
Hari ini adalah hari pernikahan Lina dan Viko. Itu artinya kurang dari satu hari yang dijadwalkan Devan untuk dirinya pergi ke Washington. Selama dua hari ini, Devan selalu memikirkan ucapan Viko maupun Lina. Yang mereka ucapkan benar. Dia tidak boleh seperti ini terus.
Karena waktu untuk pergi ke acara akad pernikahan Viko dan Lina kurang beberapa menit, membuat Devan terburu-buru merapikan bajunya. Lalu tangannya menyambar kunci mobil dan juga salah satu domoet yang berjejer rapi di atas meja.
Dengan segera Devan berlari menuju mobilnya dan segera bergegas menuju tempat acara dimulai. Sedangkan Tanisha sudah berada di tempat itu, karena dia harus mendampingi Lina, sahabatnya.
Sedangkan di aula yang menjadi temoat akad Viko dan Lina, terlihat keluarga Elajar juga berkumpul di sana. Erlangga dan istrjnya nampak berada di kursi barisan paling depan. Tepat di belakang Viko duduk menghadap penghulu.
Devan yang baru datang, segera mengambil tempat duduk di sebelah Erlangga. Karena kebetulan tempat itu kosong. Dia memperhatikan Tanisha yang begitu cantik menggunakan kebaya berwarna krem. Gadisnya itu tak kalah canik dengan pengantin perempuan yang tengah duduk di samping Tanisha.
__ADS_1
"Kenapa? Nyesel udah pernah mutusin dia?" tanya Erlangga tiba-tiba dengan suara yang lirih.
Devan menganggukkan kepalanya pelan. Benar apa yang dikatakan oleh Erlangga. Dia sangat menyesal telah menyiakan gadis yang begitu cantik seperti boneka itu. Namun, kali ini Devan tidak akan mengulang kesalahannya lagi. Cukup satu kali saja dia bersikap bodoh. Karena kali ini Devan akan benar-benar menjerat gadisnya itu dengan ikatan yang suci.
"Apa Bapak akan memberi restu jika saya menikahi Nisha saat ini juga?" Devan mencoba memberanikan dirinya untuk meminta restu pada Erlangga. Baru setelah itu akan memiinta restu pada orang tua Tanisha.
"Apa tidak apa-apa ijab terlebih dulu? Karena saya baru memikirkan langkah ini pada saat di perjalanan menuju kemari." jelas Devan. Karena memang ide itu tercetus begitu saja.
Erlangga nampak berpikir sejenak, sebelum memberi jawaban lebih lanjut untuk Devan. Hal itu membuat Devan gugup. Apakah calon kakak iparnya ini mau membantu dirinya atau tidak.
__ADS_1
"Bicaralah pada Papa terlebih dulu, nanti aku bantu berbicara pada penghulunya," ucap Erlangga. Dia juga suka dengan kepribadian dari sahabat kliennya ini. Erlangga sedikit banyak telah mengetahui semua tentang Devan dari Langit.
Erlangga menyukai sifat tanggung jawab yang dimiliki oleh Devan. Dengan sifat yang seperti itu, Erlangga akan ikhlas melepas adiknya itu kepada Devan. Karena selama ini hanya Devan yang mampu mengerti Tanisha tanpa tau latar belakang keluarga mereka.
Kemudian mereka terdiam sejenak saat acara ijab berlangsung. setelah itu baru kemudian Devan mendekati Darren yang tengah berbincang dengan orang tua Viko. Devan memberanikan diri untuk mengutarakan niat baiknya untuk mempersunting Tanisha saat ini juga.
Niat baik Devan itu ternyata sangat disambut dengan baik oleh Darren dan Karina. Mereka sangat setuju dengan renacan Devan yang ingin mempersunting Tanisha secepatnya. Karena mereka juga tidak ingin terjadi hal-hal diuar kendali mereka nantinya.
Yeeeee kondangan nih, bentar lagi. Itu artinya, akan ada bedah semangka😂
__ADS_1