
Setelah melihat sendiri berita yang di maksud kakak iparnya, Tanisha segera menghubungi Meggi, sapaan akrab Tanisha pada Meggumi. Dia menanyakan perihal kegiatan suaminya selama ini. Tanisha juga meminta Jonathan untuk mengawasi gerak gerik Veena di luar kantor.
Setelah mendengar cerita aslinya, Tanisha memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya menyusul Devan ke sana. Dia menyerahkan semua pada Meggumi dan Jonathan. Selagi suaminya bersikap tidak melebihi batas, Tanisha tetap akan tinggal di negara ini sampai dia mendapat kabar baik tentang dirinya.
Ya, Tanisha sengaja tidak mengkonsumsi pil KB maupun suntik untuk mencegah kehamilan. Karena dia ingin segera mendapat momongan yang lucu, dan berisik nantinya di dalam rumah mereka.
Sementata itu, di tempat yang jauh, terlihat seorang pria yang tengah meremas ponselnya. Pria itu terlihat menahan geramnya, setelah mendapat telpon dari seseorang. Ingin rasanya pria itu pulang dan segera menemui istrinya yang sudah sebulan ini ia tinggal.
"Bisa runyam kalau sampai Erlangga ikut campur dalam masalah ini," Devan bermonolog sendiri.
__ADS_1
Beberapa saat yang lalu, Devan menerima telpon dari nomor yang tidak ia kenal. Takut jika telpon itu dari investor yang dia mintai bantuan, Devan pun akhirnya menjawab panggilan telpon dari nomor tidak di kenal itu.
"Kemana saja, Lo?" Itulah kalimat pertama yang Devan dengar setelah menjawab panggilan telpon tersebut.
"Maaf, tadi sedang ada rapat dengan para investor." Jawab Devan jujur. Karena memang dirinya tengah disibukkan dengan pembahasan proyek baru untuk perusahannya dengan para investor yang berhasil ia gaet.
"Aku peringatkan padamu, Devan Pratama. Jika kau sampai membuat adikku menangis, aku tidak akan segan membuat kalian pisah dan aku akan menghancurkan usahamu itu sampai ke dasar laut pun!" Peringatan pertama dan juga terakhir Erlangga ungkapkan kepada adik iparnya teraebut.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membuatnya menangis. Aku pastikan, ancamanmu itu tidak berlaku pada kami. Karena aku yakin, kami tetap akan bersama sampai maut yang memisahkan," tegas Devan penuh dengan keyakinan.
__ADS_1
Devan tidak akan dengan mudah menyerah begitu saja. Dia sudah rela sampai meninggalkan istrinya sementara di negara asalnya, Devan tidak akan membiarkan perjuangannya sia-sia. Dia akan tetap mempertahankan apa yang menjadi miliknya sekarang. Mendapat ancaman seperti itu dari kakak istrinya, membuat pikiran Devan kalut. Kemudian dia menghubungi orang kepercayaannya yang berada di Indonesia, sebelum menghubungi istrinya.
"Sam, gue minta tolong sama lo," ucap Devan setelah sambungan telponnya terhubung dengan orang yang bisa ia percayai untuk menjaga istrinya.
"Apa? Jangan bilang kalo lo nyuruh gue jaga istri lo?" Tebak Samuel langsung. Dia juga tahu perihal berita tentang Devan di negara paman Sham sana.
"Emang itu yang ingin gue katakan," balas Devan. "Lo bisa, kan? Karena gue nggak punya orang yang gue percaya lagi selalin lo," ungkap Devan. Meski Devan mantan seorang playboy, dan mempunyai lingkup pertemanan yang luas, tapi hanya sedikit orang yang menjadi teman dekatnya dan dapat ia percaya. Seperti Langit, Bryan, Franky dan Samuel.
"Kalau urusan perempuan, mending lo minta tolong sama Franky aja, Sob. Gue udah dibikin pusing dengan tingkah anak majikan gue. Dan lo tau kan, dia siapa?" Ungkap Samuel.
__ADS_1
Memang, belakangan ini Samuel tengah sibuk menjadi bodyguard untuk anak bos besarnya. Dan yang paling membuat Samuel kuwalahan melayani majikannya itu, bahwa kalau perempuan itu selalu bertingkah centil dan di luar batas dengannya. Meski Samuel sudah menegaskan kalau dirinya mempunyai seorang kekasih, tapi perempuan itu tidaklah mundur maupun menyerah terhadapnya. Perempuan itu malah dengan terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Samuel.
"Apa lo jatuh pada dekapannya?" Tanya Devan dengan nada mengejek. "Ya udah kalau gitu. Gue minta tolong sama Franky aja. Karena hanya dia yang senggang dan hanya melayani Ayumna yang tidak banyak tingkah," ucap Devan.