
Keesokan paginya, Devan terjaga terlebih dulu. Dia begitu menikmati pemandangan yang meneduhkan matanya di saat ia membuka mata pertama kali. Wajah sang istri yang begitu cantik, menghiasi pagi harinya kali ini, dan untuk pertama kalinya.
Tangan Devan terulur ke depan, menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah Tanisha, lalu ia selipkan ke belakang daun telinga istrinya tersebut. Wajah Tanisha nampak begitu lelah dalam tidur nyenyaknya, sebab dari perbuatan dirinya semalam yang tidak pernah mengenal kata puas dan capek dalam menggempur sang istri.
Devan mengecup bibir Tanisha yang begitu membuatnya candu. Merasa belum puas, ia coba untuk menerobos ke dalam. sehingga sang empu merasa terganggu tidurnya karena perbuatan Devan. Melihat Tanisha yang menggeliat terganggu karenanya, lantas tidak membuat Devan menghentikan aksinya. Dia tetap mececap, menikmati, menghisap, bahkan ********** dengan sangat rakus. seakan tidak mau melewatkan sedikitpun waktu untuk melepas benda yang mebuatya candu seperti itu.
Dengan sangat terpaksa, Tanisha menarik diri dari alam mimpinya. Bulu lentik matanya itu bergerak penuh dengan irama keindahan. Perlahan tapi pasti, mata bulat itu terbuka sempurna. Menatap pelaku yang membuatnya terusik dalam tidurnya.
"Pagi My Honey," sapa Devan saat Tanisha membuka matanya dengan sempurna.
"Mas... aku masih capek, kenapa kamu ganggu tidurku," protes Tanisha dengan suara serta nada yang begitu manjanya.
__ADS_1
Tentu saja hal itu justru membuat Devan begitu gemas dengan sikap sang istri. Lalu tanpa aba-aba Devan langsung menghujani Tanisha dengan kecupan demi kecupan di wajah cantik sang istri. Hingga membuat Tanisha merasa kegelian, kemudian mencoba mendorong wajah Devan agar menjauh darinya.
"Maaass...!!" protes Tanisha terdengar begitu manjanya di telinga Devan.
"Apa Honey? Mau mengulang lagi?" goda Devan dengan senyuman menyeringai serta tatapannya yang nakal ke arah Tanisha.
Belum sempat Tanisha menjawab, tangan Devan sudah duluan bergreliya kembali di tubuhnya. Tentu saja hal itu membuat tubuh Tanisha kembali meremang.
"Mas... aku capek," rengek Tanisha kembali. Menatap suaminya dengan tatapan memohon, berharap sang suami akan melepasnya kali ini.
Dengan berat hati, akhirnya Devan menyudahi kegiatan yang membuat orang candu, ingin melakukannya lagi dan lagi. Seolah tidak ada kata capek ataupun puas.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begiu kita mandi bersama," ucap Devan. Detik berikutnya dia mengangkat tubuh Tanisha ke dalam gendongannya, lalu membawanya menuju kamar mandi.
Tanisha yang tak siap, memekik kaget. Pasalnya keadaan mereka sampai saat ini masih dalam keadaan polos, tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuh mereka. Tanisha merasa sangat malu, meski sudah saling mencecap, menikmati, bahkan menghisap satu sama lain.
Di dalam kamar mandi pun, Tanisha dibuat kesal oleh Devan. Karena suami jahil yang sekarang berubah mesum itu, kembali menikmati tubuhnya di dalam sana. Membuat dirinya benar-benar lemas tidak berdaya lagi.
"Honey, udah dong. Jangan cemberut terus, nanti cantiknya makin bertambah loh! Dan jangan salahkan aku kalau aku tidak bisa menahannya lagi," goda Devan yang berujung mendapat sebuah cubitan keras di perutnya dari sang istri.
"Ampun, Honey..!! Ampun!" mohon Devan. Dia menyerah kali ini telah membuat istrinya itu kesal yang teramat padanya.
"Aku nggak akan berhenti, kalau kamu berjanji nggak akan membuatkku seperti ini lagi," ancam Tanisha.
__ADS_1
"Tentu saja kamu sudah tau pasti jawabannya, Honey. Mana mungkin aku mangkir untuk menikmati setiap rasa yang di hasilkan dari tubuhmu ini," elak Devan seraya melayangkan kerlingan matanya yang nakal.
"Dasar suami MESUUMM!!!!!" teriak Tanisha seraya memukul tubuh Devan dengan bantal guling, sangking kesalnya dengan suaminya itu.