanisha mengangguk sembari tersenyum ke arah Kenzo. Dia menertawakan dirinya yang lupa akan siapa pria yang berdiri di hadapannya kini. Padahal baru beberapa bulan yang lalu mereka bertemu di kediaman Elajar.


"Maaf," ucap Tanisha.

__ADS_1


"Maklumlah, cewek secantik kamu mana mau mengingatku yang buluk seperti ini," ucap Kenzo dengan nada yang sedih. Membuat Tanisha tidak enak hati. Ingin meladeninya, tapi saat ini hati Tanisha sedang tidak bersahabat.


"Maafkan aku, tapi aku harus segera pergi dari sini, Ken," ucap Tanisha seraya melepas tangan Kenzo yang masih setia memegang tangannya.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Tanisha bergegas pergi meninggalkan Kenzo, dan berjalan menuju mobilnya yang berada tidak jauh dari tempatnya bertemu dengan Kenzo.


Kenzo tidak menyiapkan kesempatan ini. Bertemu lagi dengan gadis super jutek, membuat dirinya merasa tertantang untuk mendapatkan gadis ini. Benar-benar gadis yang langka. Apalagi gadis ini tidak menyombongkan harta kekayaan yang dimiliki oleh orang tuanya. Sungguh sangat langka menemukan gadis seperti Tanisha.


Kenzo langsung saja menyelinap masuk ke dalam mobil Tanisha, saat gadis itu baru membuka pintu mobilnya. Membuat Tanisha menatapnya heran sekaligus bingung.


"Aku sedang bosan. Lagian ada gadis yang lagi butuh hiburan, jadi aku harus menghiburnya, dong!" ucap Kenzo seenaknya sendiri. Kemudian memasang sabuk pengamannya. "Nggak jadi jalan?" lanjut Kenzo.


Tanisha menggeleng kepala, tidak mengerti dengan sikap seorang model underwear ini. Bagaimana jika ada seorang ibu-ibu fans fanatiknya yang melihat mereka. Bisa-bisa Tanisha akan jadi bulan-bulanan para ibu-ibu tersebut.


"Keluar dari mobilku. Aku nggak mau dikeroyok sama fans mu yang fanatik itu." ucap Tanisha menatap tajam ke arah Kenzo.

__ADS_1


Kenzo memang wajah memelas dan tatapan memohon kepada Tanisha. Kedua tangannya pun ia katupkan di depan wajahnya.


"Bawa aku pergi dari sini, please!" pinta Kenzo. "Aku nggak mau bertemu mereka," lanjutnya lagi.


"Nggak ada untungnya buat aku nampung kamu," ketus Tanisha..


"Jelas ada, dong! Jarang-jarang nih, seorang model terkenal seperti aku menemanimu jalan-jalan. Menyembuhkan lukamu yang terlalu dalam itu," ucap Kenzo penuh percaya diri. Seolah dia tahu apa yang dialami Tanisha.


Kenzo hanya menebaknya, karena dia melihat mata Tanisha yang sedikit sembab dan ada sisa-sisa sedikit air di ujung matanya.


"Sok tau banget,"


"Emang bener, kan?" sahut Kenzo kembali.


Tanisha memilih diam dari pada berdebat dengan pria ini. Ternyata pria ini cukup menyebalkan juga. Tidak mau membuang waktunya lebih lama lagi di sini, Tanisha segera menghidupkan mesin mobilnya, meninggalkan tempat ini dan membiarkan Kenzo duduk di samping kemudinya.

__ADS_1


Tolong sportif ya, jempolnya😉


__ADS_2